Perkembangan Awal Kehidupan Masyarakat Kulit Putih Di Australia


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Sampai pada abad ke 16 wilayah benua Astralia masih belum diketahui dengan pasti oleh bangsa-bangsa Eropa. Hal ini bisa dilihat dari peta-peta yang mereka buat. Keberadaan Australia dalam peta-peta yang dibuat orang Eropa barua tercantum pada peta yang diterbitkan di Amsterdam dalam tahun 1594 dalam peta ini di ujung selatan digambarkan daratan yang sangat luas dan diberi nama Terra Australis.
Australia merupakan benua terkecil di dunia yang berpenduduk homogen dengan gaya hidup yang mirip dengan gaya hidup orang Eropa dan Amerika. Selama abad ke-17, orang Belanda yang secara teratur hilir mudik dari negeri Belanda ke Jawa, yaitu daerah koloninya di Asia Tenggara, mencapai benua Australia yang lalu dinamainya New Holland. Pada tahun 1606, Williem Jansz, yang memimpin sebuah kapal Belanda Dhuyfken, mendarat disisi Timur Teluk Karpentaria, di Weipa, yaitu tempat yang banyak mengandung endapan boksit yang kini sedang digarap.
Masyarakat kulit putih di Australia merupakan masyarakat pendatang yang sebagian besar merupakan narapidana yang datang dari Inggris, para narapidana ini kemudian bermukim dan menjadi penduduk Australia.

B.Rumusan Masalah
Agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penyusunan makalah ini, maka kami merumuskan masalah sebagai berikut :
1.Bagaimana awal kedatangan bangsa-bangsa ke Australia ?
2.Bagaimana perkembangan awal masyarakat awal kulit putih di Australia ?
3.Bagaimana perkembangan pada masa empat gubernur pertama di Australia ?
4.Bagaimana perkembangan pada masa pemerintahan Lachlan Macquarie ?

C.Tujuan dan Manfaat
Tujuan Pembuatan makalah ini yaitu :
1.Menjelaskan tentang bagaimana awal kedatangan bangsa-bangsa ke Australia.
2.Menjelaskan tentang bagaimana perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia.
3.Menjelaskan tentang perkembangan pada masa empat gubernur pertama di Australia.
4.Menjelaskan tentang perkembangan pada masa pemerintahan Lachlan Macquarie.

Manfaat pembuatan makalah ini yaitu :
1.Memberikan informasi tentang bagaimana awal kedatangan bangsa- bangsa ke Australia.
2.Memberikan informasi tentang perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia.
3.Memberika informasi tantang perkembangan pada masa empat gubernur pertama di Australia.
4.Bagaimana perkembangan pada masa pemerintahan Lachlan Macquarie.

D.Metode Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah menggunakan metode kepustakaan yaitu memberikan gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan permasalahan melalui literatur buku dan jurnal yang tersedia di media masa atau internet.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Awal Kedatangan Bangsa Kulit Putih Ke Australia
Pada Abad ke XV para pelaut Eropa mulai menjelajahi negeri- negeri yang jauh bersaing secara tajam untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan seperti sutera, rempah-rempah, emas, permata dan barang-barang lainnya yang dihasilkan oleh dunia Timur. Keberhasilan Bhortolomeus Dias mencapai Tanjung Harapan, vasco Da Gama yang telah sampai di India tahun 1498, membuka jalan menuju Timur sampai ke Maluku. Garis pelayaran Eropa- Tanjung Harapan- Pantai timur Afrika Ormuz- India- Malaka- Maluku rutin dilalui oleh Portugis. Jalur pelayaran Portugis ini membuka jalan menuju penemuan benua Australia oleh bangsa Eropa dari arah Barat. (Hudaidah, 2004:11).
Sedangkan pelayaran yang dilakukan Spanyol memulai ekspedisinya melalui Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik menuju Timur juga membuka jalan bagi penemuan benua Australia yang sering disebut Terra Australia Incoqnito itu. Orang Spanyol yang dalam pelayarannya telah mendekati Australia yaitu Luis de Torres. Pada tanggal 21 Desember 1605 ikut dalam ekspedisi Pedro Fernandes De Quiros orang yang mendapat tugas dari Raja Philip III untuk melakukan kolonialisasi dan mencari daratan selatan, Torres adalah wakil pemimpin ekspedisi tersebut. Dalam perjalanan terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh anak buah kapal Quiros sehingga mereka harus kembali. Torres dengan 2 buah kapal dibawah pimpinannya memutuskan untuk tidak kembali, ia nertekad berlayar terus dan ia telah memasuki perairan disebelah Selatan irian. Torres tidk melihat apalagi menemukan Australia namun namanya diabadikan pada selat yang memisahkan antara Australia dengan Irian. ( Hudaidah, 2004: 11).
Pelayaran bangsa Belanda mempunyai arti penting dalam penemuan benua Australia oleh Inggris. Para pelaut Belanda yang mau menuju Indonesia telah sampai di pantai- pantai Australia misalnya :
a.Willem Janz pada tahun 1606 dengan kapal Duyfken yang ingin menyelidiki pantai selatan irian lalu ia memotong selat Torres hingga sampai di pantai Barat Semenanjung York.
b.Hendrik Brouwer tahun 1611, dalam pelayarannya tidak sengaja menemukan jalan baru menuju Jawa dengan rute yang lebih pendek yaitu melalui pantai Barat Australia.
c.Dirk Hortog pada tanggal 25 Oktober 1616 dalam pelayaran menuju Banten telah tiba di pantai Barat Australia dan mendarat di pulau-pulau yang sekarag bernama Hartog Island. Di pulau ini ia menancapkan sebuah tiang dan meninggalkan piring yang dipakukan pada tiang tersebut. Pada piring tersebut ditulis kalimat “ pada ranggal 25 Oktober 1616 kapal Eendracht dibawah pimpinan Dirk Hortog dan Amsterdam telah sampai ditempai ini dan berlayar lagi menuju Banten pada tanggal 27 bulan yang sama”.
d.Federick de Houtman, tahun 1619 sampai di pantai Barat Australia sebelah selatan kota perth sekarang lalu ia menyusuri pantai Barat Australia ke arah Utara dan hampir saja mengalami kecelakaan disuatu tempat diberinya nama Abrolhos yang artinya buka mata. (Hudaidah, 2004: 11).
Menjelang akhir abad ke-16, banyak kapal Eropa berlayar semakin jauh dari tanah airnya. Perlahan-lahan, berbagai laporan tentang adanya benua selatan sampai ke berbagai pelabuhan di Eropa. Pada tahun1642 perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda mengirim dua kapalnya yangg dipimpin oleh seorang navigator terbaiknya, Abel Jonszoon Tasman, berlayar menuju daerah selatan yang belum dikenalnya. Misinya adalah “ menemukan dan mengeksplorasi wilayah timur dan selatang yang mungkin kaya”. Dibulan Desember pada tahun itu pula, Tasman melihat “ tanah luas yang melayang tinggi” dan lalu memetakannya. Dia menyebut tanah ini dengan Staaten Landt, tetapi kemudian pemerintah Belanda menamainya dengan Nieuw Zeeland, yaitu nama suatu nama propinsi di baratadaya Belanda. Namun berbagai laporan umum tentang daratan selatan yang luas ini tidaklah begitu menggembirakan sehingga tidak terdapat keinginan yang besar untuk lebih menguak dan bermukim di benua ini. (Samuel, 2003: 157).
Orang Inggris yang mula- mula sampai ke Australia adalah seorang petualang William Dampier yang pada tahun 1688 membawa kapalnya Cygnet, ke selat King. Dia adalah seorang Inggris yang pertama bercerita tentang bagian benua yang di kunjunginya, tetapi gambaran tentang pantainya yang gersang serta penduduknnya yang primitif tidak merangsang orang Inggris untuk mengikutinya. Baru setelah tiga perempat abad berikutnya, yaitu pada 20 April 1770 Kapten James Cook dari angkatan laut kerajaan Inggris juga seorang pelaut dan Navigator ulung ketika itu , dia telah berlayar ke arah barat dari Selandia Baru. Dia juga sedang mencari benua selatan yang telah melegenda. Dengan sebuah kapal yang bernama Endeavour, Cook ( bersama 90 orang awak kapalnya) berlayar dari Tahiti, yaitu suatu pulau tempat ia mengamati transit planet Venus bagi kerajaan dan masyarakat Inggris. Dia berlayar mengelilingi kepulauan Selandia Baru dan memetakannya dengan ketepatan yang luar biasa. Sir Joseph Bank, seorang naturalis yang ikut bersama dikapalnya, mencatat tentang berbagai informasi tentang kehidupan tanaman dan satwa di kepulauan Selandia baru ini. Bank juga mencatat bahwa “kehampirpastian menjadi santapan orang Maori disaat kami mendarat menambah kecemasan bagi awak kapal yang kandas ini”. ( Samuel, 2003: 158).
Cook kembali ke Selandia Baru sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1772 dan 1777. Terdapat juga beberapa ekspedisi lainya, termasuk yang dipimpin oleh beberapa orang Prancis. Teori- teori motivasi pembentukan koloni Inggris di Australia yaitu :
1.The Carnaval of Crime
Pada akhir abad ke XIII kejahatan di Inggris meningkat dan memuncak sehingga masa itu disebut the carnaval of crime, penjara- penjara penuh oleh tawanan yang dianggap sebagai pemberontak oleh raja Hendrick VIII, meningkatnya pengangguran dan kemiskinan ekses dan revolusi industri juga menambah kejahatan. Sehingga pemerintah bingung menampung para tawanan yang terus bertambah kemana akan ditempatkan.
2.Kemerdekaan Amerika
Merdekanya Amerika juga menambah permasalahan sosial di Inggris, sebelumnya para tawanan dibuang ke Amerika dan Kanada tetapi tidak bisa lagi. Bahkan Inggris kembali harus menampung kolaborator yang waktu Revolusi Amerika mendukung Inggris yang sering disebut American loyalist.
3.Permasalahan ekonomi
Meningkatnya perdagangan Inggris dengan dunia Timur ( Cina) sehingga Inggris membutuhkan pangkalan untuk Supply base bagi kapal- kapal dagangnya.
4.Adanya usul Joseph Banks tentang Botany Bay
Kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam menangani para narapidana yang meningkat tajam serta tempat pembuangannya, mendorong Banks mengusulkan Botany bay sebagai solusi tempat pembuangan. Usul tersebut diterima kabinet William Pitt.
5.Keinginan inggris untuk merealisasikan rencana Cook tentang potensi ekonomi yang dimliki oleh daerah Pasifik Selatan dalan rangka membangun emperium yang kaya raya di Selatan. ( Hudaidah, 2004: 14).
Bangsa Australia yang dominan berkulit putih serta memiliki sosial, budaya dan politik berlatar belakang Inggris yang tergolong barat, bermula dari koloni Inggris yang pada tahun 1786 diberi nama New shout Wales.( Siboro, 2012: 14).

B.Perkembangan Awal Masyarakat Kulit Putih Di Australia
Menjelang akhir abad ke-18, setelah orang Eropa megetahui lebih banyak lagi tentang Selandia Baru, wilayah ini perlahan-lahan dibuka. Pada mulanya, panenan raya di laut selatan telah memikat para pemburu ikan paus dan anjing laut dari Australia, Amerika, Inggris dan Prancis. Berbagai stasiun penagkapan ikan paus dibangun disepanjang pantai di kedua pulau Selandia Baru. Persaingan diantara pemburu ini semakin menjadi tajam sehingga kadang-kadang hal ini hampir mendekati perompakan dan segera setelah itu, beberapa jenis ikan paus hampir punah. Perdagangan kayu dan rami juga berkembang dengan pesatnya. Serat rami yang kuat yang digunakan untuk tali, dijual barter oleh orang Maori dengan berbagai barang impor. (senjata dan minuman keras merupakan barang yang banyak disukai mereka). Pelabuhan di wilayah utara, yaitu pusat perdagangan ini berlangsung, menjadi semarak bagaikan kota-kota garis depan. Untuk menjelajah dan mengembangkan Australia bukan hal yang mudah. Kehidupan parapenghuni awal sangatlah sulit karena bertani hanya menggunakan peralatan yang sederhana di lahan yang kurang subur tentulah sangat sulit. Berbagai pemukimn narapidana didirikan di Hobart, Tasmania; di Teluk Moreton, yang akhirnya menjadi Brisbane; dan di Australia bagian Barat. Pemukim merdeka lalu berdatangan dalam kelompok kecil dan banyak diantara narapidana yang telah dibebaskan tetap tinggal di Australia. Berbagai pemukiman lain perlahan-lahan berdiri di Pert, di tepi Sungai Swan, di Adelaide, dan di Melbourne. (Samuel, 2003:142).
Selama 25 tahun pertama, permukiman disekitar Port Jackson mengumpul di sekitar pegunungan Biru, sekitar 80 km ke arah barat.pegunungan ini, walaupun tidak menjulang tinggi, sangatlah berteras-teras, khususnya di lereng timur. Pada tahn 1813, sekelompok penjelajah menemukan jalan melintasi pegunungan ini dan melihat daerah subur di balik ini. Dibukanya lahan luas yang yang belum dikenal ini merupakancerita keberanian, kekerasan dan ketabahan. Selama tiga perempat abad para penjelajah narapidana, pelaut, peneliti, ilmuwan dan pemukim memainkan pekerjaan penting di dalam pekerjaan yang sangat dramatis ini.( Samuel, 2003: 142).
Diantara para pionir ini adalah Hamilton Hume dan William Hovell, yang pada tahun 1824 bertolak dari Sydney dan berjalan darat ke Teluk Porth Phillip, sekarang melbourne. Di dalam petualangan ini orang Eropa meintasi sungai utama Australia, Murray, untuk yang pertama kalinya. Allan Cunningham, seorang penjelajah dari ahli tumbuh-tumbuhan menyekidiki ke arah utara pada tahun 1820-an dan menemukan lahan subur di Darling Downs dan berjalan dari Darling Downs ke Teluk Moreton.
Pada awal abad ke-19, krisis ekonomi yng menyusul terjadinya perang Napoleon telah mengakibatkan kemelaratan diantara masyarakat pekerjaa di eropa. Ribuan orang berimigrasi khususnya dari Inggris untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Menjelang tahun 1840, Inggris telah memuutskan untuk menduduki Selandia Baru. Ada tahun 1837, Edward Gibbon Wakefield, seorang spesialis di bidang yang disebutnya sebagai “ Seni kolonisasi” , mendirikan perusahaan Selandia Baru untuk mengorganisasi pemukiman di wilayah baru ini. Dia berharap untuk dapat menciptakan masyarakat Inggris di laut Selatan dengan struktur kelasnya didasarkan pada kelas buruh yang pada suatu saat dapat menjadi para tuan tanah. Dengan bantuan yang disediakan oleh perusahaan , ribuan orang mulai berimigrasi ke Selandia Baru. (Samuel, 2003: 158).
Di seluruh Selandia Baru terjadilah periode perkembangan. Wilayah perbukitan yang terbuka di pulau Selatan merupakan tempat yang ideal bagi penggembalaan biri-biri. Para peternak biri- biripun lalu mengekspor wolnya ke Inggris serta dapat menyediakan anak biri-biri dan dagingnya yang bermutu tinggi untuk sajian hidangan Selandia baru. Berbagai tanaman padi-padian , khususnya gandum dan jewawut, juga banyak ditanam di Pulau Selatan. Pada tahun 1860-an, emas juga ditemukan dipulau Selatan ini. Hal ini mengakibatkan para pencari emas saling berebutan diantaranya telah mengikuti jalur perburuan emas di seluruh dunia. Di pulau Utara juga terdapat kemajuan. Dasar pengembangan industri sapi perah diletakkan oleh para petani Inggris yang membaw sapi Jersey dan Guernsey ke Selandia Baru. Segala jenis sayuran juga ditanam diberbagai lahan pertanian yang mirip dengan yang ada di Inggris, sedangkan buah per dan apel juga ditanam. Karena pulau Utara masih bergantung pada pembebasan lahan, maka pemukiman dan pertanian cenderung berukuran kecil. ( Samuel, 2003: 159).

C.Perkembangan Pada Masa Empat Gubernur Pertama Di Australia
Masa Arthur Phillip
Arthur Philip adalah orang yang dipercaya oleh raja George III. Hanya sedikit orang yang diberi kepercayaan sebesar Philip. Ia adalah pembangun negara Eropa di wilayah yang sebelumnya tidak ada peradaban. Philip adalah seorang yang optimis dan tak pernah ragu akan masa depan yang baik. Pernah pada keadaan terburuk ketika ternak-ternak hilang, orang kulit putih terlibat konflik dengan Aborigin, kekurangan makanan yang cukup parah, bayaknya narapidana yang sakit dan beberapa kali ditimpa gempa bumi ia menyatakan keraguannya tetapi ia tetap yakin koloni akan membuktikan bahwa mereka mampu memberikan keuntungan pada Inggris Raya. Semua hal ini akan terlihat jelas setelah ia menjadi gubernur New South Wales.
Armada pertama berangkat dari Inggris pada tanggal 13 Mei 1787 yang terdiri dari kapal Syrius, Supply, tiga kapal persediaan makanan, dan enam kapal yang mengangkut narapidana, semua berjumlah 11 kapal. Orang-orang yang ikut dalam armada ini adalah pegawai, Angkatan Laut, orang bebas dan narapidana termasuk juga anak-anak dan wanita. Perjalanan dari tanah air menuju tanah yang tak dikenal ternyata sesuatu yang sangat sulit dijalani, termasuk juga bagi narapidana (Hudaidah, 2004:15).
Arthur Philip tiba di Botany Bay pada tanggal 18 Januari 1788 dan dua hari kemudian semua kapal sudah berlabuh di wilayah ini, yang sesuai dengan saran Joseph Banks. Dalam perjalanan mereka, yang meninggal berjumlah 32 orang. Dalam suratnya kepada Sydney tertanggal 15 Mei 1788 Philip mengatakan bahwa Botany Bay tidak cocok dijadikan sebagai pemukiman karena tanahnya tidak subur, banyak rawa, sumber air yang tidak mencukupi dan seringnya terjadi banjir. Kemudian pada siang hari saat ia sampai di Botany Bay, Philip memutuskan untuk menyelidiki Port Jackson yang sudah ditandai dalam peta yang dibuat James Cook. Philip menyatakan bahwa Port Jackson adalah pelabuhan paling baik di dunia dan ia memberi nama Sydney sebagai rasa hormatnya kepada menteri dalam negeri Inggris tersebut. Perlu diketahui bahwa ketika Philip sampai di New South Wales pemerintah Inggris tidak mengklaim seluruh benua Australia. Gubernur Philip hanya diperintahkan untuk menguasai setengah benua kurang lebih jauhnya 135º garis bujur termasuk juga Tasmania. Sebenarnya wilayah yang oleh James Cook dinyatakan sebagai milik Inggris pada kenyataannya tidak lebih dari penjara baru bsagi narapidana yang berasal dari Inggris. Juga tidak dapat disangkal bahwa koloni Inggris di Australia dikerjakan secara amburadul dengan kata lain tidak sistematis misalnya untuk perdagangan atau untuk membangun sebuah kerajaan. Pada masa awalnya yang terlihat dari pemukiman yang didirikan Inggris ialah sebagai tempat pembuangan. Mungkin hal inilah yang kelak akan mendatangkan banyak kesulitan yang dialami oleh pemukim pertama.
Segera setelah membangun Port Jackson, Philip mengirim sejumlah orang ke Norfolk Island dengan kapal Supply dibawah komando Kapten P.G. King. Narapidana dan pasukan Angkatan Laut diperintahkan untuk membuat pemukiman dalam rangka mencegah pendudukan yang dilakukan oleh Perancis. Philip mengatakan wilayah ini sebagai tempat yang mungkin sejak sekarang akan menjadi tempat yang berguna. Di wilayah ini diperintahkan untuk menananm kapas, rami, jagung dan makanan lain.
Bukanlah hal mudah untuk membuat pemukiman di wilayah asing yang jauh dari negara induk apalagi yang diandalkan adalah para narapidana. Hal ini pernah dikemukakan Philip dalam suratnya pada Sydney antara tahun 1788-1790. dalam suratnya di tahun-tahun ini ia mengeluhkan tentang tidak adanya keahlian yang dimiliki oleh narapidana sehingga semakin menyulitkan pembentukan koloni yang baik. Dikatakan bahwa hanya ada sedikit ahli kayu dan sebagian dari mereka sakit. Seandainya saja permintaannya dulu sebelum berangkat ke New South Wales dipenuhi bahwa seharusnya orang-orang yang dikirim ke wilayah ini tidak hanya narapidana tetapi juga petani, ahli bangunan dan orang-orang yang punya keterampilan tentu keadaan tidak sesulit yang terjadi karena mereka mampu melakukan sesuatu dengan mandiri, tidak 100 % tergantung pada pemerintah. Sayangnya yang terjadi tidak seperti itu, para narapidana selain tidak mempunyai keahlian apa pun juga malas bekerja. Mereka hanya bersedia bekerja jika diawasi yang menambah masalah adalah hanya sedakit orang yang mau menjadi pengawas para narapidana.
Sejak awal kedatangan armada pertama di New South Wales, Para pemukim telah mengalami banyak kesulitan, terutama mengenai makanan. Ketika berlayar dari Inggris armada Philip telah membawa perbekalan makanan dan juga benih-benih tanaman. Selian itu, ia juga sempat singgah di Brazil untuk menambah persediaan benih tanaman dan buah-buahan. Usaha menanam benih ini pada tahun-tahun awal banyak mengalami kegagalan. Hampir semua laporan dan surat-surat baik dari Philip, pejabat lain atau dari narapidana berisi tentang keluhan kuranganya bahan pangan dan seringnya terjadi kelaparan.
Pada bulan Septemebr 1788 terjadi lagi gagal panen, benih-benih yang tersisa di kapal Supply seperti gandum dan barley dirusak oleh serangga serta hilangnya hewan ternak seperti sapi dan kerbau. Oleh karena itu, koloni di New South Wales tetap tergantung pada kiriman persediaan bahan pangan dari Inggris. Pengiriman bahan pangan dari Inggris pun tidak dapat dipastikan kedatangannya, seperti ketika kapal Guardian yang mengangkut bahan makanan tenggelam di dekat Tanjung Harapan pada bulan Desember 1789 yang menyebabkan tidak adanya bantuan pangan dari Inggris selama dua tahun. Contoh lain adalah banyaknya kerusakan bahan pangan pada saat perjalanan dari Inggris ke New South Wales sehingga bahan pangan yang dibawa sudah tidak layak untuk dimakan. Untuk mengatasi hal ini pemerintah koloni biasanya mengirim kapal-kapal mereka ke Batavia atau Tanjung Harapan. Usaha lain yang dilakukan oleh Philip dalam rangka mengurangi kelangkaan bahan pangan adalah dengan membuka pemukiman baru di Parramatta yang sebelumnya dikenal dengan Rose Hill. Tanah di wilayah ini cukup subur dan sudah diusahakan untuk mengembangkan pertanian. Mulai saat itu Philip juga memberikan janji pada narapidana yang berkelakuan baik akan diberi hadiah tanah untuk diolah secara mandiri. (http://lutfiahayundasari.wordpress.com, diakses 4 Februari 2014, 03:00 WIB) .
Kesulitan-kesulitan mendapatkan bahan pangan akhirnya memaksa pemerintah koloni untuk mengurangi jatah makanan perminggu. Sebelumnya jatah makan mereka perminggu adalah 8 pounds gandum, 5 pounds daging babi dan 6 ons mentega dikurangi menjadi 5 pounds gandum, 3 pounds sampai 5 ons daging babi. Lalu ketika pada tanggal 27 Maret 1790 diumumkan bahwa kapal yang membawa persediaan bahan makanan tidak datang. Oleh karena itu, ada pengurangan lagi jatah makanan yang diberlakukan sejak 1 April untuk semua orang tanpa terkecuali yaitu 4 pounds gandum, 2 ½ daging babi dan 1½ pounds beras per minggu.
Selain masalah pangan yang juga harus dihadapi oleh penduduk koloni adalah masalah sandang. Pada pertengahn tahun 1789 sudah banyak laporan yang menyatakan bahwa baju dan kain yang mereka pakai sudah usang dan tidak dapat dipakai pada musim dingin. Sepatu yang mereka punya juga sudah tidak dapat dipakai. Hal yang serupa juga dialami oleh Angkatan Laut, tentara-tentara sudah tidak bersepatu, jatah makanan mereka juga dikurangi. Hal inilah yang menyebabkan Angkatan Laut mulai berbisnis sejak tahun 1792. Dalam suratnya kepada Sydney Philip meminta untuk dikirimkan pakaian, sepatu dan rok dalam jumlah besar.
Hal yang menarik dalam masa awal kedatangan kulit putih adalah interaksi pertama mereka dengan pribumi dalam hal ini Aborigin. Ketika ia sampai di Botany Bay orang-orang Aborogin mendekat dan membawa senjata tetapi ketika senjata itu diminta mereka memberikannya. Pada awal pertemuan ini tidak terjadi peselisihan antara kulit putih dan Aborigin. Dijelaskan oleh Philip bahwa mereka tidak berpakaian tetapi tubuhnya dihiasi oleh gambar mereka juga memakai manik-manik di leher mereka. Orang-orang Aborigin juga mendatangi pemukiman kulit putih di Port Jackson. Merekla selalu ingin tahu termasuk bagaimana cara memasak daging dengan air mendidih dan bumbu-bumbu. Hal ini terjadi ketika mereka mencoba mendekati tungku dan wadah yang di dalamnya sedang direbus daging. Mereka juga tertarik dengan api yang mudah dibuat. Biasanya orang Aborigin kesulitan mendapat api karena mereka harus membawanya dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu mereka juga ingin tahu lebih banyak tentang kapal-kapal Inggris yang ukurannya sangat besar. Menurut Philip jumlah mereka seluruhnya di wilayahn Botany Bay, Port Jackson, Broken Bay dan teluk sekitarnya tidak kurang dari 1500 orang.
Selama enam minggu di Port Jackson oarng-orang kulit putih hanya menerima satu kali kunjungan dari orang Aborigin. Mereka terdiri dari dua orang yang berjalan-jalan di sekitar pemukiman selama setengah jam. Mereka terlihat mengagumi apapun yang mereka saksikan. Selama itu tidak ada perselisihan antara kulit putih dengan Aborogin. Philip memberlakukan hukuman keras bagi siapa saja orang kulit putih yang merusak hubungan baik ini.
Ternyata tidak lama kemudian muncul koflik antara kulit putih dan Aborigin yang disebabkan kesalahan kulit putih yang memperlakukan mereka dengan buruk selama bulan Mei. Pada tanggal 21 Mei 1788 seorang narapidana yang tinggal di wilayah pertanian terkena tombak orang Aborigin di punggungnya yang menancap dengan kedalaman 3 inci. Ada juga beberapa baju narapidana yang ditemukan sobek dan berdarah. Karena orang kulit putih terus memperlakukan orang Aborigin dengan buruk maka banyak orang kulit putih yang dibunuh oleh mereka. Tetapi menurut Tench pada kelanjutannya yang banyak mati adalah orang Aborigin sendiri dikarenakan penyakit cacar.
Pada tahun terakhir kepemimpinan Arthur Philip telah terlihat cukup kemajuan. Pada tahun 1792 meskipun terjadi kekeringan mereka telah berhasil memperoleh hasil panen yang cukup untuk diberikan pada narapidana dan untuk persediaan bibit tahun depan ataupun untuk keperluan lain. Tanah yang sudah diolah kira-kira 1000 acre, 800 untuk jagunga dan sisanya untuk gandum dan barley. Sedangkan tanah yang sudah diolah di Parramatta sekitar 416 acre dan 97 acre masih dalam proses pembersihan.
Philip mengakhiri masa tugasnya pada tahun 1792, ia berlayar ke Inggris pada bulan Desember. Alasan Philip meminta berhenti adalah karena penyakit perut kronis yang ia derita .(Siboro,1989:36).
Masa Mayor Francis GroseDan Datangnya John Hunter.
Pengganti Arthur Phillip, yaitu John Hunter baru tiba tahun 1795. Keterlambatan ini memberi peluang kepada perwira-perwira senior NSW corps untuk menguasai koloni, dengan pangkat Letnan Gubernur. Mayor Francis Grose menjadi letnan gubernur pertama NSW.
Mayor Francis Grose bukanlah tipe pemimpin sebaik Arthur Phillip. Walaupun demikian dia memberikan warna tersendiri dalam perjalanan sejarah koloni NSW. Grose mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pada akhirnya memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan koloni, yaitu antara lain membagi-bagikan tanah dalam jumlah yang sangat luas kepada para perwira NSW Corps berikut dengan tenaga kerja, suplai makanan dan peralatannya. Para perwira tersebut diharapkan dapat mengerjakan tanahnya dengan mempekerjakan para narapidana dan menjual hasilnya kepada pemerintah. Kebijakan ini sebenarnya pernah dikeluarkan pada masa pemerintahan Arthur Phillip hanya tidak berhasil karena para perwira militer ini menolak membantu Phillip untuk mengolah tanah.
Kebijakan Grose yang kedua adalah mendorong perwira NSW Corps melakukan tindakan monopoli dalam perdagangan. Para perwira dapat membeli barang dari kapal-kapal yang tiba di koloni itu dengan harga yang ditentukan sendiri oleh mereka. Keuntungan yang didapat para perwira pedagang ini bisa mencapai 1000%. Atas dasar kebijakan Grose tersebut bukan suatu hal yang aneh kalau kemudian perkembangan kehidupan para perwira pedagang mengalami lonjakan yang sangat berarti. Ekonomi mereka berkembang pesat.
Sekitar tahun 1800, para perwira pedagang mulai mengembangkan kehidupan yang eksklusif. Sikap arogan dan intoleran terhadap siapa pun yang berani mengganggu aktifitas mereka menjadi ciri mereka. Salah satu yang paling berpengaruh diantara mereka adalah John Macarthur, seorang perwira pedagang, peternak dan petani yang paling sukses dan berpengaruh serta sangat disegani oleh kalangan NSW Corps. Satu kelemahan Macarthur adalah sikapnya yang gila hormat dan mudah tersinggung serta cenderung terjerumus kearah sikap yang ingin menghancurkan segala yang berusaha menghalanginya. Sikap negatif inilah yang kemudian mendorong John Macarthur seringkali berselisih dengan gubernur-gubernur NSW pasca Arthur Phillip.
Masa John Hunter. Pertentangan pertama antara kelompok perwira pedagang dengan pemerintah, dalam hal ini gubernur NSW terjadi pada masa pemerintahan Kapten John Hunter. Hunter datang ke NSW mengantikan Arthur Phillip pada tahun 1795. Langkah awal yang dilakukan Hunter sebagai gubernur adalah berusaha menentang pertumbuhan kekuasaan para perwira pedagang dan menertibkan lalu lintas perdagangan rum (sejenis minuman keras) yang menjadi primadona di koloni saat itu. Kebijakan ini mendapat tantangan hebat dari para perwira pedagang karena dianggap merugikan dan mengusik eksistensi kekuasaan mereka. Sebagai reaksi, Selain tidak mau mengikuti kebijakan Hunter, para perwira pedagang juga akhirnya mengirimkan surat keluhan dan keberatan ke London atas sikap kepemimpinan Hunter. Sebagai upaya untuk mengatasi pertentangan yang lebih parah, pemerintah Inggris akhirnya lebih memilih untuk menarik Hunter kembali ke Inggris mengingat dominasi dan pengaruh yang sangat kuat dari para perwira NSW Corps di koloni. Tahun 1800 akhirnya John Hunter digantikan oleh Phllip Gidley King (Hudaidah, 2004:16).
Masa Philip Gidley King
Masa pemerintahan King berlangsung dari tahun 1800 sampai dengan 1806. Selama enam tahun masa pemerintahnnya, King berhasil mendorong diadakannya eksplorasi pantai Australia untuk memperluas koloni. Selain itu, King juga berhasil menggagalkan terjadinya pemberontakan yang dilakukan para narapidana politik (political prisoners) berkebangsaan Irlandia yang dikirim oleh pemerintah Inggris ke koloni pasca peristiwa Pemberontakan Irlandia tahun 1800. (Hudaidah, 2004:16).
Walaupun demikian, dibalik keberhasilannya tetap saja King gagal mengatasi masalah dominasi para perwira pedagang. Upaya King mengatasi masalah rum yang diyakini akan mengganggu perkembangan koloni tidak berjalan lancar. Pengaturan peredaran, penggunaan rum dan upaya membuka pabrik bir di Parramata untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari rum selain kurang direspon positif oleh masyarakat juga ditentang oleh para perwira pedagang yang merasa kegiatan bisnisnya terganggu. Selain itu, kebijakan King untuk mengurangi kekuasaan para perwira semakin menyulut api pertikaian dengan para perwira. Sebagai bentuk protes, para perwira tidak bersedia menghadiri setiap undangan yang dilayangkan gebernur. Bahkan konplik dengan para perwira yang ditokohi oleh John Macarthur semakin kuat ketika gubernur mengeluarkan aturan bahwa masalah makanan dan pemeliharaan assigned convicts menjadi tanggung jawab majikan yang menerimanya. Para perwira yang umumnya pemilik lahan bereaksi keras atas kebijakan tersebut bahkan mereka kemudian mengirim surat resmi kepada pemerintah Inggris berisi keluhan-keluhan atas kebijakan King (http://enangcuhendi.blogspot.com, diakses 4 Februari 2014, jam 07:00).
Seiring dengan semakin kerasnya sikap penentangan dari para perwira, Gubernur King akhirnya mengajukan pengunduran diri pada tahun 1803. Permohonan King baru dikabulkan pemerintah Inggris tiga tahun kemudian. Sebagai gantinya pemerintah Inggris menugaskan Kapten William Bligh untuk menjadi Gubernur NSW.
Masa Kapten William Bligh
Bligh tiba di NSW pada tahun 1806. Masalah rum kembali menjadi masalah besar yang harus diselesaikan Gubernur Bligh. Kebijakan Bligh yang cenderung keras dan terkesan ingin secepatnya menyelesaikan masalah rum justru berakibat fatal. Bligh bertengkar dengan para perwira, terutama dengan John Macarthur. Puncaknya ditandai dengan terjadinya peristiwa Rum Rebellion pada tanggal 26 Januari 1808. Pada peristiwa tersebut, Mayor George Johnston memimpin pasukan NSW Corps menangkap dan memenjarakan Gubernur Bligh dan mengangkat dirinya menjadi penguasa NSW sebelum digantikan oleh Kolonel Paterson yang datang dari Van Diemens Land.

D.Perkembangan Pada Masa Pemerintahan Lachlan Macquarie
Melihat situasi yang tidak kunjung selesai di koloni NSW pemerintah Inggris akhirnya mengambil tindakan tegas. Untuk mengatasi kemelut, meningkatkan moral para kolonis, menghentikan lalu lintas rum dan merestorasi ketenangan di koloni, pemerintah Inggris akhirnya mengangkat Lachlan Macquarie sebagai gubernur NSW. Macquarie datang lengkap dengan pasukan Resimen-73 dari angkatan darat Inggris pada tanggal 1 Januari 1810.
Tindakan awal yang dilakukan Macquarie sebagai gubernur sangat strategis. Ia memerintahkan kepada semua anggota NSW Corps mendaftarkan diri dan untuk kemudian dipulangkan ke Inggris. Bagi yang menolak diperbolehkan tinggal di koloni dengan syarat melepaskan dinas militernya. Dengan kebijakan ini berarti secara tidak langsung NSW Corps dibubarkan.
Setelah menyelesaikan masalah NSW Corps, Macquarie memulai langkah pembangunan koloni. Pembenahan aspek moral dan keagamaan, penataan kehidupan sosial, pembangunan sarana dan prasarana umum serta pembangunan ekonomi koloni merupakan target berikutnya yang diselesaikan Macquarie. Selain itu eksplorasi koloni ke pedalaman terus ditingkatkan. Sampai masa jabatannya berakhir pada Oktober 1821 Laclan Macquarie berhasil menjadi gubernur tersukses dalam membangun koloni NSW pada masa awal pertumbuhan. Hal ini ditandai dengan tercapainya kemajuan diberbagai bidang kehidupan secara signifikan. Salah satu kunci sukses Macquarie sebagai gubernur di samping sikap kepemimpinan dan kecerdasannya adalah latar belakang dia yang berasal dari angkatan darat dan datang dengan dilengkapi pasukan yang kuat sehingga mampu mengatasi masalah NSW Corps. Hal ini berbeda dengan gubernur-gubernur sebelumnya yang berasal dari angkatan laut dan datang tanpa pasukan. Di tangan Lachlan Macquarie lah akhirnya perseteruan antara perwira New South Wales versus gubernur berakhir (Hudaidah, 2004:15).

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kedatangan bangsa kulit putih ke Australia dikarenakan adanya the carnaval of crime yang terjadi pada akhir abad ke XIII , kejahatan di Inggris meningkat dan memuncak sehingga masa itu disebut the carnaval of crime, penjara- penjara penuh oleh tawanan yang dianggap sebagai pemberontak oleh raja Hendrick VIII, Sehingga pemerintah bingung menampung para tawanan yang terus bertambah kemana akan ditempatkan. Selanjutnya yaitu karena adanya kemerdekaan Amerika yang menambah permasalahan sosial di Inggris, sebelumnya para tawanan dibuang ke Amerika dan Kanada tetapi tidak bisa lagi. Bahkan Inggris kembali harus menampung kolaborator yang waktu Revolusi Amerika mendukung Inggris yang sering disebut American loyalist. Selain itu juga adanya permasalahan ekonomi, dll. Perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia yaitu dengan membuka lahan yang dilakukan oleh para narapidana yang telah dibebaskan. Di seluruh Selandia Baru terjadilah periode perkembangan. Wilayah perbukitan yang terbuka di pulau Selatan merupakan tempat yang ideal bagi penggembalaan biri-biri, pertanian dan tambang emas . selain itu perkembangan awal juga ditunjukkan dengan adanya pemerintahan yang dilaksanakan oleh empat gubernur pertama di Australia.
B.Saran
Sebagai manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini memiliki banyak kekurangan, dengan ini kami menyarankan kepada para pembaca memperbanyak membaca dari sumber-sumber yang lain tentang perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia.

DAFTAR PUSTAKA
https://acehmillano.wordpress.com/2016/02/16/perkembangan-awal-kehidupan-masyarakat-kulit-putih-di-australia/
http://adamakalahlengkap.blogspot.co.id/2016/01/perkembangan-awal-kehidupan-masyarakat.html
Hudaidah. 2004. Sejarah Australia Dan Oceania. Inderalaya: FKIP Unsri, halaman 11-17.
Julius Siboro. (1989). Sejarah Australia. Bandung : Tarsito
Julius Siboro. (2000). Lintasan Sejarah New Zealand dan Papua New Guinea. Diktat Kuliah. Bandung : Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI Bandung.
Kitley, P. e. al.(1989). Australia di mata Indonesia. Jakarta : Gramedia
Ratih Hardjono. (1992). Suku Putihnya Asia Perjalanan Australia Mencari Jati Dirinya. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Siboro, Julius. 2012. Sejarah Australia Dari Terbentuknya Commonwealth Of Australia Sampai Dengan Terbentuknya Kerjasama Regional Dengan Negara- Negara Asia Pasifik. Yogyakarta: Penerbit Ombak, halaman 14.
Siboro, Julius. 1989. Sejarah Australia. Bandung: Tarsito, halaman 36.
Van, Samuel. 2003. Negara Dan Bangsa Jilid IV Asia Dan Australia. Jakarta: Grolier International INC dan PT. Widyadara, halaman 141-159.

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s