DIAGRAM BATANG


Diagram Batang

Data yang variabelnya berbentuk kategori sangat tepat disajikan dalam diagram batang. Data tahunan pun dapat pula disajikan dalam diagram ini asalkan tahunnya tidak terlalu banyak. Untuk menggambar diagram batang diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama; demikian pula sumbu tegaknya. Skala pada sumbu tegak dengan skala pada sumbu datar tidak perlu sama. Kalau diagram dibuat tegak, maka sumbu datar dipakai untuk menyatakan atribut dan waktu. Nilai data diagram pada sumbu tegak.

Contoh

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalau hanya diperhatikan jumlah murid, tanpa perincian jenis kelamin, diagramnya merupakan diagram batang tunggal, seperti dapat dilihat dalam Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika jenis kelamin juga diperhatikan dan digambarkan diagramnya, maka didapat diagram batang dua komponen. Bentuk yang tegak adalah seperti berikut ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIAGRAM GARIS

 

Untuk menggambarkan keadaan yang serba menerus atau berkesinambungan, maka dibuat diagram garis. Misal produksi minyak tiap tahun, penjualan suatu barang tiap bulan, keadaan temperatur tiap jam, dan sebagainya. Pada diagram garis juga digunakan sumbu mendatar dan sumbu tegak. Sumbu mendatar menyatakan waktu sedangkan sumbu tegak menyatakan besaran data tiap waktu.

 

Contoh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Data tersebut jika dinyatakan dengan diagram garis adalah sebagai berikut

 

DIAGRAM LINGKARAN

Untuk menggambar diagram lingkaran diperlukan sebuah lingkaran yang dibagi menjadi beberapa sektor. Tiap sektor melukiskan proporsi suatu kategori data yang dinyatakan dalam persen

 

Contoh

Pembagian keperluan dana untuk masing-masing bagian (pos) suatu kantor adalah: 28% untuk pos A, 18% untuk pos B, 14% untuk pos C, 22% untuk pos D, 10% untuk pos E, dan 8% untuk pos F. gambarnya adalah seperti berikut ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIAGRAM GAMBAR

 

Diagram gambar sering dipakai untuk mendapatkan gambaran kasar suatu hal. Setiap satuan jumlah tertentu dibuat sebuah simbol sesuai dengan macam datanya. Misal kalau tentang penduduk, maka gambarnya adalah orang atau gambar kepala orang. Kalau tentang hasil perkebunan kelapa gambarnya kelapa.

 

Contoh

Berikut ini adalah jumlah siswa masing-masing SMK, dari SMK I sampai SMK IV, disimbolkan dengan kepala orang. Untuk satuan jumlah 100 siswa dinyatakan dengan 1 gambar kepala. Hal yang menyulitkan adalah jika ada bagian simbol yang tidak penuh. Misal menggambarkan sebanyak 35 siswa, atau 70 siswa.

 

 

 

 

 

 

 

HISTOGRAM

Untuk menyajikan data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi menjadi diagram, seperti biasa dipakai sumbu mendatar untuk menyatakan kelas interval, dan sumbu tegak untuk menyatakan frekuensi baik absolute maupun relatif. Yang dituliskan pada sumbu datar adalah batas batas kelas interval. Bentuk diagramnya seperti diagram batang hanya di sini sisi-sisi batang berdekatan harus berimpitan

 

 

Diagram seperti di atas dinamakan histogram.

 

 

 

 

 

Grafik Berupa Peta (Cartogram).

Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah

 

 

 

 

 

 

Histogram

Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Jika pada diagram batang, gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit. Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong.

 

 

 

 

 

Poligon Frekuensi

Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batangbatangnya dihapus, maka akan diperoleh poligon frekuensi

 

 

 

 

 

 

Ogive naik dan ogive turun

Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dapat disajikan dalam  bidang Cartesius. Tepi atas (67,5; 70,5; …; 82,5) atau tepi bawah (64,5; 67,5; …; 79,5) diletakkan pada sumbu X sedangkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari diletakkan pada sumbu Y. Apabila titik-titik yang diperlukan dihubungkan, maka terbentuk kurva yang disebut ogive. Ada dua macam ogive, yaitu ogive naik dan ogive turun. Ogive naik apabila grafik disusun berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Sedangkan ogive turun apabila berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.

 

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s