PENCAK SILAT


BAB I

PENDHULUAN

  1. A.    LATAR BELAKANG

Semakin berkembangnya dunia modern pada zaman sekarang ini, maka semakin banyak pula penemuan-penemuan yang baru, umumnya untuk dunia olahraga dan khususnya untuk atletik. Telah banyak sekali perubahan dari zaman ke zaman, baik berupa peraturan-peraturan dalam atletik dan lain sebagainya. Saya sebagai mahasiswa PKO yang insyallah akan menjadi seorang pelatih dituntut untuk bisa menjadi  seorang pelatih yang kreatif yaitu mengelola suatu permainan yang disukai oleh atlet pemula untuk menjadi suatu bahan latihan dasar untuk atletik agar seorang atlet yang pemula itu tidak merasa bosan terhadap program latihan yang kita beri. Pada makalah ini akan dijelaskan contoh model-model latihan atletik untuk seorang pemula, baik untuk lari, lompat, dan lempar.

 

  1. B.     RUMUSAN MASALAH

Dalam makalah ini penulis dapat menjelaskan tentang beberapa yang membahas tentang ATLETIK, namun dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan padat tentang masalah yang terdapat dalam makalah ini, masalah yang di temui oleh penulis yaitu :

  1. Sejarah atletik
  2. Model-model latihan atletik untuk pemula

Dan masih banyak lagi namun dalam pembahasan pokok dalam makalah yaitu masalah yang telah di paparkan di atas.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    SEJARAH ATLETIK

Sebelum masuk ke inti masalah, kita akan  mencoba mengetahui sedikit tentang sejarah atletik. Kata atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu Athlon atau Athlum artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan atau perjuangan. Istilah athletic dalam bahasa Inggris dan athletic dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan. Atletik adalah olahraga yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kegiatan alami manusia.

Perkembangan Atletik mulai terjadi pada Pertengahan abad ke-19, Inggris telah mengembangkan olahraga atletik ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, untuk pertama kali diperlombakan cabang atletik pada tahun 1876, itupun terbatas antar perguruan tinggi. Munculnya Athletic Club tahun 1870 di New York yang menandai perkembangan atletik sangat menggembirakan. Klub ini yang pertama kali mengadakan perlombaan atletik.                                                                                          

Kemudian Bangsa Indonesia sendiri mengenal cabang olahraga atletik sejak zaman penjajahan Belanda, yaitu tahun 1930. Saat itu para penjajah membentuk organisasi atletik yang diberi nama NIAU (Netherland Indische Athletic Unie) yaitu sebuah organisasi yang menyelenggarakan perlombaan atletik kemudian setelah itu bermunculan klub-klub atletik di berbagai daerah seperti Medan, Solo, Surabaya, Bandung, dan lain-lainnya. Setelah itu, berkat kerjasama pakar atletik, Indonesia berhasil membentuk organisasi atletik nasional yang diberi nama PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) tepatnya pada tanggan 03 September 1930 di Semarang. Sebagai keinginan pertamanya pada tahun yang sama diselenggarakan perlombaan atletik di Bandung. Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk memilih wakil-wakil Indonesia untuk diterjunkan pada Asean Games yang pertama di New Delhi India pada tahun 1951, terpilihlah sejumlah atlet Indonesia yang muncul di dunia atletik yang sejak itu mulai berkembang.

 

  1. B.     MODEL-MODEL LATIHAN ATLETIK UNTUK PEMULA
  2. 1.      Lari
  3. a.      Reaksi

Lari merupakan salah satu nomor yang paling dominan di kecabangan atletik yaitu dimana nomor-nomor lari itu paling banyak diperlombakan. Dalam perlombaan nomor lari tidak hanya melakukan lari saja, tapi dibutuhkan suatu reaksi yang cepat ketika melakukan awalan lari dan juga dibutuhkan kecepatan yang maksimal untuk nomor-nomor pendek seperti nomor 60m, 100m, 200m, dan lainnya. Dengan reaksi yang cepat seorang atlet bisa melakukan awalan yang lebih baik dibandingkan dengan atlet yang reaksi lambat. Maka dari itu diperlukan sekali latihan-latihan yang bisa mendukung reaksi kita untuk bisa cepat lagi. Ini adalah salah satu contoh latihan-latihan reaksi untuk pemula, untuk latihannya kita bisa menggunakan suara (bunyi), atau dengan sentuhan, seperti contoh untuk suara, kita bisa menyuruh atlet untuk berbaring tengkurap dengan posisi kepala berada pada arah berlawanan dengan arah yang digunakan untuk berlari (belakang). Kemudian kita memberitahu kepada atlet, bahwa jika anda terdengar suara hitungan angka 5, anda harus berlari kebelakang. Kita bisa mengecoh konsentrasi mereka dengan menyebut angka 15, 50, dan lain-lainnya. Dan jika kita menyebut angka 5, mereka pasti bereaksi dengan membangun badan mereka, berbalik dan lari kearah belakang. Inilah salah satu contoh untuk melatih reaksi untuk atlet pemula tetapi menggunaakan tepuk tangan.

  1. b.      Kecepatan

Ketika kita telah mendapatkan reaksi yang cepat, kita tidak hanya bisa bergantung pada itu saja karena nomor lari itu jarak yang paling minimalnya hanya 60 meter, sedangkan reaksi yang dihasilkan itu hanya dibutuhkan karena untuk menghasilkan awalan yang baik dan cepat agar lari bisa maksimal, maka dari itu diperlukan latihan untuk kecepatan, karena ini factor untuk menentukan hasil finish yang maksimal. Untuk melatih kecepatan pada seorang pemula kita bisa menggunakan model latihan yang sederhana, yang berupa mainan agar atlet itu sendiri tidak merasa jenuh terhadap program latihannya. Kita bisa mengelola suatu permainan yang bisa membuat mereka untuk mengacu kecepatannya, yaitu sebagai contohnya, kita   membuat Suatu perlombaan lari bolak-balik  untuk mengumpulkan bola kecil dari tempat satu ketempat  kedua,  dengan jarak kira– Kira 25 meter, kemudian kita juga harus memberi suatu hukuman untuk yang kalah, seperti  push up 10 kali  atau  menggendong yang menang yang tujuannya agar mereka bisa lari maksimal untuk  mengumpul  bola – bola  itu.Selain model permainan diatas, kita juga bisa menggunakan bentuk permainan yang lainnya,  eperti lari zigzag yang berfungsi untuk melatih kecepatan dan kecerdikan karena dengan lari yang berliku-liku seperti itu mereka selalu mencari ide untuk  bagaimana caranya biar malaju cepat,  yaitu  dengan   tekhnik tekhnik yang mereka temukan sendiri. Tetapi dalam permainan ini mereka  harus  dibuat  suatu perlombaan biar mereka   selalu  semangat untuk melaksanakannya.

  1. 2.      Lompat

Di atletik tidak hanya ada nomor lari saja, tetapi juga ada nomor-nomor yang lainnya seperti lompat, sedangkan lompat itu sendiri terbagi menjadi; lompat jauh, lompat tinggi, dan lompat gala. Dimana pada ini semua merupakan gabungan antara kecepatan, kekuatan, dan ketangkasan dalam upaya untuk melompat semaksimal mungkin. Pada nomor lompat sangat diperlukan sekali kekuatan kaki, karena kaki digunakan sebagai tumpuan dan mendarat ketika melakukan lompatan. Pada model latihan lompat untuk pemula kita bisa memilih beberapa permainan yg sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti contoh lari karung karena pada permainan ini memerlukan lompatan untuk menuju ke garis finish, sehingga dengan otomatisnya kita akan meloncat – loncat   sampai ke garis finish, dan inilah yang kita perlukan  pada cabang atletik  terutama pada nomor lompat.

Selain lomba lari karung kita juga bisa menggunakan permainan yang lainnya, yang tujuannya biar seorang atlet pemula itu tidak merasa jenuh dan bosen terhadap latihan dan permainan yang seperti itu terus, kita seorang pelatih harus mampu berfikir kreatif, yaitu mencari permainan sperti apa lagi yang harus digunakan untuk latihan melompat. Ini adalah contoh yang kedua untuk model latihan   melompat   untuk    pemula, yaitu; permaianan melompat kardus, dimana kita bisa menyuruh atlet kita untuk melompat kardus mie baik dengan  cara   kekiri dan kekanan maupun depan   belakang   dengan  satu syarat tanpa  menyentuh karsus tersebut. Seperti   contoh disamping.

  1. 3.      Lempar

            Lempar adalah merupakan salah satu nomor yang ada di kecabangan atletik, lempar itu sendiri juga terbagi antara beberapa nomor, seperti lemar lembing, cakram, dan tolak peluru. Pada nomor lempar sangat berbeda sekali  dengan baik nomor lari maupun nomor lompat, karena pada keduanya ini yang lebih  dominan dibutuhkan hanya kekuatan kaki berbeda dengan lempar yang sangat memerlukan sekali kekuatan tangan untuk melempar sejauh mungkin. Untuk melatih kekuatan tangan itu sendiri, untuk seorang atlet yang pemula kita juga bisa memanfaatkan atau menggunakan permainan sebagai modal kita untuk melatih, dengan permain yang kita selalu gunakan ini diharapkan kita juga bisa melihat atlet-atlet yang memiliki bakat tertentu. Untuk nomor lempar ini kita bisa mengunakan permainan lempar bola kecil dengan memasang target lempar dihapannya, kira – kira 10  meter.   Dengan   memberi kesempatan 10 kali  lemparan untuk masing – masing  dari   mereka, kemudian kita menghitung jumlah lemparan yang  mengenai  sasaran, dari   keduanya  kita   lihat  siapa yang                                                                      mengenai  sasaran  yang paling banyak itu yang menang. Fungsi                                                                          dari permainan ini sendiri adalah untuk melatih   kekuatan  tangan                                                                      sejauh  mana  melemparnya.

  1. 4.      Lompat Jauh

Tujuan dari lompat jauh adalah pencapaian jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu  pelompat harus memahami unsur – unsur pokok pada lompat.jauh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam awalan :

  1. Awalan yaitu gerakan yang dilakukan untuk mendapatkan kecepatan yang maksimal. Awalan dilakukan dengan lari secepat – cepatnya serta tidak  mengubah langkah pada saat akan melompat,. Jarak awalan biasanya 30 – 50 meter.
  2. Setelah melakukan lari awalan selanjutnya melakukan tumpuan tepat pada balok/papan tumpuan
  3. Tolakan, yaitu dengan menolakan kaki tumpu sekuat – kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke atas(tinggi dan kedepan).
  4. Sikap badan diudara, yaitu harus diusahakan badan melayang Selama mungkin dan diusahakan badan tetap seimbang. Sikap badan waktu melayang di udara sesuai dengan gaya yang dipergunakan
  5. Sikap badan pada waktu jatuh/mendarat, yaitu si pelompat harus mengusahakan jatuh/mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan dan ngeper atau sedikit ditekuk pada lutut, dan badan agak condong ke depan untuk menjaga keseimbangan

 

Macam – macam gaya yang umum digunakan :

  1. gaya jongkok atau Truck (kauer)
  2. gaya berjalan diudara atau Lauf (walking/running in the air)
  3. gaya menggantung atau melenting atau schnepper/hang.

 

Hal – hal yang perlu dihindari :

  1. Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
  2. Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
  3. Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
  4. Fase yang tidak seimbang.
  5. Gerak kaki yang premature.
  6. Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
  7. Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.

 

Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan

  1. pelihara kecepatan sampai saat menolak
  2. capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
  3. Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
  4. Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
  5. Capailah jangkuan gerak yang baik.
  6. Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya kepadanya.
  7. Latihan gerakan pendaratan.
  8. Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruskan pada saat menyentuh matras atau bak pasir.

 

  1. 4.      Lompat tinggi

Tujuan dari lompat tinggi agar dapat mencapai lompatan yang setinggi – tingginya. Pada lompat tinggi sama halnya dengan lompat jauh, yaitu memerlukan

  1. Awalan yaitu dengan gerakan langkah dengan kecepatan yang konstan 3 langkah, 5 langkah dan 7 langkah dan sebagainya, serta langkah yang terakhir panjang dan berat badan dibelakang
  2. Sikap badan saat berada di atas mistar. disesuaikan dengan gaya/style yang digunakan
  3. Sikap badan saat waktu jatuh dan mendarat jika menggunakan matras yang standar maka mendarat tidak membahayakan si pelompat/atlit, tetapi apabila mendarat pada bak pasir harus diperhatikan cara mendarat yang benar agar tidak terjadi cidera

 

Macam macam gaya pada lompat tinggi

  1. a.      Gaya Gunting (Scissors)

Gaya gunting atau gaya Swenney. Terjadi pada tahun 1880 – permulaan abad ke 20. maka antara tahun 1896 swenny mengubahnya dari gaya jongkok itu menjadi gaya gunting. Karena gaya jongkok kurang ekonomis.

Cara melakukan:

  1. Pelompat mengambil awalan dari tengah
  2. Bila si pelompat pada saat akan melompat, memakai tumpuan kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi.
  3. Pada saat melayang di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.

 

  1. b.      Gaya guling sisi (Western Roll)

Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, bisa dari tengah tapi dari samping.

  1. c.       Gaya Guling (Straddle)

Cara melakukan :

  1. Pelompat mengambil awalan dari samping atara 3, 5, 7, 9, langkah: Tergantung ketinggian yang pentung dalam mengambi awalan langkahnya ganjil.
  2. Pada saat akan melompat langkah yang terkhir panjang.
  3. Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan balikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkup.pantat usahaka lebih tinggi dari keoala, jadi kepala tunduk.
  4. Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu dan berkhir dengan cepat.

 

  1. 5.      Gaya Fosbury Flop

Cara melakukannya :

  1. Awalan,haus dilakukan dengan cepat dan menikung/agak melingkar,dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
  2. Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainny. Yakni harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kana, maka tolaka harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keaas dan membuwat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama – sama.
  3. Sikap badan diatas mistar, Hendaknya sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar merupakan busur yang melenting.
  4. Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran(ukuran 5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan di atasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan yang mendarat pertama kali adalah punggumg dan bagian belakang kepala.

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan :

  1. Lari awalan yang terlalu cepat
  2. Meluruskan kaki penolak terlalu jauh kedepan.
  3. Gerak kombinasi kaki yang tidak sempurna.
  4. Badan condong mendekati mistar.
  5. Posisi tangan pada mistar terlalu tinggi.
  6. Melewati mistar dalam posisi duduk.
  7. Membuat lengkung badan terlalu awal.
  8. Gerak terlambat dari gerak angkat kaki akhir.

 

Hal – hal yang harus di utamakan :

  1. Lari awalan dengan kecepatan yang terkontrol.
  2. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak.
  3. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar.
  4. Usahakan angkat vertikan pada saat take off/pada saat kaki bertolak meninggalkan tanah.
  5. Doronnglah bahu dan lengan keatas pada saat take off.
  6. Lengkungkan punggung di atas mistar.
  7. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalm dari lutut kaki ayun (bebas).
  8. Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkung

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.    KESIMPULAN

Perkembangan Atletik mulai terjadi pada Pertengahan abad ke-19, Inggris telah mengembangkan olahraga atletik ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, untuk pertama kali diperlombakan cabang atletik pada tahun 1876, itupun terbatas antar perguruan tinggi. Munculnya Athletic Club tahun 1870 di New York yang menandai perkembangan atletik sangat menggembirakan. Klub ini yang pertama kali mengadakan perlombaan atletik.

Lari merupakan salah satu nomor yang paling dominan di kecabangan atletik yaitu dimana nomor-nomor lari itu paling banyak diperlombakan. Dalam perlombaan nomor lari tidak hanya melakukan lari saja, tapi dibutuhkan suatu reaksi yang cepat ketika melakukan awalan lari dan juga dibutuhkan kecepatan yang maksimal untuk nomor-nomor pendek seperti nomor 60m, 100m, 200m, dan lainnya. Dengan reaksi yang cepat seorang atlet bisa melakukan awalan yang lebih baik dibandingkan dengan atlet yang reaksi lambat.

                                                                 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Purnomo, Eddy. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Fakultas                        Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Mahayana, Mukti. (2009). Biomekanika. Dari:

http://moektimaha17.wordpress.com/2009/11/03/biomekanika/

Lempar Lembing. Dari: http://www.moccasport.co.cc/2009/02/lempar-lembing_14.html

1′>�{9vi�o,�6,src=”file:///C:\DOCUME~1\Waris\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip11\clip_image007.png” o:title=””/>

 

 

 

 

“Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi ini, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar” (QS. al-Hajj/22:41)

            Ayat tersebut menyatakan bahwa mendirikan shalat merupakan refleksi hubungan yang baik dengan Allah swt, menunaikan zakat merupakan refleksi dari keharmonisan hubungan dengan sesama manusia, sedangkan ma’ruf berkaitan dengan segala sesuatu yang dianggap baik oleh agama, akal, serta budaya, dan munkar adalah sebaliknya. Dengan demikian, sebagai seorang khalifah Allah di muka bumi, manusia mempunyai kewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis serta agama, akal, dan budayanya terpelihara.

            Untuk mencapai tujuan suci tersebut, Allah swt menurunkan Alquran sebagai hidayah yang meliputi berbagai persoalan akidah, syariah, dan akhlak demi kebahagiaan hidup seluruh umat manusia di dunia dan akhirat. Berbeda halnya dengan akidah dan akhlak yang merupakan dua komponen ajaran Islam yang bersifat konstan, tidak mengalami perubahan apa pun seiring dengan perbedaan tempat dan waktu, syariah senantiasa berubah sesuai dengan kebutuhan dan taraf peradaban umat. Allah swt berfirman:

 

 

 

 

 

 

“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang” (QS. Al-Maidah/5:48)

            Sebagai penyempurna risalah-risalah agama terdahulu, Islam memiliki syariah yang sangat istimewa, yakni bersifat komprehensif dan universal. Komprehensif berarti syariah Islam merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamalah), sedangkan universal berarti syariah Islam dapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat sampai Yaum al-Hisab nanti. Dalam pada itu, Alquran tidak memuat berbagai aturan yang terperinci tentang syariah yang dalam sistematika hukum Islam terbagi menjadi dua bidang, yakni ibadah (ritual) dan muamalah (sosial). Hal ini menunjukkan bahwa Alquran hanya mengandung prinsip-prinsip umum bagi berbagai masalah hukum dalam Islam, terutama sekali yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat muamalah.

            Bertitik tolak dari prinsip tersebut, Nabi Muhammad saw menjelaskan melalui berbagai hadisnya. Dalam kerangka yang sama dengan Alquran, mayoritas hadis Nabi tersebut juga tidak bersifat absolut, terutama yang berkaitan dengan muamalah. Dengan kata lain, kedua sumber utama hukum Islam ini hanya memberikan berbagai prinsip dasar yang harus dipegang oleh umat manusia selama menjalani kehidupan di dunia. Adapun untuk merespon perputaran zaman dan mengatur kehidupan duniawi manusia secara terperinci, Allah swt menganugerahi akal fikiran kepada manusia.

 

  1. B.      Kedudukan Akal dalam Islam serta Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan.

            Dalam pengertian Islam, akal merupakan daya berfikir yang terdapat dalam jiwa manusia, yaitu daya memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitar. Tidak jarang ayat-ayat Alquran mengandung anjuran, dorongan, bahkan perintah agar manusia banyak berfikir dan mempergunakan akalnya, diantaranya adalah firman Allah swt:

 

 

 

 

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran” (QS. Shad/38:29)

            Seperti halnya Alquran, Rasulullah saw juga menempatkan ajaran berfikir dan mempergunakan akal sebagai ajaran yang jelas dan tegas. Dalam hadisnya yang telah disebutkan, Rasulullah saw menyerahkan berbagai urusan duniawi yang bersifat detail dan teknis kepada akal manusia.

            `Kedua nash tersebut menunjukkan bahwa akal mempunyai kedudukan yang sangat penting dan tinggi dalam ajaran agama Islam. Sejalan dengan hal ini, Islam memerintahkan manusia untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Inilah letak korelasi yang erat antara Alquran sebagai kitab petunjuk umat manusia dengan ilmu pengetahuan.

            Alquran tidak menginginkan masyarakat yang dibentuknya memandang atau menilai al-fikrah al-qur’aniyyah (ide yang dibawa oleh Alquran) hanya terbatas pada fase penilaian berdasarkan keteladanan seseorang. Allah swt berfirman:

 

 

 

 

 

 

 

“Muhammad tiada lain kecuali seorang Rasul. Sebelum dia, telah ada rasul-rasul. Apakah jika sekiranya dia mati atau terbunuh, kamu berpaling ke agamamu yang dahulu? Siapa-siapa yang berpaling menjadi kafir, ia pasti tidak merugikan Tuhan sedikitpun dan Allah akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang bersyukur kepada-Nya” (QS. Ali Imran/3:144)

            Menurut Quraish Shihab, walaupun dalam bentuk istifham, ayat tersebut menunjukkan istifham taubikhi istinkary (pertanyaan yang mengandung kecaman, sekaligus larangan untuk melakukannya) yang berarti larangan menempatkan al-fikrah al-qur’aniyyah hanya sampai pada fase ini. Ayat tersebut merupakan dorongan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan pandangan dan penilaiannya terhadap suatu ide ke tingkat yang lebih tinggi, yakni fase kedewasaan atau fase penilaian ide berdasarkan nilai-nilai yang terdapat pada unsur-unsur ide itu sendiri, tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang menguatkan atau melemahkannya. Ayat ini juga melepaskan belenggu-belenggu yang dapat menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dalam alam fikiran manusia.

            Kandungan ayat tersebut dan ayat-ayat lain yang semisal telah menciptakan iklim baru dalam masyarakat dan mewujudkan udara yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Sebagai hasilnya, muncul para cendekiawan Muslim di berbagai bidang, termasuk ekonomi. Pemikiran-pemikiran mereka sangat mendominasi peradaban dunia selama hampir delapan abad, yakni sejak abad VII hingga abad XIII Masehi. Mereka melahirkan berbagai teori ilmu hanya untuk menyatakan kemahabesaran Allah swt.

  1. C.     Membahas Hubungan Antara Al-Quran Dengan Ilmu Pengetahuan Atau Pola Pikir Manusia

            Membahas hubungan antara al-Quran dengan ilmu pengetahuan atau pola pikir manusia, bukan dengan melihat, misalnya, adakah teori relativiti atau perbahasan tentang angkasa atau ilmu komputer terkandung di dalam al-Quran; tetapi yang lebih utama adalah melihat adakah jiwa ayat-ayatnya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan atau sebaliknya, serta adakah satu ayat al-Quran yang bertentangan dengan hasil penemuan ilmiah yang telah mantap? Dengan kata lain, meletakkannya pada sisi social psychology(psikologi sosial), bukan pada sisi history of scientific progress (sejarah perkembangan ilmu pengetahuan).

            Anggaplah bahawa setiap ayat daripada keseluruhan 6,226 ayat yang terkandung dalam al-Quran (menurut perhitungan ulama Kufah) mengandungi suatu teori ilmiah, kemudian apa hasilnya? Apakah manfaat yang diperoleh dengan mengetahui teori-teori tersebut apabila masyarakat tidak diberi “hidayah” atau petunjuk bagi kemajuan ilmu pengetahuan atau menyingkirkan hal-hal yang menghalangnya?

Malik bin Nabi di dalam bukunya Intaj Al-Mustasyriqin wa Atsaruhu fi Al-Fikriy Al-Hadits, menulis: “Ilmu pengetahuan adalah sekumpulan masalah serta sekumpulan metode yang dipergunakan menuju tercapainya masalah tersebut. Selanjutnya beliau menerangkan: “Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya terbatas dalam bidang-bidang tersebut, tetapi bergantung pula pada sekumpulan syarat-syarat psikologi dan sosial yang mempunyai pengaruh negatif dan positif sehingga dapat menghalang kemajuan ilmu pengetahuan atau mendorongnya lebih jauh.” Ini menunjukkan bahawa kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya dinilai dengan apa yang dipersembahkannya kepada masyarakat, tetapi juga diukur dengan wujudnya suatu suasana yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan itu.

            Sejarah membuktikan bahawa Galileo, ketika mengungkapkan penemuannya bahawa bumi ini beredar, tidak dikawal daripada suatu lembaga ilmiah. Bagaimanapun, masyarakat di sekelilingnya ketika itu menentang penemuannya itu atas dasar-dasar kepercayaan dogma, sehingga Galileo akhirnya menjadi ‘korban penemuannya sendiri’. Hal ini adalah akibat belum terwujudnya syarat-syarat sosial dan psikologi yang disebutkan di atas. Dari segi inilah kita dapat menilai hubungan al-Quran dengan ilmu pengetahuan.

            Di dalam al-Quran terkandung ayat-ayat yang menganjurkan untuk mempergunakan akal fikiran dalam memahami dan melakukan sesuatu perkara. Allah S.W.T berfirman :

 

 

 

 

 

Yang bermaksud : Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesungguhnya Tuhanku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia juga yang menyempitkan (bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya); akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (hakikat itu).” (Surah Saba’: 36).

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Ajaran islam sangat penting menghargai ilmu pengetahuan, ayat –ayat Al-guran banyak dekali memberi motivasi untuk intzhar/ meneliti baik secara terserat atau tersirat.

Pengembangan ilmu pengetahuan secara unum dan ilmu alam secara khusus, sejalan dengan ajaran islam yang mengiginkan kemudahan dan kesejahteraan manusia.

Pengembangan ilmu pengethuan dan ilmu pengetahuan alam yang berrtujuan untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok , tanpa mengiraukan kepeingan orang lain , bertentangan dengan tujuan islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSAKA

 

 

ochelandking.blogspot.com/2010/…/ilmu-kealaman-dasar.html

 

Quran web

           

id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_alam

 

mediabilhikmah.multiply.com/journal/item/159 – Filipina .

 

related:www.harunyahya.com/indo/buku/darwinisme01.htm

 

http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyingkap007.htm

 

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s