Zakat Ternak


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Zakat merupakan rukun Islam yang ke empat yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT akan harta yang kita miliki. Harta dikelompokkan menjadi bermacam-macam jenis, salah satunya adalah binatang ternak. Zakat binatang ternak dapat berupa zakat unta, zakat sapi, zakat kambing, dan zakat kuda atau himar. Pemberian zakat dilakukan berdasakan ketentuan nisab, dimana jumlah binatang ternak yang wajib dizakati harus sudah mencapai nisabnya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis akan mengulas lebih jelas mengenai zakat binatang ternak dalam makalah ini.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana bentuk klasifikasi binatang ternak?
2.Bagaimana persyariatan zakat binatang ternak?
3.Apa saja syarat wajib zakat binatang ternak?
4.Apa saja jenis binatang ternak yang wajib dizakati dan berapa nisabnya?

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Zakat Ternak
Zakat adalah kewajiban seseorang terhadap harta yang berada dalam tanggungannya jika telah mencapai satu Nishob. Kewajiban ini tidak berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menunaikannnya atau tidak, karena kemampuan ini adalah syarat untuk membayar zakat. Yang dimaksud dengan binatang ternak adalah unta, sapi betina, dan kambing. Sapi betina mencakup kerbau, dan kambing dalam segala jenis. Para ulama’ sepakat dalam menetapkan wajib zakat terhadap binatang-binatang yang tersebut, tetapi berselisih faham tentang binatang yang macam mana dari binatang-binatang itu yang terhadapnya diwajibkkan zakat. Mereka semua sepakat menetapkan zakat wajib terhadap unta, lembu, kerbau, kambing dan biri-biri. Kemudian kebanyakan mereka menetapkan, bahwa binatang-binatang yang tersebut terhadapnya diwajibkan zakat jika binatang-binatang itu mencari makan sendiri dengan pengembalaan. Adapun jika diberi makan si pemilik umpamanya, atau dipekerjakan tidak ada zakat terhadapnya. Demikian pendapat Imam Abu Hanifah, As Syafi’i dan Ahmad. Kata imam Abu Hanifah dan Ahmad: binatang yang dikembala dalam sebagian tahun, terhadapnya wajib zakat. Kata As Syafi’i: binatang yang wajib zakat adalah binatang yang dikembala sepanjang tahun.

B.Syarat-syarat Mengeluarkan Zakat

1)Sampai Nishab
Binatang ternak yang dikeluarkan zakatnya harus mencapai jumlah tertentu, yaitu sampai nishabnya (batas minimal dikenakan zakat), tidak hanya asal sudah mempunyai beberapa ekor, sudah dikenakan zakat.

2)Haul (telah dimiliki selama satu tahun)
Binatang ternak itu dikeluarkan zakatnya sesudah mencapai usia satu tahun. Ketentuan ini berlaku berdasarkan praktik yang telah berlaku, yang pernah dilaksanakan oleh rosulullah dan khulafaurrasyiddin.

3)Binatang Gembalaan
Binatang gembalaan tidak sepenuhnya makanannya dari sipemilik karena setiap hari dilepas di lapangan dan tidak begitu memberatkan pemilik dalam pembiayaan. Dan dalam masalah pembiayaan ini jelas Berbeda dengan hewan yang hidupnya di kandang.

4)Tidak Dipekerjakan
Binatang ternak yang dipergunakan pemiliknya untuk kepentingan pemiliknya, tidak dikenakan zakatnya, seperti untuk menggarap tanah pertanian, untuk angkutan, dan untuk mengambil air sebagai sarana irigasi. Pendapat diatas berbeda dengan pendapatnya imam Malik yang mengatakan bahwa meskipun hewan ternak tersebut dalam kandang atau di lepas masih dikenakan zakatnya.

C.Jenis Binatang Ternak yang Wajib Dizakati dan Nisabnya
1.Zakat Unta
•Apabila syarat-syarat diwajibkannya zakat atas unta telah terpenuhi, maka dalam setiap lima unta zakatnya adalah satu kambing, dalam sepuluh unta adalah dua kambing, dalam lima belas unta adalah tiga kambing, dan dalam dua puluh unta adalah empat kambing.
•Apabila jumlah unta mencapai dua puluh lima ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah unta betina yang berumur satu tahun dan memasuki umur dua tahun atau yang disebut bintu makhaadh. Dinamakan bintu makhaadh karena biasanya induknya telah hamil lagi. Akan tetapi, hamilnya induk tidak menjadi syarat dinamakannya anak unta tersebut sebagai bintu makhaadh.
•Apabila tidak ditemukan bintu makhaadh, maka boleh dibayar dengan unta jantan yang berumur dua tahun dan memasuki umur tiga tahun atau disebut juga dengan ibnu labun. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila tidak ada unta betina yang berumur satu tahun dan memasuki umur dua tahun sebagai zakat, maka dibayar dengan unta jantan yang berumur dua tahun dan memasuki umur tiga tahun (ibnu labun).” (HR Abu Dawud)
•Apabila jumlah unta mencapai tiga puluh enam ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah unta betina yang berumur dua tahun dan memasuki umur tiga tahun atau disebut juga bintu labun. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a dari Rasulullah, yang diantara isinya adalah : “Apabila jumlah unta mencapai tiga puluh enam hingga empat puluh lima ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah unta betina yang berumur dua tahun dan memasuki umur tiga tahun.”

Hal ini juga sudah menjadi kesepakatan para ulama (Ijma’).
Bintu labun adalah unta betina yang berumur dua tahun. Penamaan ini adalah berdasarkan umurnya, juga karena biasanya induknya telah melahirkan kembali sehingga mempunyai susu lagi. Akan tetapi, ini bukanlah syarat dinamakan unta betina yang berumur dua tahun sebagai bintu labun, melainkan ini merupakan definisi umum baginya.
•Apabila jumlah unta mencapai empat puluh enam ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah haqqah, yaitu unta yang genap berumur tiga tahun. Dinamakan haqqah karena dalam umur ini unta betina sudah layak dikawini, mengandung, dan ditunggangi.
•Apabila jumlah unta mencapai jumlah enam puluh satu ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah jadz’ah, yaitu unta yang genap berumur empat tahun. Dinamakan jadz’ah, karena dalam umur ini gigi unta mulai ada yang tanggal.

Dalil kewajiban mengeluarkan jadz’ah sebagai zakat dari jumlah di atas adalah hadits yang terdapat dalam kitab sahih bahwa rasulullah bersabda,
“Apabila jumlah unta mencapai enam puluh satu hingga tujuh puluh lima ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah unta yang berumur empat tahun (jadz’ah).”
Para ulama juga telah sepakat akan hal ini.
•Apabila jumlah unta mencapai tujuh puluh enam ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah dua ekor unta betina yang berumur dua tahun. Hal ini sebagaimana tedapat dalam hadist sahih yang di dalamnya disebutkan, “Apabila jumlah unta telah mencapai tujuh puluh enam hingga Sembilan puluh ekor, maka zakatnya adalah dua unta betina yang berumur dua tahun.”
Dan ini juga merupakan ijma’ para ulama.
•Apabila jumlah unta mencapai Sembilan puluh satu ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah dua ekor unta yang umurnya genap tiga tahun (haqqah). Hal ini berdasarkan hadist sahih yang diantara isinya adalah, “Jika jumlah unta mencapai sembilan puluh satuhingga seratus dua puluh ekor, maka zakatnya adalah dua haqqah yang dapat dikawini oleh pejantan.”
•Apabila jumlah unta lebih satu dari seratus dua puluh ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah tiga ekor unta betina yang berumur dua tahun. Hal ini berdasarkan hadits tentang bentuk-bentuk sedekah yang diantara isinya, “Apabila jumlah unta lebih dari seratus dua puluh ekor, maka dalam setiap tambahan lima puluh ekor, zakat yang wajib dikeluarkan adalah satu ekor unta betina yang berumur tiga tahun. Apabila lebihnya adalah empat puluh ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah satu ekor unta betina yang berumur dua tahun. Kemudian dalam setiap tambahan empat puluh ekor, zakat yang wajib dikeluarkan adalah satu ekor unta betina yang berumur dua tahun. Dan, dalam setiap tambahan lima puluh ekor, zakat yang wajib dikeluarkan adalah satu ekor unta betina yang berumur tiga tahun.”

2.Zakat sapi
•Kewajiban zakat atas sapi merupakan ketetapan nash dan ijma’ para ulama. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah bersabda, “Setiap pemilik unta, sapi, kambing yang tidak dapat menunaikan zakat dari ketiganya, maka pada hari Kiamat akan datang kepadanya hewan ternaknya yang paling besar dan paling gemuk, yang akan menanduknya dan menginjaknya.”
Diriwayatkan dari Ahmad dan Tirmidzi dari Mu’adz bin Jabal r.a. bahwa ketika Rasulullah mengutusnya ke Yaman, beliau memerintahkannya untuk mengambil zakat dari sapi. Yaitu dari setiap tiga puluh ekor sapi, zakatnya adalah satu ekor sapi yang berumur satu tahun dan memasuki umur dua tahun. Dan, dari setiap empat puluh ekor sapi, zakatnya adalah satu ekor sapi yang giginya sudah lengkap.
•Apabila jumlah sapi mencapai tiga puluh ekor, maka zakatnya adaah sapi jantan atau sapi betina yang berumur satu tahun dan memasuki umur dua tahun, yang disebut juga dengan tabi’i atau tabii’ah. Dinamakan demikian karena pada umur tersebut sapi masih mengikuti induknya untuk merumput.
•Apabila jumlahnya lebih sedikit dari tiga puluh ekor, maka tidak ada zakat yang wajib dikeluarkan. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal r.a., ia berkata, “Ketika Rasulullah mengutusku ke Yaman, beliau memerintahkanku untuk tidak mengambil sesuatu pun dari unta yang jumlahnya tidak mencapai tiga puluh ekor.”
•Apabila jumlah sapi mencapai empat puluh ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah satu ekor sapi yang giginya sudah lengkap, yaitu sapi yang berumur dua tahun. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang juga diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Mu’adz r.a., ia berkata,” Rasulullah memerintahkanku untuk mengambil satu ekor sapi jantan atau sapi betina yang berumur satu tahun dari setiap tiga puluh ekor sapi, dan satu ekor sapi yang berumur dua tahun dari setiap empat puluh ekor sapi.”
•Apabila jumlahnya lebih dari empat puluh ekor, maka dalam setiap tiga puluh ekor zakatnya adalah satu ekor sapi yang berumur satu tahun. Dan, dalam setiap empat puluh ekor zakatnya adalah satu ekor sapi yang berumur dua tahun.
•Sapi yang berumur dua tahun disebut dengan musinnah karena pada umur ini sapi tersebut telah lengkap giginya, dan disebut juga dengan tsaniyyah.

3.Zakat Kambing
•Dasar kewaiban zakat kambing adalah Sunnah dan Ijma’. Dalam hadits sahih yang diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa Abu Bakar r.a. menulis surat kepadanya ketika mengutusnya ke Bahrain, yang dintara isisnya adalah,”Ini adalah kewajiban zakat yang diwajibkan oleh Rasulullah kepada kaum muslimin dan yang dipeintahkan Allah kepada Rasul-Nya”, hingga kata-katanya,”Zakat wajib yang dikeluarkan dari empat puluh hingga seratus dua puluh ekor kambing yang diberi makan dari padang rumput umum adalah satu ekor kambing.”
•Apabila jumlah kambing mencapai empat puluh ekor, baik domba maupun kambing biasa, maka zakatnya adalah satu ekor domba yang berumur enam tahun atau kambing biasa yang berumur satu tahun. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Suwaid bin Ghaflah, ia berkata, “Pada suatu hari, salah seorang kepercayaan Rasulullah datang kepada kami dan ia berkata,”Kami diperintahkan untuk mengambil satu ekor domba betina yang berumur enam bulan dan kambing biasa yang berumur satu tahun.”
•Zakat tidak wajib dikeluarkan dari kambing yang jumlahnya kurang dari empat puluh ekor. Ini berdasarkan surat Abu Bakar r.a. kepada Anas Bin Malik r.a. yang di antara isinya adalah,” Apabila kambing gembalaan seseorang kurang satu saja dari empat puluh ekor, maka ia tidak wajib mengeluarkan zakat. Kecuali jika pemiliknya menghendaki untuk mengeluarkannya.
•Apabila jumlah kambing mencapai seratus dua puluh satu ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah dua kambing. Hal ini juga sebagaimana terdapat dalam surat Abu Bakar r.a. di atas, yang di antara isinya adalah,” Apabila jumlah kambing lebih dari seratus dua puluh ekor, aka zakatnya adalah dua ekor kambing.”
•Apabila jumlah kambing mencapai dua ratus satu ekor, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah tiga kambing. Ini juga berdasarkan surat Abu Bakar r.a. di atas, yang di antara isinya adalah,”Apabila jumlahnya lebih dari dua ratus ekor, maka zakatnya adalah tiga ekor kambing.”
•Setelah jumlah terakhir ini (dua ratus satu ekor), maka jumlah kambing dan zakat yang wajib dikeluarkan darinya menjadi tetap. Yaitu, dalam setiap seratus ekor kambing zakatnya adalah satu ekor kambing, dalam empat ratus ekor kambing zakatnya adalah empat ekor kambing, dalam lima ratus ekor kambing adalah lima ekor kambing, dalam enam ratus ekor kambing zakatnya adalah enam ekor kambing dan seterusnya.
Di antara isi surat tentang zakat yang ditulis dan di praktikan oleh Abu Bakar r.a. juga dipraktikkan oleh Umar ibnul Khaththab r.a. hingga wafat adalah,”Dalam empat puluh hingga seratus dua puluh ekor kambing, zakatnya adalah satu ekor kambing. Apabila lebih dari satu saja dari seratus dua puluh ekor, maka zakatnya adalah dua kambing, dan ini hingga dua ratus ekor kambing. Apabila bertambah satu dari dua ratus hingga tiga ratus ekor, maka zakatnya adalah tiga ekor kambing. Apabila jumlahnya lebih dari tiga ratus ekor, maka zakatnya tidak lebih dari tiga kambing hingga jumlahnya mencapai empat ratus ekor. Apabila jumlah kambingnya lebih banyak lagi, maka zakat yang wajib dikeluarkan dalam setiap seratus ekor adalah satu ekor kambing.” Demikian riwayat Bukhari dan Muslim.
•Kambing yang tua atau cacat yang tidak bisa digunakan untuk kurban, tidak boleh digunakan untuk membayar zakat, kecuali jika semua kambing yang dimiliki oleh seseorang kondisinya demikian. Begitu juga dengan kambing yang hamil, induk yang sedang merawat anaknya, atau yang baru dikawini oleh kambing jantan karena biasanya kambing yang baru dikawini ini langsung hamil.
Hal ini berdasarkan hadits sahih dari Abu Bakar r.a. ia berkata,
“Tidak boleh digunakan untuk membayar zakat, kambing yang tua dan kambing yang matanya cacat. Juga tidak dikeluarkan sebagai zakat kambing pejantan, kecuali dikehendaki oleh pemiliknya.”
Allah berfirman,
“Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya.” (Al-Baqarah : 267)
Rasulullah juga bersabda,
“Akan tetapi dari harta kalian yang tengah-tengah (tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek) karena sesungguhnya Allah tidak meminta dari harta kalian yang paling bagus, tidak pula meminta harta kalian yang jelek.”
Dengan demikian, zakat tidak diambil dari kambing yang sangat dsukai oleh pemiliknya, tidak pula dari kambing yang gemuk yang disiapkan untuk dimakan sendiri atau kambing yang banyak makan sehingga menjadi gemuk. Rasulullah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal r.a.,
“Jauhilah harta mereka yang berharga.” (Muttafaq Alaih)
•Yang diambil untuk zakat adalah harta yang tidak terlalu bagus dan tidak terlalu buruk. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah,
“Akan tetapi dari harta mereka yang sedang-sedang.”
•Akan tetapi, kambing yang sakit juga boleh digunakan sebagai zakat apabila semua kambing yang dimiliki oleh seseorang dalam keadaan sakit. Karena zakat merupakan kewajiban yang bersifat toleran. Sehingga, jika seseorang diwajibkan membayar zakat dengan kambing yang sehat, padahal ia tidak memilikinya dan hanya memiliki kambing-kambing yang sakit, maka hal ini tidaklah bijaksana. Dan dibolehkan membayar zakat dengan kambing kecil, jika semua yang dimilikinya adalah kecil.
•Apabila seseorang berkehendak untuk membayar zakat dengan apa yang lebih baik dari yang wajib ia keluarkan, maka hal itu lebih baik dan lebih banyak pahalanya.
•Apabila sekawanan kambing yang dimiliki oleh seseorang terdiri dari kecil dan besar, sehat dan cacat atau jantan dan betina, maka yang dikeluarkan sebagai zakat adalah yang terbaik dari kedua sifat tersebut, yaitu kambing betina yang sehat dan besra. Maka, cara mengeluarkan zakanya adalah dengan menghitung nilai kelompok kambing yang besar sehingga dapat diketahui zakat yang wajib dikeluarkan dari kelompok tersebut. Begitu juga dengan kambing-kambing yang kecil. Kemudia zakat yang wajib dikeluarkan dibagi di antara keduanya dengan hitungan yang adil.
•Hal ini juga berlaku bagi hewan ternak yang lain yang bercampur antara yang sehat dengan yang cacat atau antara jantan dan betina.
•Apabila zakat wajib dikeluarkan dari kelompok kambing yang besar dan sehat adalah dua puluh ekor, dan zakat yang wajib dikeluarkan dari kelompok kambing yang kecil dan sakit adalah sepuluh ekor, maka diambil setengah dari kelompok pertama dan setengah dari kelompok kedua. Sehingga, yang dikeluarkan seluruhnya adalah lima belas.
•Diantara pembahasan tentang zakat hewan ternak adalah hokum zakat bagi hewan ternak yang dimiliki oleh dua orang atau lebih. Bentuk penggabungan harta yang dimiliki oleh lebih dari satu orang (khilthah) ada dua macam.
Pertama : Khalthatul A’yaan. Yaitu, apabila harta tersebut adalah milik dua orang atau lebih yang antara milik satu orang dengan milik orang lain tidak ada pembeda yang jelas. Seperti jika setengah atau seperempat dari hewan ternak adalah milik salah seorang dari mereka.
Kedua : Khalthatul Aushaaf. Yaitu, apabila perbedaan bagian dari milik masing-masing orang diketahui dengan jelas, akan tetapi semuanya berada dalam satu tempat.
Setiap jenis dari bentuk penggabungan itu mempengaruhi pengeluaran zakat, baik dalam hukum maupun kadarnya. Maka, kedua bentuk penggabungan itu menjadikan harta milik dua orang bagaikan milik satu orang adalah dengan syarat sebagai berikut :
1.Jumlah keseluruhannya mencapai batas nisab. Apabila tidak mencapai batas nisab, maka tidak ada zakat atas harta gabungan tersebut. Jadi zakat wajib dikeluarkan darinya jika jumlah keseluruhannya mencapai batas nisab, walaupun jika dipisahkan kepada bagian masing-masing tidak mencapai batas nisab.
2.Para pemilik harta tersebut adalah orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat. Apabila salah seorang mereka tidak termasuk orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat, seperti orang kafir, maka setiap bagian mempunyai hukum masing-masing.
3.Harta gabungan yang berupa binatang ternak, harus berada dalam satu kandang, satu atap, satu tempat berkumpul sebelum pergi ke tempat gembalaan, satu tempat gembalaan, satu tempat pemerahan susu, dan mempunyai pejantan yang sama. Apabila salah seorang pemilik ternak gabungan tersebut memerah susu di tempat tertentu, sedangkan pemilik lainnya memerah susu di tempat lain, atau setiap bagian memiliki tempat gembalaan masing-masing, maka penggabungan tersebut tidak berpengaruh dalam pengeluaran zakat.
Apabila semua syarat di atas terpenuhi, maka harta dua orang atau lebih yang digabungkan dianggap sebagai suatu harta. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW., “Tidak boleh dicampur antara harta yang terpisah, dan tidak boleh dipisah antara harta yang bercampur karena takut dari kewajiban zakat. Dan, apabila harta tersebut milik dua orang yang digabung, maka keduanya mengambil bagiannya masing-masing dengan sama.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Maajah)
Apabila harta gabungan tersebut berupa empat puluh ekor kambing yang dimiliki dua orang, sedangkan satu orang dari keduanya memiliki satu ekor dan yang lain memiliki tiga puluh sembilan ekor, atau empat puluh ekor kambing tersebut dimiliki oleh empat empat puluh orang dan setiap dari mereka memiliki satu ekor kambing serta kepemilikan mereka terhadap seluuh kambing tersebut mencapai satu tahun dengan terpenuhinya syarat-syarat yang telah disebutkan, maka mereka secara bersamaharus mengeluarkan zakat berupa satu ekor kambing, sesuai dengan kambing yang mereka miliki. Untuk contoh pertama–satu orang memiliki satu ekor dan yang lain memiliki tiga puluh sembilan ekor-, maka orang yang memiliki satu ekor kambing harus membayar seperempat puluh kambing (1%), sedangkan pemilik tiga puluh sembilan ekor kambing harus membayar sisanya. Dalam contoh kedua-setiap orang memiliki satu ekor kambing-, maka setiap orang harus mebayar seperempat puluh kambing (1%). Seandainya tiga orang memiliki seratus dua puluh ekor kambing dan setiap orang memiliki empat puluh ekor kambing, maka setiap orang membayar satu ekor kambing atau setiap orang membayar satu pertiga dari zakat yang harus dikeluarkan.
Menurut Ahmad pemisahan harta juga mempunyai pengaruh dalam pengeluaran zakat itu. Menurut Ahmad, apabila hewan ternak yang dimiliki seseorang terpencar-pencar dan setiap bagian terpisah dari yang lain di atas jarak dimana seseorang boleh mengqashar shalat, maka setiap kawana ternak mempunyai hukum masing-masing dan tidak ada kaitannya dengan bagian yang lain. Jika satu kawanan ternak mencapai batas nisab, maka wajib dikeluarkan zakat darinya. Dan jika tidak, maka tidak wajib membayar zakat. Dan dalam penghitungan zakat, menurut Ahmad setiap bagian tidak digabungkan dengan yang lain.
Jumhur ulama mengatakan bahwa pemisahan harta milik satu orang, tidak berpengaruh bagi pengeluaran zakat. Sehingga secara hukumnya, seluruh ternaknya yang terpisah-pisah tersebut digabungkan menjadi satu.

4.Zakat Kuda, Keledai dan Himar
Tidak wajib zakat bagi hewan yang tidak termasuk dalam hewan bukan ternak: unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Karena itu tidak wajib zakat pada kuda, baghal, dan keledai kecuali jika untuk diperdagangkan.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pembagian klasifikasi zakat binatang ternak berupa : pemeliharaan hewan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok/alat poduksi, hewan yang di pelihara untuk tujuan memproduksi suatu hasil komoditas tertentu seperti binatang yang disewakan, hewan pedaging atau hewan susu perahan, dan hewan yang digembalakan untuk tujuan peternakan. Jenis hewan ternak seperti inilah yang termasuk dalam kategori aset wajib zakat binatang ternak.
Syarat binatang ternak yang dizakati yaitu : binatang ternak itu adalah unta, sapi, dan kambing yang jinak, bukan kambing liar ; jumlah binatang ternak itu hendaknya mencapai nisab zakat ; pemilik binatang ternak itu telah memiliki binatang itu selama satu tahun penuh ; binatang itu termasuk binatang yang mencari rumput sendiri (sa’imah) atau digembalakan dan bukan binatang diupayakan rumputnya dengan biaya pemilik, tidak dipakai untuk membajak dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
https://acehmillano.wordpress.com/2016/02/16/zakat-ternak/
http://adamakalahlengkap.blogspot.co.id/2016/01/zakat-ternak.html
Al-Fauzan, Saleh.2005.Terjemah Al-Mulakhkhasul Fiqhi.(Jakarta : Gema Insani Press) Cet. 1 h.249
Hasan, Ali.2006.Zakat dan Infak ; Salah Satu Solusi Mengatasi Problema Sosial diIndonesia.(Jakarta: Kencana Prenada Media Group) Cet.1 h.s28
Mufraini, Arief.2006.Akuntansi dan Manajemen Zakat,.(Jakarta: Kencana Prenada Media Group) Cet.2 h.100-101
Wahbah al-Zuhayly.1995. Zakat Kajian Berbaga Mazhab.(Bandung: PT Remaja Rosda Karya) Cet.1 h. 224
Op Cit, Hasan, Ali. h.31
Sayyid, Sabiq.2006. Fiqih Sunnah 1.(Jakarta Pusat : Pena Pundi Aksara) Cet.1 h. 541

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Perkembangan Awal Kehidupan Masyarakat Kulit Putih Di Australia


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Sampai pada abad ke 16 wilayah benua Astralia masih belum diketahui dengan pasti oleh bangsa-bangsa Eropa. Hal ini bisa dilihat dari peta-peta yang mereka buat. Keberadaan Australia dalam peta-peta yang dibuat orang Eropa barua tercantum pada peta yang diterbitkan di Amsterdam dalam tahun 1594 dalam peta ini di ujung selatan digambarkan daratan yang sangat luas dan diberi nama Terra Australis.
Australia merupakan benua terkecil di dunia yang berpenduduk homogen dengan gaya hidup yang mirip dengan gaya hidup orang Eropa dan Amerika. Selama abad ke-17, orang Belanda yang secara teratur hilir mudik dari negeri Belanda ke Jawa, yaitu daerah koloninya di Asia Tenggara, mencapai benua Australia yang lalu dinamainya New Holland. Pada tahun 1606, Williem Jansz, yang memimpin sebuah kapal Belanda Dhuyfken, mendarat disisi Timur Teluk Karpentaria, di Weipa, yaitu tempat yang banyak mengandung endapan boksit yang kini sedang digarap.
Masyarakat kulit putih di Australia merupakan masyarakat pendatang yang sebagian besar merupakan narapidana yang datang dari Inggris, para narapidana ini kemudian bermukim dan menjadi penduduk Australia.

B.Rumusan Masalah
Agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penyusunan makalah ini, maka kami merumuskan masalah sebagai berikut :
1.Bagaimana awal kedatangan bangsa-bangsa ke Australia ?
2.Bagaimana perkembangan awal masyarakat awal kulit putih di Australia ?
3.Bagaimana perkembangan pada masa empat gubernur pertama di Australia ?
4.Bagaimana perkembangan pada masa pemerintahan Lachlan Macquarie ?

C.Tujuan dan Manfaat
Tujuan Pembuatan makalah ini yaitu :
1.Menjelaskan tentang bagaimana awal kedatangan bangsa-bangsa ke Australia.
2.Menjelaskan tentang bagaimana perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia.
3.Menjelaskan tentang perkembangan pada masa empat gubernur pertama di Australia.
4.Menjelaskan tentang perkembangan pada masa pemerintahan Lachlan Macquarie.

Manfaat pembuatan makalah ini yaitu :
1.Memberikan informasi tentang bagaimana awal kedatangan bangsa- bangsa ke Australia.
2.Memberikan informasi tentang perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia.
3.Memberika informasi tantang perkembangan pada masa empat gubernur pertama di Australia.
4.Bagaimana perkembangan pada masa pemerintahan Lachlan Macquarie.

D.Metode Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah menggunakan metode kepustakaan yaitu memberikan gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan permasalahan melalui literatur buku dan jurnal yang tersedia di media masa atau internet.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Awal Kedatangan Bangsa Kulit Putih Ke Australia
Pada Abad ke XV para pelaut Eropa mulai menjelajahi negeri- negeri yang jauh bersaing secara tajam untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan seperti sutera, rempah-rempah, emas, permata dan barang-barang lainnya yang dihasilkan oleh dunia Timur. Keberhasilan Bhortolomeus Dias mencapai Tanjung Harapan, vasco Da Gama yang telah sampai di India tahun 1498, membuka jalan menuju Timur sampai ke Maluku. Garis pelayaran Eropa- Tanjung Harapan- Pantai timur Afrika Ormuz- India- Malaka- Maluku rutin dilalui oleh Portugis. Jalur pelayaran Portugis ini membuka jalan menuju penemuan benua Australia oleh bangsa Eropa dari arah Barat. (Hudaidah, 2004:11).
Sedangkan pelayaran yang dilakukan Spanyol memulai ekspedisinya melalui Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik menuju Timur juga membuka jalan bagi penemuan benua Australia yang sering disebut Terra Australia Incoqnito itu. Orang Spanyol yang dalam pelayarannya telah mendekati Australia yaitu Luis de Torres. Pada tanggal 21 Desember 1605 ikut dalam ekspedisi Pedro Fernandes De Quiros orang yang mendapat tugas dari Raja Philip III untuk melakukan kolonialisasi dan mencari daratan selatan, Torres adalah wakil pemimpin ekspedisi tersebut. Dalam perjalanan terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh anak buah kapal Quiros sehingga mereka harus kembali. Torres dengan 2 buah kapal dibawah pimpinannya memutuskan untuk tidak kembali, ia nertekad berlayar terus dan ia telah memasuki perairan disebelah Selatan irian. Torres tidk melihat apalagi menemukan Australia namun namanya diabadikan pada selat yang memisahkan antara Australia dengan Irian. ( Hudaidah, 2004: 11).
Pelayaran bangsa Belanda mempunyai arti penting dalam penemuan benua Australia oleh Inggris. Para pelaut Belanda yang mau menuju Indonesia telah sampai di pantai- pantai Australia misalnya :
a.Willem Janz pada tahun 1606 dengan kapal Duyfken yang ingin menyelidiki pantai selatan irian lalu ia memotong selat Torres hingga sampai di pantai Barat Semenanjung York.
b.Hendrik Brouwer tahun 1611, dalam pelayarannya tidak sengaja menemukan jalan baru menuju Jawa dengan rute yang lebih pendek yaitu melalui pantai Barat Australia.
c.Dirk Hortog pada tanggal 25 Oktober 1616 dalam pelayaran menuju Banten telah tiba di pantai Barat Australia dan mendarat di pulau-pulau yang sekarag bernama Hartog Island. Di pulau ini ia menancapkan sebuah tiang dan meninggalkan piring yang dipakukan pada tiang tersebut. Pada piring tersebut ditulis kalimat “ pada ranggal 25 Oktober 1616 kapal Eendracht dibawah pimpinan Dirk Hortog dan Amsterdam telah sampai ditempai ini dan berlayar lagi menuju Banten pada tanggal 27 bulan yang sama”.
d.Federick de Houtman, tahun 1619 sampai di pantai Barat Australia sebelah selatan kota perth sekarang lalu ia menyusuri pantai Barat Australia ke arah Utara dan hampir saja mengalami kecelakaan disuatu tempat diberinya nama Abrolhos yang artinya buka mata. (Hudaidah, 2004: 11).
Menjelang akhir abad ke-16, banyak kapal Eropa berlayar semakin jauh dari tanah airnya. Perlahan-lahan, berbagai laporan tentang adanya benua selatan sampai ke berbagai pelabuhan di Eropa. Pada tahun1642 perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda mengirim dua kapalnya yangg dipimpin oleh seorang navigator terbaiknya, Abel Jonszoon Tasman, berlayar menuju daerah selatan yang belum dikenalnya. Misinya adalah “ menemukan dan mengeksplorasi wilayah timur dan selatang yang mungkin kaya”. Dibulan Desember pada tahun itu pula, Tasman melihat “ tanah luas yang melayang tinggi” dan lalu memetakannya. Dia menyebut tanah ini dengan Staaten Landt, tetapi kemudian pemerintah Belanda menamainya dengan Nieuw Zeeland, yaitu nama suatu nama propinsi di baratadaya Belanda. Namun berbagai laporan umum tentang daratan selatan yang luas ini tidaklah begitu menggembirakan sehingga tidak terdapat keinginan yang besar untuk lebih menguak dan bermukim di benua ini. (Samuel, 2003: 157).
Orang Inggris yang mula- mula sampai ke Australia adalah seorang petualang William Dampier yang pada tahun 1688 membawa kapalnya Cygnet, ke selat King. Dia adalah seorang Inggris yang pertama bercerita tentang bagian benua yang di kunjunginya, tetapi gambaran tentang pantainya yang gersang serta penduduknnya yang primitif tidak merangsang orang Inggris untuk mengikutinya. Baru setelah tiga perempat abad berikutnya, yaitu pada 20 April 1770 Kapten James Cook dari angkatan laut kerajaan Inggris juga seorang pelaut dan Navigator ulung ketika itu , dia telah berlayar ke arah barat dari Selandia Baru. Dia juga sedang mencari benua selatan yang telah melegenda. Dengan sebuah kapal yang bernama Endeavour, Cook ( bersama 90 orang awak kapalnya) berlayar dari Tahiti, yaitu suatu pulau tempat ia mengamati transit planet Venus bagi kerajaan dan masyarakat Inggris. Dia berlayar mengelilingi kepulauan Selandia Baru dan memetakannya dengan ketepatan yang luar biasa. Sir Joseph Bank, seorang naturalis yang ikut bersama dikapalnya, mencatat tentang berbagai informasi tentang kehidupan tanaman dan satwa di kepulauan Selandia baru ini. Bank juga mencatat bahwa “kehampirpastian menjadi santapan orang Maori disaat kami mendarat menambah kecemasan bagi awak kapal yang kandas ini”. ( Samuel, 2003: 158).
Cook kembali ke Selandia Baru sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1772 dan 1777. Terdapat juga beberapa ekspedisi lainya, termasuk yang dipimpin oleh beberapa orang Prancis. Teori- teori motivasi pembentukan koloni Inggris di Australia yaitu :
1.The Carnaval of Crime
Pada akhir abad ke XIII kejahatan di Inggris meningkat dan memuncak sehingga masa itu disebut the carnaval of crime, penjara- penjara penuh oleh tawanan yang dianggap sebagai pemberontak oleh raja Hendrick VIII, meningkatnya pengangguran dan kemiskinan ekses dan revolusi industri juga menambah kejahatan. Sehingga pemerintah bingung menampung para tawanan yang terus bertambah kemana akan ditempatkan.
2.Kemerdekaan Amerika
Merdekanya Amerika juga menambah permasalahan sosial di Inggris, sebelumnya para tawanan dibuang ke Amerika dan Kanada tetapi tidak bisa lagi. Bahkan Inggris kembali harus menampung kolaborator yang waktu Revolusi Amerika mendukung Inggris yang sering disebut American loyalist.
3.Permasalahan ekonomi
Meningkatnya perdagangan Inggris dengan dunia Timur ( Cina) sehingga Inggris membutuhkan pangkalan untuk Supply base bagi kapal- kapal dagangnya.
4.Adanya usul Joseph Banks tentang Botany Bay
Kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam menangani para narapidana yang meningkat tajam serta tempat pembuangannya, mendorong Banks mengusulkan Botany bay sebagai solusi tempat pembuangan. Usul tersebut diterima kabinet William Pitt.
5.Keinginan inggris untuk merealisasikan rencana Cook tentang potensi ekonomi yang dimliki oleh daerah Pasifik Selatan dalan rangka membangun emperium yang kaya raya di Selatan. ( Hudaidah, 2004: 14).
Bangsa Australia yang dominan berkulit putih serta memiliki sosial, budaya dan politik berlatar belakang Inggris yang tergolong barat, bermula dari koloni Inggris yang pada tahun 1786 diberi nama New shout Wales.( Siboro, 2012: 14).

B.Perkembangan Awal Masyarakat Kulit Putih Di Australia
Menjelang akhir abad ke-18, setelah orang Eropa megetahui lebih banyak lagi tentang Selandia Baru, wilayah ini perlahan-lahan dibuka. Pada mulanya, panenan raya di laut selatan telah memikat para pemburu ikan paus dan anjing laut dari Australia, Amerika, Inggris dan Prancis. Berbagai stasiun penagkapan ikan paus dibangun disepanjang pantai di kedua pulau Selandia Baru. Persaingan diantara pemburu ini semakin menjadi tajam sehingga kadang-kadang hal ini hampir mendekati perompakan dan segera setelah itu, beberapa jenis ikan paus hampir punah. Perdagangan kayu dan rami juga berkembang dengan pesatnya. Serat rami yang kuat yang digunakan untuk tali, dijual barter oleh orang Maori dengan berbagai barang impor. (senjata dan minuman keras merupakan barang yang banyak disukai mereka). Pelabuhan di wilayah utara, yaitu pusat perdagangan ini berlangsung, menjadi semarak bagaikan kota-kota garis depan. Untuk menjelajah dan mengembangkan Australia bukan hal yang mudah. Kehidupan parapenghuni awal sangatlah sulit karena bertani hanya menggunakan peralatan yang sederhana di lahan yang kurang subur tentulah sangat sulit. Berbagai pemukimn narapidana didirikan di Hobart, Tasmania; di Teluk Moreton, yang akhirnya menjadi Brisbane; dan di Australia bagian Barat. Pemukim merdeka lalu berdatangan dalam kelompok kecil dan banyak diantara narapidana yang telah dibebaskan tetap tinggal di Australia. Berbagai pemukiman lain perlahan-lahan berdiri di Pert, di tepi Sungai Swan, di Adelaide, dan di Melbourne. (Samuel, 2003:142).
Selama 25 tahun pertama, permukiman disekitar Port Jackson mengumpul di sekitar pegunungan Biru, sekitar 80 km ke arah barat.pegunungan ini, walaupun tidak menjulang tinggi, sangatlah berteras-teras, khususnya di lereng timur. Pada tahn 1813, sekelompok penjelajah menemukan jalan melintasi pegunungan ini dan melihat daerah subur di balik ini. Dibukanya lahan luas yang yang belum dikenal ini merupakancerita keberanian, kekerasan dan ketabahan. Selama tiga perempat abad para penjelajah narapidana, pelaut, peneliti, ilmuwan dan pemukim memainkan pekerjaan penting di dalam pekerjaan yang sangat dramatis ini.( Samuel, 2003: 142).
Diantara para pionir ini adalah Hamilton Hume dan William Hovell, yang pada tahun 1824 bertolak dari Sydney dan berjalan darat ke Teluk Porth Phillip, sekarang melbourne. Di dalam petualangan ini orang Eropa meintasi sungai utama Australia, Murray, untuk yang pertama kalinya. Allan Cunningham, seorang penjelajah dari ahli tumbuh-tumbuhan menyekidiki ke arah utara pada tahun 1820-an dan menemukan lahan subur di Darling Downs dan berjalan dari Darling Downs ke Teluk Moreton.
Pada awal abad ke-19, krisis ekonomi yng menyusul terjadinya perang Napoleon telah mengakibatkan kemelaratan diantara masyarakat pekerjaa di eropa. Ribuan orang berimigrasi khususnya dari Inggris untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Menjelang tahun 1840, Inggris telah memuutskan untuk menduduki Selandia Baru. Ada tahun 1837, Edward Gibbon Wakefield, seorang spesialis di bidang yang disebutnya sebagai “ Seni kolonisasi” , mendirikan perusahaan Selandia Baru untuk mengorganisasi pemukiman di wilayah baru ini. Dia berharap untuk dapat menciptakan masyarakat Inggris di laut Selatan dengan struktur kelasnya didasarkan pada kelas buruh yang pada suatu saat dapat menjadi para tuan tanah. Dengan bantuan yang disediakan oleh perusahaan , ribuan orang mulai berimigrasi ke Selandia Baru. (Samuel, 2003: 158).
Di seluruh Selandia Baru terjadilah periode perkembangan. Wilayah perbukitan yang terbuka di pulau Selatan merupakan tempat yang ideal bagi penggembalaan biri-biri. Para peternak biri- biripun lalu mengekspor wolnya ke Inggris serta dapat menyediakan anak biri-biri dan dagingnya yang bermutu tinggi untuk sajian hidangan Selandia baru. Berbagai tanaman padi-padian , khususnya gandum dan jewawut, juga banyak ditanam di Pulau Selatan. Pada tahun 1860-an, emas juga ditemukan dipulau Selatan ini. Hal ini mengakibatkan para pencari emas saling berebutan diantaranya telah mengikuti jalur perburuan emas di seluruh dunia. Di pulau Utara juga terdapat kemajuan. Dasar pengembangan industri sapi perah diletakkan oleh para petani Inggris yang membaw sapi Jersey dan Guernsey ke Selandia Baru. Segala jenis sayuran juga ditanam diberbagai lahan pertanian yang mirip dengan yang ada di Inggris, sedangkan buah per dan apel juga ditanam. Karena pulau Utara masih bergantung pada pembebasan lahan, maka pemukiman dan pertanian cenderung berukuran kecil. ( Samuel, 2003: 159).

C.Perkembangan Pada Masa Empat Gubernur Pertama Di Australia
Masa Arthur Phillip
Arthur Philip adalah orang yang dipercaya oleh raja George III. Hanya sedikit orang yang diberi kepercayaan sebesar Philip. Ia adalah pembangun negara Eropa di wilayah yang sebelumnya tidak ada peradaban. Philip adalah seorang yang optimis dan tak pernah ragu akan masa depan yang baik. Pernah pada keadaan terburuk ketika ternak-ternak hilang, orang kulit putih terlibat konflik dengan Aborigin, kekurangan makanan yang cukup parah, bayaknya narapidana yang sakit dan beberapa kali ditimpa gempa bumi ia menyatakan keraguannya tetapi ia tetap yakin koloni akan membuktikan bahwa mereka mampu memberikan keuntungan pada Inggris Raya. Semua hal ini akan terlihat jelas setelah ia menjadi gubernur New South Wales.
Armada pertama berangkat dari Inggris pada tanggal 13 Mei 1787 yang terdiri dari kapal Syrius, Supply, tiga kapal persediaan makanan, dan enam kapal yang mengangkut narapidana, semua berjumlah 11 kapal. Orang-orang yang ikut dalam armada ini adalah pegawai, Angkatan Laut, orang bebas dan narapidana termasuk juga anak-anak dan wanita. Perjalanan dari tanah air menuju tanah yang tak dikenal ternyata sesuatu yang sangat sulit dijalani, termasuk juga bagi narapidana (Hudaidah, 2004:15).
Arthur Philip tiba di Botany Bay pada tanggal 18 Januari 1788 dan dua hari kemudian semua kapal sudah berlabuh di wilayah ini, yang sesuai dengan saran Joseph Banks. Dalam perjalanan mereka, yang meninggal berjumlah 32 orang. Dalam suratnya kepada Sydney tertanggal 15 Mei 1788 Philip mengatakan bahwa Botany Bay tidak cocok dijadikan sebagai pemukiman karena tanahnya tidak subur, banyak rawa, sumber air yang tidak mencukupi dan seringnya terjadi banjir. Kemudian pada siang hari saat ia sampai di Botany Bay, Philip memutuskan untuk menyelidiki Port Jackson yang sudah ditandai dalam peta yang dibuat James Cook. Philip menyatakan bahwa Port Jackson adalah pelabuhan paling baik di dunia dan ia memberi nama Sydney sebagai rasa hormatnya kepada menteri dalam negeri Inggris tersebut. Perlu diketahui bahwa ketika Philip sampai di New South Wales pemerintah Inggris tidak mengklaim seluruh benua Australia. Gubernur Philip hanya diperintahkan untuk menguasai setengah benua kurang lebih jauhnya 135º garis bujur termasuk juga Tasmania. Sebenarnya wilayah yang oleh James Cook dinyatakan sebagai milik Inggris pada kenyataannya tidak lebih dari penjara baru bsagi narapidana yang berasal dari Inggris. Juga tidak dapat disangkal bahwa koloni Inggris di Australia dikerjakan secara amburadul dengan kata lain tidak sistematis misalnya untuk perdagangan atau untuk membangun sebuah kerajaan. Pada masa awalnya yang terlihat dari pemukiman yang didirikan Inggris ialah sebagai tempat pembuangan. Mungkin hal inilah yang kelak akan mendatangkan banyak kesulitan yang dialami oleh pemukim pertama.
Segera setelah membangun Port Jackson, Philip mengirim sejumlah orang ke Norfolk Island dengan kapal Supply dibawah komando Kapten P.G. King. Narapidana dan pasukan Angkatan Laut diperintahkan untuk membuat pemukiman dalam rangka mencegah pendudukan yang dilakukan oleh Perancis. Philip mengatakan wilayah ini sebagai tempat yang mungkin sejak sekarang akan menjadi tempat yang berguna. Di wilayah ini diperintahkan untuk menananm kapas, rami, jagung dan makanan lain.
Bukanlah hal mudah untuk membuat pemukiman di wilayah asing yang jauh dari negara induk apalagi yang diandalkan adalah para narapidana. Hal ini pernah dikemukakan Philip dalam suratnya pada Sydney antara tahun 1788-1790. dalam suratnya di tahun-tahun ini ia mengeluhkan tentang tidak adanya keahlian yang dimiliki oleh narapidana sehingga semakin menyulitkan pembentukan koloni yang baik. Dikatakan bahwa hanya ada sedikit ahli kayu dan sebagian dari mereka sakit. Seandainya saja permintaannya dulu sebelum berangkat ke New South Wales dipenuhi bahwa seharusnya orang-orang yang dikirim ke wilayah ini tidak hanya narapidana tetapi juga petani, ahli bangunan dan orang-orang yang punya keterampilan tentu keadaan tidak sesulit yang terjadi karena mereka mampu melakukan sesuatu dengan mandiri, tidak 100 % tergantung pada pemerintah. Sayangnya yang terjadi tidak seperti itu, para narapidana selain tidak mempunyai keahlian apa pun juga malas bekerja. Mereka hanya bersedia bekerja jika diawasi yang menambah masalah adalah hanya sedakit orang yang mau menjadi pengawas para narapidana.
Sejak awal kedatangan armada pertama di New South Wales, Para pemukim telah mengalami banyak kesulitan, terutama mengenai makanan. Ketika berlayar dari Inggris armada Philip telah membawa perbekalan makanan dan juga benih-benih tanaman. Selian itu, ia juga sempat singgah di Brazil untuk menambah persediaan benih tanaman dan buah-buahan. Usaha menanam benih ini pada tahun-tahun awal banyak mengalami kegagalan. Hampir semua laporan dan surat-surat baik dari Philip, pejabat lain atau dari narapidana berisi tentang keluhan kuranganya bahan pangan dan seringnya terjadi kelaparan.
Pada bulan Septemebr 1788 terjadi lagi gagal panen, benih-benih yang tersisa di kapal Supply seperti gandum dan barley dirusak oleh serangga serta hilangnya hewan ternak seperti sapi dan kerbau. Oleh karena itu, koloni di New South Wales tetap tergantung pada kiriman persediaan bahan pangan dari Inggris. Pengiriman bahan pangan dari Inggris pun tidak dapat dipastikan kedatangannya, seperti ketika kapal Guardian yang mengangkut bahan makanan tenggelam di dekat Tanjung Harapan pada bulan Desember 1789 yang menyebabkan tidak adanya bantuan pangan dari Inggris selama dua tahun. Contoh lain adalah banyaknya kerusakan bahan pangan pada saat perjalanan dari Inggris ke New South Wales sehingga bahan pangan yang dibawa sudah tidak layak untuk dimakan. Untuk mengatasi hal ini pemerintah koloni biasanya mengirim kapal-kapal mereka ke Batavia atau Tanjung Harapan. Usaha lain yang dilakukan oleh Philip dalam rangka mengurangi kelangkaan bahan pangan adalah dengan membuka pemukiman baru di Parramatta yang sebelumnya dikenal dengan Rose Hill. Tanah di wilayah ini cukup subur dan sudah diusahakan untuk mengembangkan pertanian. Mulai saat itu Philip juga memberikan janji pada narapidana yang berkelakuan baik akan diberi hadiah tanah untuk diolah secara mandiri. (http://lutfiahayundasari.wordpress.com, diakses 4 Februari 2014, 03:00 WIB) .
Kesulitan-kesulitan mendapatkan bahan pangan akhirnya memaksa pemerintah koloni untuk mengurangi jatah makanan perminggu. Sebelumnya jatah makan mereka perminggu adalah 8 pounds gandum, 5 pounds daging babi dan 6 ons mentega dikurangi menjadi 5 pounds gandum, 3 pounds sampai 5 ons daging babi. Lalu ketika pada tanggal 27 Maret 1790 diumumkan bahwa kapal yang membawa persediaan bahan makanan tidak datang. Oleh karena itu, ada pengurangan lagi jatah makanan yang diberlakukan sejak 1 April untuk semua orang tanpa terkecuali yaitu 4 pounds gandum, 2 ½ daging babi dan 1½ pounds beras per minggu.
Selain masalah pangan yang juga harus dihadapi oleh penduduk koloni adalah masalah sandang. Pada pertengahn tahun 1789 sudah banyak laporan yang menyatakan bahwa baju dan kain yang mereka pakai sudah usang dan tidak dapat dipakai pada musim dingin. Sepatu yang mereka punya juga sudah tidak dapat dipakai. Hal yang serupa juga dialami oleh Angkatan Laut, tentara-tentara sudah tidak bersepatu, jatah makanan mereka juga dikurangi. Hal inilah yang menyebabkan Angkatan Laut mulai berbisnis sejak tahun 1792. Dalam suratnya kepada Sydney Philip meminta untuk dikirimkan pakaian, sepatu dan rok dalam jumlah besar.
Hal yang menarik dalam masa awal kedatangan kulit putih adalah interaksi pertama mereka dengan pribumi dalam hal ini Aborigin. Ketika ia sampai di Botany Bay orang-orang Aborogin mendekat dan membawa senjata tetapi ketika senjata itu diminta mereka memberikannya. Pada awal pertemuan ini tidak terjadi peselisihan antara kulit putih dan Aborigin. Dijelaskan oleh Philip bahwa mereka tidak berpakaian tetapi tubuhnya dihiasi oleh gambar mereka juga memakai manik-manik di leher mereka. Orang-orang Aborigin juga mendatangi pemukiman kulit putih di Port Jackson. Merekla selalu ingin tahu termasuk bagaimana cara memasak daging dengan air mendidih dan bumbu-bumbu. Hal ini terjadi ketika mereka mencoba mendekati tungku dan wadah yang di dalamnya sedang direbus daging. Mereka juga tertarik dengan api yang mudah dibuat. Biasanya orang Aborigin kesulitan mendapat api karena mereka harus membawanya dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu mereka juga ingin tahu lebih banyak tentang kapal-kapal Inggris yang ukurannya sangat besar. Menurut Philip jumlah mereka seluruhnya di wilayahn Botany Bay, Port Jackson, Broken Bay dan teluk sekitarnya tidak kurang dari 1500 orang.
Selama enam minggu di Port Jackson oarng-orang kulit putih hanya menerima satu kali kunjungan dari orang Aborigin. Mereka terdiri dari dua orang yang berjalan-jalan di sekitar pemukiman selama setengah jam. Mereka terlihat mengagumi apapun yang mereka saksikan. Selama itu tidak ada perselisihan antara kulit putih dengan Aborogin. Philip memberlakukan hukuman keras bagi siapa saja orang kulit putih yang merusak hubungan baik ini.
Ternyata tidak lama kemudian muncul koflik antara kulit putih dan Aborigin yang disebabkan kesalahan kulit putih yang memperlakukan mereka dengan buruk selama bulan Mei. Pada tanggal 21 Mei 1788 seorang narapidana yang tinggal di wilayah pertanian terkena tombak orang Aborigin di punggungnya yang menancap dengan kedalaman 3 inci. Ada juga beberapa baju narapidana yang ditemukan sobek dan berdarah. Karena orang kulit putih terus memperlakukan orang Aborigin dengan buruk maka banyak orang kulit putih yang dibunuh oleh mereka. Tetapi menurut Tench pada kelanjutannya yang banyak mati adalah orang Aborigin sendiri dikarenakan penyakit cacar.
Pada tahun terakhir kepemimpinan Arthur Philip telah terlihat cukup kemajuan. Pada tahun 1792 meskipun terjadi kekeringan mereka telah berhasil memperoleh hasil panen yang cukup untuk diberikan pada narapidana dan untuk persediaan bibit tahun depan ataupun untuk keperluan lain. Tanah yang sudah diolah kira-kira 1000 acre, 800 untuk jagunga dan sisanya untuk gandum dan barley. Sedangkan tanah yang sudah diolah di Parramatta sekitar 416 acre dan 97 acre masih dalam proses pembersihan.
Philip mengakhiri masa tugasnya pada tahun 1792, ia berlayar ke Inggris pada bulan Desember. Alasan Philip meminta berhenti adalah karena penyakit perut kronis yang ia derita .(Siboro,1989:36).
Masa Mayor Francis GroseDan Datangnya John Hunter.
Pengganti Arthur Phillip, yaitu John Hunter baru tiba tahun 1795. Keterlambatan ini memberi peluang kepada perwira-perwira senior NSW corps untuk menguasai koloni, dengan pangkat Letnan Gubernur. Mayor Francis Grose menjadi letnan gubernur pertama NSW.
Mayor Francis Grose bukanlah tipe pemimpin sebaik Arthur Phillip. Walaupun demikian dia memberikan warna tersendiri dalam perjalanan sejarah koloni NSW. Grose mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pada akhirnya memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan koloni, yaitu antara lain membagi-bagikan tanah dalam jumlah yang sangat luas kepada para perwira NSW Corps berikut dengan tenaga kerja, suplai makanan dan peralatannya. Para perwira tersebut diharapkan dapat mengerjakan tanahnya dengan mempekerjakan para narapidana dan menjual hasilnya kepada pemerintah. Kebijakan ini sebenarnya pernah dikeluarkan pada masa pemerintahan Arthur Phillip hanya tidak berhasil karena para perwira militer ini menolak membantu Phillip untuk mengolah tanah.
Kebijakan Grose yang kedua adalah mendorong perwira NSW Corps melakukan tindakan monopoli dalam perdagangan. Para perwira dapat membeli barang dari kapal-kapal yang tiba di koloni itu dengan harga yang ditentukan sendiri oleh mereka. Keuntungan yang didapat para perwira pedagang ini bisa mencapai 1000%. Atas dasar kebijakan Grose tersebut bukan suatu hal yang aneh kalau kemudian perkembangan kehidupan para perwira pedagang mengalami lonjakan yang sangat berarti. Ekonomi mereka berkembang pesat.
Sekitar tahun 1800, para perwira pedagang mulai mengembangkan kehidupan yang eksklusif. Sikap arogan dan intoleran terhadap siapa pun yang berani mengganggu aktifitas mereka menjadi ciri mereka. Salah satu yang paling berpengaruh diantara mereka adalah John Macarthur, seorang perwira pedagang, peternak dan petani yang paling sukses dan berpengaruh serta sangat disegani oleh kalangan NSW Corps. Satu kelemahan Macarthur adalah sikapnya yang gila hormat dan mudah tersinggung serta cenderung terjerumus kearah sikap yang ingin menghancurkan segala yang berusaha menghalanginya. Sikap negatif inilah yang kemudian mendorong John Macarthur seringkali berselisih dengan gubernur-gubernur NSW pasca Arthur Phillip.
Masa John Hunter. Pertentangan pertama antara kelompok perwira pedagang dengan pemerintah, dalam hal ini gubernur NSW terjadi pada masa pemerintahan Kapten John Hunter. Hunter datang ke NSW mengantikan Arthur Phillip pada tahun 1795. Langkah awal yang dilakukan Hunter sebagai gubernur adalah berusaha menentang pertumbuhan kekuasaan para perwira pedagang dan menertibkan lalu lintas perdagangan rum (sejenis minuman keras) yang menjadi primadona di koloni saat itu. Kebijakan ini mendapat tantangan hebat dari para perwira pedagang karena dianggap merugikan dan mengusik eksistensi kekuasaan mereka. Sebagai reaksi, Selain tidak mau mengikuti kebijakan Hunter, para perwira pedagang juga akhirnya mengirimkan surat keluhan dan keberatan ke London atas sikap kepemimpinan Hunter. Sebagai upaya untuk mengatasi pertentangan yang lebih parah, pemerintah Inggris akhirnya lebih memilih untuk menarik Hunter kembali ke Inggris mengingat dominasi dan pengaruh yang sangat kuat dari para perwira NSW Corps di koloni. Tahun 1800 akhirnya John Hunter digantikan oleh Phllip Gidley King (Hudaidah, 2004:16).
Masa Philip Gidley King
Masa pemerintahan King berlangsung dari tahun 1800 sampai dengan 1806. Selama enam tahun masa pemerintahnnya, King berhasil mendorong diadakannya eksplorasi pantai Australia untuk memperluas koloni. Selain itu, King juga berhasil menggagalkan terjadinya pemberontakan yang dilakukan para narapidana politik (political prisoners) berkebangsaan Irlandia yang dikirim oleh pemerintah Inggris ke koloni pasca peristiwa Pemberontakan Irlandia tahun 1800. (Hudaidah, 2004:16).
Walaupun demikian, dibalik keberhasilannya tetap saja King gagal mengatasi masalah dominasi para perwira pedagang. Upaya King mengatasi masalah rum yang diyakini akan mengganggu perkembangan koloni tidak berjalan lancar. Pengaturan peredaran, penggunaan rum dan upaya membuka pabrik bir di Parramata untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari rum selain kurang direspon positif oleh masyarakat juga ditentang oleh para perwira pedagang yang merasa kegiatan bisnisnya terganggu. Selain itu, kebijakan King untuk mengurangi kekuasaan para perwira semakin menyulut api pertikaian dengan para perwira. Sebagai bentuk protes, para perwira tidak bersedia menghadiri setiap undangan yang dilayangkan gebernur. Bahkan konplik dengan para perwira yang ditokohi oleh John Macarthur semakin kuat ketika gubernur mengeluarkan aturan bahwa masalah makanan dan pemeliharaan assigned convicts menjadi tanggung jawab majikan yang menerimanya. Para perwira yang umumnya pemilik lahan bereaksi keras atas kebijakan tersebut bahkan mereka kemudian mengirim surat resmi kepada pemerintah Inggris berisi keluhan-keluhan atas kebijakan King (http://enangcuhendi.blogspot.com, diakses 4 Februari 2014, jam 07:00).
Seiring dengan semakin kerasnya sikap penentangan dari para perwira, Gubernur King akhirnya mengajukan pengunduran diri pada tahun 1803. Permohonan King baru dikabulkan pemerintah Inggris tiga tahun kemudian. Sebagai gantinya pemerintah Inggris menugaskan Kapten William Bligh untuk menjadi Gubernur NSW.
Masa Kapten William Bligh
Bligh tiba di NSW pada tahun 1806. Masalah rum kembali menjadi masalah besar yang harus diselesaikan Gubernur Bligh. Kebijakan Bligh yang cenderung keras dan terkesan ingin secepatnya menyelesaikan masalah rum justru berakibat fatal. Bligh bertengkar dengan para perwira, terutama dengan John Macarthur. Puncaknya ditandai dengan terjadinya peristiwa Rum Rebellion pada tanggal 26 Januari 1808. Pada peristiwa tersebut, Mayor George Johnston memimpin pasukan NSW Corps menangkap dan memenjarakan Gubernur Bligh dan mengangkat dirinya menjadi penguasa NSW sebelum digantikan oleh Kolonel Paterson yang datang dari Van Diemens Land.

D.Perkembangan Pada Masa Pemerintahan Lachlan Macquarie
Melihat situasi yang tidak kunjung selesai di koloni NSW pemerintah Inggris akhirnya mengambil tindakan tegas. Untuk mengatasi kemelut, meningkatkan moral para kolonis, menghentikan lalu lintas rum dan merestorasi ketenangan di koloni, pemerintah Inggris akhirnya mengangkat Lachlan Macquarie sebagai gubernur NSW. Macquarie datang lengkap dengan pasukan Resimen-73 dari angkatan darat Inggris pada tanggal 1 Januari 1810.
Tindakan awal yang dilakukan Macquarie sebagai gubernur sangat strategis. Ia memerintahkan kepada semua anggota NSW Corps mendaftarkan diri dan untuk kemudian dipulangkan ke Inggris. Bagi yang menolak diperbolehkan tinggal di koloni dengan syarat melepaskan dinas militernya. Dengan kebijakan ini berarti secara tidak langsung NSW Corps dibubarkan.
Setelah menyelesaikan masalah NSW Corps, Macquarie memulai langkah pembangunan koloni. Pembenahan aspek moral dan keagamaan, penataan kehidupan sosial, pembangunan sarana dan prasarana umum serta pembangunan ekonomi koloni merupakan target berikutnya yang diselesaikan Macquarie. Selain itu eksplorasi koloni ke pedalaman terus ditingkatkan. Sampai masa jabatannya berakhir pada Oktober 1821 Laclan Macquarie berhasil menjadi gubernur tersukses dalam membangun koloni NSW pada masa awal pertumbuhan. Hal ini ditandai dengan tercapainya kemajuan diberbagai bidang kehidupan secara signifikan. Salah satu kunci sukses Macquarie sebagai gubernur di samping sikap kepemimpinan dan kecerdasannya adalah latar belakang dia yang berasal dari angkatan darat dan datang dengan dilengkapi pasukan yang kuat sehingga mampu mengatasi masalah NSW Corps. Hal ini berbeda dengan gubernur-gubernur sebelumnya yang berasal dari angkatan laut dan datang tanpa pasukan. Di tangan Lachlan Macquarie lah akhirnya perseteruan antara perwira New South Wales versus gubernur berakhir (Hudaidah, 2004:15).

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kedatangan bangsa kulit putih ke Australia dikarenakan adanya the carnaval of crime yang terjadi pada akhir abad ke XIII , kejahatan di Inggris meningkat dan memuncak sehingga masa itu disebut the carnaval of crime, penjara- penjara penuh oleh tawanan yang dianggap sebagai pemberontak oleh raja Hendrick VIII, Sehingga pemerintah bingung menampung para tawanan yang terus bertambah kemana akan ditempatkan. Selanjutnya yaitu karena adanya kemerdekaan Amerika yang menambah permasalahan sosial di Inggris, sebelumnya para tawanan dibuang ke Amerika dan Kanada tetapi tidak bisa lagi. Bahkan Inggris kembali harus menampung kolaborator yang waktu Revolusi Amerika mendukung Inggris yang sering disebut American loyalist. Selain itu juga adanya permasalahan ekonomi, dll. Perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia yaitu dengan membuka lahan yang dilakukan oleh para narapidana yang telah dibebaskan. Di seluruh Selandia Baru terjadilah periode perkembangan. Wilayah perbukitan yang terbuka di pulau Selatan merupakan tempat yang ideal bagi penggembalaan biri-biri, pertanian dan tambang emas . selain itu perkembangan awal juga ditunjukkan dengan adanya pemerintahan yang dilaksanakan oleh empat gubernur pertama di Australia.
B.Saran
Sebagai manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini memiliki banyak kekurangan, dengan ini kami menyarankan kepada para pembaca memperbanyak membaca dari sumber-sumber yang lain tentang perkembangan awal masyarakat kulit putih di Australia.

DAFTAR PUSTAKA
https://acehmillano.wordpress.com/2016/02/16/perkembangan-awal-kehidupan-masyarakat-kulit-putih-di-australia/
http://adamakalahlengkap.blogspot.co.id/2016/01/perkembangan-awal-kehidupan-masyarakat.html
Hudaidah. 2004. Sejarah Australia Dan Oceania. Inderalaya: FKIP Unsri, halaman 11-17.
Julius Siboro. (1989). Sejarah Australia. Bandung : Tarsito
Julius Siboro. (2000). Lintasan Sejarah New Zealand dan Papua New Guinea. Diktat Kuliah. Bandung : Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI Bandung.
Kitley, P. e. al.(1989). Australia di mata Indonesia. Jakarta : Gramedia
Ratih Hardjono. (1992). Suku Putihnya Asia Perjalanan Australia Mencari Jati Dirinya. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Siboro, Julius. 2012. Sejarah Australia Dari Terbentuknya Commonwealth Of Australia Sampai Dengan Terbentuknya Kerjasama Regional Dengan Negara- Negara Asia Pasifik. Yogyakarta: Penerbit Ombak, halaman 14.
Siboro, Julius. 1989. Sejarah Australia. Bandung: Tarsito, halaman 36.
Van, Samuel. 2003. Negara Dan Bangsa Jilid IV Asia Dan Australia. Jakarta: Grolier International INC dan PT. Widyadara, halaman 141-159.

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Sejarah Ikan Tawar


Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau, dengan salinitas kurang dari 0,05%. Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologis yang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh.
41% dari seluruh spesies ikan diketahui berada di air tawar. Hal ini karena spesiasi yang cepat yang menjadikan habitat yang terpencar menjadi mungkin untuk ditinggali.
Ikan air tawar berbeda secara fisiologis dengan ikan laut dalam beberapa aspek. Insang mereka harus mampu mendifusikan air sembari menjaga kadar garam dalam cairan tubuh secara simultan. Adaptasi pada bagian sisik ikan juga memainkan peran penting; ikan air tawar yang kehilangan banyak sisik akan mendapatkan kelebihan air yang berdifusi ke dalam kulit, dan dapat menyebabkan kematian pada ikan.
Karakteristik lainnya terkait ikan air tawar adalah ginjalnya yang berkembang dengan baik. Ginjal ikan air tawar berukuran besar karena banyak air yang melewatinya.
Banyak spesies bereproduksi di air tawar namun menghabiskan sebagian besar kehidupannya di laut. Mereka dikenal dengan nama ikan anadromous, meliputi salmon, trout, dan stickleback. Beberapa ikan, secara berlawanan, lahir di laut dan hidup di air tawar, misalnya belut.
Spesies yang bermigrasi antara air laut dan air tawar membutuhkan adaptasi pada kedua lingkungan. Ketika berada di dalam air laut, mereka harus menjaga konsentrasi garam dalam tubuh mereka lebih rendah dari pada lingkungannya. Ketika berada di air tawar, mereka harus menjaga kadar garam berada di atas konsentrasi lingkungan sekitarnya. Banyak spesies yang menyelesaikan masalah ini dengan berasosiasi dengan habitat berbeda pada berbagai tahapan hidup. Belut, bangsa salmon, dan lamprey memiliki toleransi salinitas di berbagai tahap kehidupan mereka.

KLASIFIKASI IKAN AIR TAWAR
Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau, dengan salinitas kurang dari 0,05%. Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologisyang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh.
41% dari seluruh spesies ikan diketahui berada di air tawar. Hal ini karena spesiasi yang cepat yang menjadikan habitat yang terpencar menjadi mungkin untuk ditinggali.
Ikan air tawar berbeda secara fisiologis dengan ikan laut dalam beberapa aspek. Insangmereka harus mampu mendifusikan air sembari menjaga kadar garam dalam cairan tubuh secara simultan. Adaptasi pada bagian sisik ikan juga memainkan peran penting; ikan air tawar yang kehilangan banyak sisik akan mendapatkan kelebihan air yang berdifusi ke dalam kulit, dan dapat menyebabkan kematian pada ikan.
Karakteristik lainnya terkait ikan air tawar adalah ginjalnya yang berkembang dengan baik. Ginjal ikan air tawar berukuran besar karena banyak air yang melewatinya.
Banyak spesies bereproduksi di air tawar namun menghabiskan sebagian besar kehidupannya di laut. Mereka dikenal dengan nama ikan anadromous, meliputi salmon, trout, danstickleback. Beberapa ikan, secara berlawanan, lahir di laut dan hidup di air tawar, misalnyabelut.

BEBERAPA JENIS IKAN YANG HIDUP DI AIR TAWAR :

1. IKAN MAS

ikan-mas-cryprinus-carpio

Klasifikasi Ilmiah:
Kelas :Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.
Berdasarkan keanekaragaman genetik, ikan mas memiliki keistimewaan karena banyknya jumlah strain. Kondisinya pembudidayaannya saat ini makin masih “terpuruk” karena serangan wabahkoi herpes virus (KHV) beberapa tahun lalu. Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kondisi ini antara lain: (1) penanganan berupa pengobatan terhadap induk-induk yang masih mampu bertahan/hidup, (2) pengadaan kembali induk dari sentra usaha budidaya yang belum pernah terserang, dan (3) mengaplikasikan teknik pengelolaan induk yang sesuai dengan kaidah genetik dan budidaya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan induk ikan mas antara lain:
1. Sistem perolehan/produksi induk dan cara pendistribusiannya ke petani/pembudiaya.
2. Aplikasi yang konsisten dari teknik pengelolaan induk yang disesuaikan dengan wadah budidaya yang digunakan, cara pemeliharaan induk dan memperhatikan aspek genetik dalam pengelolaannya.

2. IKAN NILA

ikan nila
Ikan Nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar dan di beberapa waduk diIndonesia.
Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : O. niloticus
Nama binominal : Oreachromis niloticus (Linnaeus, 1758)

3. IKAN GABUS

ikan gabus
Ikan gabus adalah sejenis ikanbuas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: aruan, haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalial
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Channidae
Genus: Channa
Spesies: C. striata
Nama binomial : Channa striata
(Bloch, 1793)

4. IKAN LELE

ikan lele
Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia).
Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), ナマズ (Jepang) dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.
Lele
Rentang fosil: Pliosen Bawah – Kini
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Clariidae
Genus: Clarias
Scopoli, 1777

Spesies
Sinonim
• Chlarias Scopoli, 1777
• Macropteronotus La Cepède, 1803
• Clarias Cuvier, 1816
• Cossyphus M’Clelland, 1844
• Phagorus M’Clelland, 1844
• Dinotopteroides Fowler, 1930
• Prophagorus Smith, 1939
• Anguilloclarias Teugels, 1982
• Brevicephaloides Teugels, 1982
• Clarioides Teugels, 1982
• Platycephaloides Teugels, 1982

5. IKAN PATIN

ikan patin

Ikan patin atau dalam bahasa latinnya disebut pangasius hipothalmus merupakan ikan konsumsi budi daya ikan air tawar unggulan. Keunggulan ikan patin, dagingnya gurih, mengandung banyak lemak, dan tidak banyak duri. Harganya yang stabil dan cukup tinggi membuat usaha budidaya ikan patin ini menjanjikan keuntungan.
Klasifikasi Ilmiah:
Filum : Chordata
Klas : Pisces
Ordo : Siluriformes
Famili : Pangasidae
Genus : Pangasius
Spesies : Pangasius djambal atau P. Pangasiusi
Famili : Lutjanidae

6. IKAN ARWANA

ikan arwana

Arwana Asia (Scleropages formosus), atau Siluk Merah adalah salah satu spesies ikan air tawar dariAsia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut “Ikan Naga” karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia.
Kingdom/Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata (mempunyai penyokong tubuh dalam)
Kelas : Actinopterygii (ikan bersirip kipas)
Ordo : Osteoglossiformes (belum diketahui)
Famili : Osteoglossidae (belum diketahui)
Genus : Scleropages
Spesies : Scleropages formosus

7. IKAN MUJAIR

ikan mujair
Jenis ikan ini berasal dari perairan Afrika. Sampai saat ini masih menjadi misteri, bagaimana jenis ikan ini bisa sampai menyebar di Indonesia, dimuara terpencil, selatan Blitar. Nama ikan ini dinamai sesuai degan nama penemunya, Mujair. Nama ilimiah ikan ini adalahOreochromis mossambicus.
Dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Mozambique Tilapea. Atau kadang secara tidk tepat disebut Java Tilapia.
Panjang ikan mujair dapat mencapai 40 cm. Bentuk badan pipih cenderung berwarna hitam, kecoklatan, ke-abua-abu-an atau kuning. Sirip punggung (dorsal) memiliki 15-17 duri tajam dan 10-13 duri lunak. Serta sirip dubur (anal) dengan 3 tajam , 9 – 12 duri lunak.
Kelas : Pisces.
Sub kelas : Teleostei.
Ordo : Percomorphi.
Sub Ordo : Percoidea.
Famili : Cichlidae.
Genus : Oreochromis.
Species : Oreochromis Mossambicus.

8. IKAN BANDENG

ikan bandeng
Bandeng (Latin: Chanos chanos atau bahasa Inggris: milkfish) adalah sebuah ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familiaChanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada).
Klasifikasi ilmiah
Regnum : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Gonorynchiformes
Familia : Chanidae
Genus : Chanos
Spesies : chanos

9. IKAN GELODOK

ikan geolodok
Gelodok, belodok, belodog atau blodog adalah sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalamanak suku Oxudercinae. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Nama-nama lainnya adalah tembakul, tempakul, timpakul atau belacak (bahasa Melayu), gabus laut, lunjat dan lain-lain. Dalambahasa Inggris disebut mudskipper, karena kebiasaannya melompat-lompat di lumpur itu.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Familia : Gobiidae
Subsuku : Oxudercinae

10. IKAN TOMAN

ikan toman
Toman adalah nama sejenis ikan buas dari sukuikan gabus (Channidae). Memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan gabus, toman dapat tumbuh besar mencapai panjang lebih dari satu meter dan menjadi spesies yang terbesar dalam sukunya.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Familia : Channidae
Genus :Channa
Spesies :C. micropeltes
Nama binominal : Channa micropeltes (Cuvier, 1831)

DAFTAR PUSTAKA

https://acehmillano.wordpress.com/2016/02/16/sejarah-ikan-tawar/

http://adamakalahlengkap.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-ikan-tawar.html

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Landasan Sosial Budaya Dalam Pendidikan Di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk hidup yang diberikan berbagai potensi oleh Tuhan, setidaknya manusia diberikan panca indera dalam hidupnya. Namun tentu saja potensi yang dimilikinya harus digunakan semaksimal mungkin sebagai bekal dalam menjalani hidupnya. Untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh kita sebagai manusia, tentunya harus ada sesuatu yang mengarahkan dan membimbingnya, supaya berjalan dan terarah sesuai dengan apa yang diharapkan. Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang dimiliki manusia, maka manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup sejak dini. Dilain pihak manusia juga memiliki kemampuan dan diberikan akal pikiran yang berbeda dengan makhluk yang lain. Sedangkan pendidikan itu adalah usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan manusia.
Secara sosiologi pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi kegenerasi, agar kehidupan masyarakat berkelanjutan, dan identitas masyarakat itu tetap terpelihara. Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsur sosial budaya.
Memasuki abad ke-21 dan menyongsong milenium ketiga tentu akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat dari era globalisasi. Dan pada kenyataannya masyarakat mengalami perubahan sosial yang begitu cepat, maju dan memperlihatkan gejala desintegratif yang meliputi berbagai sendi kehidupan dan menjadi masalah, salah satunya dirasakan oleh dunia pendidikan. Tidak hanya perubahan sosial, budaya pun berpengaruh besar dalam dunia pendidikan akibat dari pergeseran paradigma pendidikan yaitu mengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, dan cara bagaimana mencapai kesejahteraan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia diharapkan dunia pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan bijak

1.2 Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksud dengan Sosiologi ?
2.Bagaimanakah landasan sosial budaya dalam pendidikan di Indonesia ?
3.Bagaimana hubungan antara kebudayaan dan pendidikan ?
4.Bagaimana hubungan antara masyarakat dan sekolah ?
5.Bagaimana fungsi sosiologi terhadap pendidikan ?

1.3 Tujuan
1.Untuk memenuhi tugas mata kuliah.
2.Untuk menambah pengetahuan tentang Sosiologi.
3.Untuk menambah pengetahuan hubungan antara kebudayaan dan pendidikan.
4.Untuk menambah pengetahuan hubungan antara masyarakat dan sekolah

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosiologi Pendidikan
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusiua dalam kelompok-kelompok dan stuktur sosialnya. Jadi, sosiologi mempelajari bagamana manusia itu berhubung an satu dengan yang lainya dalam kelompoknya dan bagai mana susunan yunit-yunit masyarakat atau social disuatu wilayah serta kaitannya satu dengan yang lain. Menurut Crow and Corw berpendapat bahwa pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya, membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara juga berpendapat bahwa pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek)dan jasmani anak.
Sosiologi mempunyai ciri-ciri sebagai uraian berikut
1.Empiris,adalah ciri utama sosiologi sebagai ilmu. Sebab ia bersumber dan diciptakan dari kenyataan yang terjadi dilapangan.
2.Teoretis,adalah peningkatan pase penciptaan tadi yang menjadi salah satu bentuk budaya yang biasa disimpan dalam waktu lama dan dapat lebih diwariskan kepada generasi muda.
3.Komulatif,sebagai akibat dari penciptaan terus menarus sebagai konsekuensi darri terjadinya perubahan dimasyarakat, yang membuat teori-teori itu akan berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baik.
4.Nonetis, karena teori itu menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta indiuvidu di dalamnya, tidak menilai apakah hal nitu baik atau buruk.

Pada abad ke-20 sosiologi memegang peranan penting dalam dunia pendidikan . pendidikan yang diingiunkan oleh aliran kemasyarakatan ialah proses pendidikan yang bisa mempertahankan dan meningkatkan keselarasan hidup dalam pergaulan manusia. Untuk mewujudkan cita-cita pendidikan samgayt membutuhakan sosiologi. Konsep atau teori sosiologi member petunjuk kepada guru-guru tentang bagaimna seharusnya mereka membina para siswa agar mereka bisa memiliki kebiasaan hidup yang harmonis, bersahabat, dan akrab bersama teman.
Menurut wuradji (1988) menulis bahwa sosiologi pendidikan meliputi:
1.Interaksi guru dengan siswa
2.Dinamika kelompok dikelas dan diorganisasi intra sekolah
3.Struktur dan fungsi system pendidikan
4.System-sistem masyarakat dan pengaruhnya terhadap pendidikan

Bagian bagian sosiologi membari bantuan kepada pendidikan dalam wujud sosiologi pendidikan. Pertama-tama adalh tentang konsep proses sosial yaitu suatu cara berhubungan antar individu atau antar kelompok atau individu dengan kelompok yang menimbulkan bentuk hubungan pendidikan.
Faktor-faktor interaksi dan proses sosial adalah
1.bisa bersifat fositif atau negative contohnya anak meniru porang tuanya atau gurunya berpakaian rapih, maka anak ini sudah mensosialisasi diri secara fositif baik terhadap orang tuanya maupun terhadap gurunya. Contoh negative anak meniru orang lain meminum minuman keras maka ia melakukan sosialisasi negative.
2.Sugesti akan terjadi kalau seseorang anak menerima atau tertarik pada pandangan atau sikap orang lain yang berwibawa atau berwenang atau mayoritas.namun kalau anak terlalu sering mensiolisasi lewat sugesti dapat membuat gaya berpikir rasional terhambat.
3.Simpati adalah factor terakhir yang membuat anak mengadangan proses sosial. Simpati akan terjadi manakala seseorang merasa tertarik kepada orang lain. Sebab itu hubungan yang akrab perlu dikembangkan antara guru dengan peserta didik agar simpati ini mudah muncul, sosialisasi mudah terjadi, dan anak-anak akan tertib, mematuhi peraturan-peraturan kelas dalam belajar.

Menurut Coleman (1984) menulis bahwa satu yang terpenting fungsi sekolah ialah memberikan dan membangkitkan kebutuhan sosial dan reaksi.
Kebutuhan reaksi disini membuat anak-anak merasa gembira, antusias, dan merasa tidak di paksa datang kesekolah. Perasaan seperti ini bertalian erat dengan perasaan sosial
Dalam proses sosial terdapat interaksi sosial, yaitu suatu hubungan sosial yang dinamis interaksi sosial akan terjadi apabila memenuhi dua syarat sebagai berikut :
1.kontak sosial
kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu:
•kontak antar individu, misalnya anak dengan ibu rumah tangga, siswa dengan guru, atau siswa dengan siswa di sekolah.
•Kontak antar individu dengan kelompok atau sebaliknya. Contoh nya ialah seorang remaja ingin ikut perkumpulan sepak bola, seorang guru mengajar di kelas, pengurus bp3 mendatangi kepala sekolah untuk keperluan tertentu, dsb.
•Kontak antar kelompok, misalnya rapat orang tua siswa dengan guru-guru, dua perkumpulan sosial berorganisasi untuk mengatasi kenakalan remaja, dua kelompok kesenian merencanakan main bersama disuatu daerah,dsb.

2.Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain atau kelompok orang.
Alat-alat komunikasi diantaranya
Melalui pembicaraan, dengan segala macam nada seperti berbisik-bisik, halu,kasar, dan keras tergantung kepada tujuan pembicaraan dan sifat orang yang berbicara.
•Melalui mimik, seperti raut muka,pandangan,dan sikap.
•Dengan lambing, contohnya ialah berbicara isarat untuk orang-orang yang tuna rungu,menempelkan telunjuk didepan mulut, menggelengkan kepala, menganggukan kepala,membentuk huruf O dengan jari tangan,dsb.
•Dengan alat-alat, yaitu alat-alat elektronik, seperti radio,televise,telepon, dan media cetak seperti buku,majalah,surat kabar,brosur,dsb.

Adapun bentuk-bentuk interaksi sosial yaitu:
1.Kerja sama, misalnya kerja sama dalam kelompok belajar pada anak-anak, kerja sama antar guru-guru dengan para orang tua siswa,dsb
2.Akomodasi, ialah usaha untuk meredakan pertentangan, mencari kestabilan,serta kondisi berimbang diantara para anggota. Contoh interaksi orang tua siswa yang tidak setuju dengan kenaikan SPP dengan guru-guru atau kepala sekolah yang akhirnya melahirkan kesepakatan tertentu.
3.Asimilasi atau akulturasi,ialah usaha mengurangi perbedaan pendapat, sikap, dan tindakan dengan memeperhatikan tujuan-tujuan bersama

Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya alkulturasi yaitu :
•Toleransi
•Menghargai kebudayaan orang lain
•Sikap terbuka
•Demokrasi dalam banyak hal
•Ada kepentingan yang sama
2.Persaingan, sebagai bentuk interksi sosial yang negatif. misalnya persaingan untuk mendapatkan nilai akademik tertinggi dan persaingan dalam berbagai perlombaan, namun persaingan dalam pendidikan lebih banyak negatif nya daripada positif nya
3.Pertikaian, adalah proses sosial yang menunjukan pertentangan atau konflik seperti perbedaan kepentingan, kebudayaan, dan pendapat

2.2 Kebudayaan dan Pendidikan
Kebudayaan menurut Taylor adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat (Imran Manan, 1989). Kebudayaan produk perseorangan ini tidak disetujui Hasan (1983) dengan mengemukakan kebudayaan adalah keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasyarakat berisi aksi-aksi terhadap dan oleh sesama manusia sebagai anggota masyarakat yang merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain-lain kepandaian. Sedangkan Kneller mengatakan kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat.
Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yaitu nilai-nilai. Pendidikan membuat orang berbudaya, pendidikan dan budaya bersama dan memajukan. Makin banyak orang menerima pendidikan makin berbudaya orang itu dan makin tinggi kebudayaan makin tinggipula pendidikan atau cara mendidiknya. Karena ruang lingkup kebudayaan sangat luas, mencakup segala aspek kehidupan manusia, maka pendidikan sebagai salah satu aspek kehidupan dalam kebudayaan. Pendidikan yang terlepas dari kebudayaan akan menyebabkan alienasi dari subjek yang dididik dan seterusnya kemungkinan matinya kebudayaan itu sendiri. Oleh karena itu kebudayaan umum harus diajarkan pada semua sekolah. Sedangkan kebudayaan daerah dapat dikaitkan dengan kurikulum muatan lokal, dan kebudayaan populer juga diajarkan dengan proporsi yang kecil.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. Pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukan budaya, membuat orang berprilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya. Sekolah sebagai salah satu dari tempat enkulturasi suatu budaya sesungguhnya merupakan bahan masukan bagi anak dalam mengembangkan dirinya.

2.3 Masyarakat dan Sekolah
Asal mula munculnya sekolah adalah atas dasar anggapan dan kenyataan bahwa pada umumnya para orang tua tidak mampu mendidik anak mereka secara sempurna dan lengkap. Karena itu mereka membutuhkan bantuan kepada pihak lain, dalam hal ini adalah Lembaga Pendidikan, untuk mengembangkan anak-anak mereka secara relatif sempurna, walaupun cita-cita ini tidak otomatis tercapai. Warga masyarakat dan parapersonalia sekolah masih memerlukan perjuangan keras untuk mencapai cita-cita itu, yang sampai sekarang belum pernah berhenti. Sebab sejalan dengan perkembangan kebudayaan, makin banyak yang perlu dipelajari dan perjuangan di sekolah.
Sekolah tidak dibenarkan sebagai menara air, yaitu melebur menjadi satu dengan masyarakat tanpa memberikan identitas apa-apa. Ia juga tidak dibenarkan sebagai menara gading yang mengisolasi diri terhadap masyarakat sekitarnya. Lembaga pendidikan yang benar adalah ibarat menara mercusuar yakni menara penerang, yaitu berada di masyarakat dan sekaligus memberi penerangan kepada masyarakat setempat. Lembaga pendidikan harus tetap berakar pada masyarakat setempat, memperhatikan ide-ide masyarakat setempat, melaksanakan aspirasi mereka, memanfaatkan fasilitas setempat untuk belajar, dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat setempat. Sementara itu ia berusaha meningkatkan cara hidup dan kehidupan masyarakat dengan cara memberi penerangan, menciptakan bibit unggul, menciptakan teknologi baru, merintis cara beternak dan bertani yang lebih baik, dan sebagainya.
Manfaat pendidikan bagi masyarakat adalah untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat, baik yang berkaitandengan kewajiban maupun dengan hak mereka. Dalam rangka pendidikan seumur hidup misalnya, warga belajar bisa belajar tentang apa saja sesuai dengan minat dan bakat mereka, sehingga pemahaman, keterampilan tertentu, dan sikap mereka semakin meningkat. Hal ini membuat mereka merasa semakin mantap sebagai warga negara
Khusus bagi para siswa dan para remaja, manfaat pendidikan atau lembaga pendidikan adalah bersifat sebagai wahana persiapan untuk menjadi individu dan warga Negara yang baik
Manfaat sekolah atau pendidikan bagi masyarakat diantaranya:
1.Pendidikan sebagai transmisi budaya pelestari budaya
2.Sekolah sebagai pusat budaya bagi masyarakat sekitarnya
3.Sekolah mengembangkan kepribadian anak di samping oleh keluarga anak itu sendiri
4.Pendidikan membuat orang menjadi warga Negara yang baik, tahu akan kewajiban dan hak nya
5.Pendidikan meningkatkan integrasi sosial atau kemampuan bermasyarakat
6.Pendidikan meningkatkan kemampuan menganalisis secara kritis, melalui pelajaran ilmu, teknologi, dan kesenian
7.Sekolah meningkatkan alat control sosial dengan member pendidikan agama dan budi pekerti
8.Sekolah membantu memecahkan masalah-masalah sosial
9.Pendidikan adalah sebagai perubah sosial melalui kebudayaan-kebudayaan yang baru
10.Pendidikan berfungsi sebagai seleksi dan alokasi tenaga kerja
11.Pendidikan dapat memodifikasi hierarki ekonomi masyarakat
Hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat karena saling membutuhkan satu dengan yang lain, membuat kemungkinan terbentuknya badan kerja sama yang relatif lama. Badan kerja sama ini yang anggota-anggotanya adalah wakil-wakil oarang tua siswa, para tokohasyarakat, dan beberapa guru bertugas membantu mensukseskan misi pendidikan. Pada masa sekarang badan ini banyak berkecimpung dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum muatan lokal, di samping mengurusi dukungan-dukungan masyarakat terhadap sekolah seperti telah diuraikan di atas.
Berdasarkan uaraian di atas, dapatlah kita sarikan penjelasan masyarakat dan sekolah ini sebagai berikut:
1.Sekolah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat
2.Sekolah bermanfaat bagi kemajuan budaya masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak.
3.Masyarakat memberi sejumlah dukungan kepada sekolah.
4.Perlu ada badan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat dalam mensukseskan pendidikan

2.4 Fungsi Sosiologi Terhadap Pendidikan
Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting dalam dunia pendidikan yaitu:
1.Mewujudkan Masyarakat yang Cerdas
Yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bengsa.
2.Transmisi Budaya
Sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan. Fungsi semacam ini merupakan fungsi pada perguruan tinggi. Pada sekolah-sekolah yang lebih rendah, fungsi ini tidak setinggi pada tingkat pendidikan tinggi.
3.Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilaku menyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan.
4.Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran-ajaran agama yang dipeluknya.
5.Analisis Kedudukan Pendidikan dalam Masyarakat
Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyrakat

2.5 Implikasi Konsep Pendidikan
Konsep pendidikan mengangkat derajat manusia sebagai makhluk budaya yaitu makhluk yang diberkati kemampuan untuk menciptakan nilai kebudayaan dan fungsi budaya dan pendidikan adalah kegiatan melontarkan nilai-nilai kebudayaan dari generasi ke generasi. Kebudayaan masyarakat jika dikaitkan dengan pendidikan maka ditemukan sejumlah konsep pendidikansebagai berikut:
1.Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sekitarnya, keduanya saling menunjang. Sekolah seharusnya menjadi agen pembangunan di masyarakat.
2.Perlu dibentuk badan kerja sama antara sekolah dengan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk wakil-wakil orang tua siswa untuk ikut memajukan pendidikan.
3.Proses sosialisasi anak-anak perlu ditingkatkan.
4.Dinamika kelompok dimanfaatkan untuk belajar.
5.Kebudayaan menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan anak. Sebaliknya pendidikan juga dapat mengubah kebudayaan.
6.Akibat kebudayaan masa kini, ada kemungkinan pergeseran paradigma pendidikan, yaitu dari sekolah ke masyarakat luas dengan berbagai pengalaman yang luas

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
•Sosiologi merupakan ilmu yang membahas atau mempelajari interaksi dan pergaulan antara manusia dalam kelompok dan struktur sosial.
•Kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat dan kemampuan-kemampuan serat kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat.
•Sosiologi pendidikan, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan interaksi manusia, baik itu individu atau kelompok dengan persekolahan sehingga terjalin kerja sama yang sinergi dan berkesinambungan antara manusia dengan pendidikan.
•Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Apabila kebudayaan berubah maka pendidikan juga berubah, dan apabila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan.
•Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan, sedangkan kain latarnya adalah masyarakat itu sendiri. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat akan terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme, yakni lembaga pendidikan memberi manfaat untuk me3ningkatkan peranan mereka sebagai masyarakat.

B.Saran
Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsur sosialbudaya. Maka,disini kami selaku penulis mengharapkan dengan adanya penulisan makalah ini pembaca dapat mengembangkan konsep konsep yang ada dalam tulisan ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya bagi penyusun.
DAFTAR PUSTAKA

http://adamakalahlengkap.blogspot.co.id/
Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan. Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia Jakarta : Rineka Cipta.
Ruswandi, Uus Hermawan Heris, A. Nurhamzah, 2008, Landasan Pendidikan, Bandung : CV. Insan Mandiri.
Djumhur.I dan Danasuparta. 1976 Sejarah Pendidikan, CV. Ilmu Bandung,
Idris Zahara, 1981. Dasar-Dasar Kependidikan, Angkasa Raya. Padang
Made Pidata, 1997. Landasan Kependidikan , Rineka Cipta . Jakarta.
Rukiati Enung K dan Hikmawayi henti, 2006. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, CV Pustaka Setia, Bandung.
im Dosen IKIP Bandung, 1983. Dasar-Dasar Kependidikan, IKIP Bandung

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

Zigot dan Embrio


PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pada tumbuhan tingkat tinggi, kita paling akrab dengan embrio yang berkembang di dalam benih; embrio seperti biasanya muncul dari fusi gamet produk (zigot) berikut reproduksi seksual dan disebut embrio zigotik, meskipun benih ditanggung embrio juga dapat mengembangkan apomictically (yaitu, tanpa reproduksi seksual).Namun, tanaman yang unik dalam morfologi dan fungsional nonzygotic embrio yang benar juga bisa muncul dari sel yang berbeda secara luas dan jenis jaringan di sejumlah titik yang berbeda dari kedua fase gametophytic dan sporophytic dari siklus hidup. Zigot merupakan sel pertama dari generasi sporofit yang memiliki potensi maksimal untuk melakukan pertumbuhan, karena dia mampu untuk tumbuh menjadi organisme baru yang utuh.
Telur yang sudah mengalami fertilisasi disebut zigot. Zigot ini akan berkembang menjadi embrio yang berpotensi untuk membentuk tumbuhan lengkap.Pembentukan zigot melalui suatu perioda dormansi yang bervariasi antara beberapa spesies. Umumnya perioda ini lebih pendek jika endospermnya seluler dari pada yang nuklear. Selama perioda dormansi ini terjadi perubahan yang jelas. Segera setelah singami, vakuola yang besar pada zigot mulai mengecil, hal ini menyebabkan ukuran sel juga tereduksi. Ukuran zigot berkurang menjadi setengah dari asalnya selama hampir 24 jam setelah polinasi. Penurunan ukuran sel menyebabkan akumulasi sitoplasma pada ujung kalaza dimana pembelahan pertama zigot terjadi . Respon yang lain pada singami adalah meningkatnmya jumlah diktiosom yang berhubungan dengan sintesis dinding sekeliling zigot. Agregat ribosom akan membentuk polisom, menunjukkan awal aktivitas metabolisme. Zigot dengan polarisasi yang jelas siap untuk membelah membentuk embrio. Inti yang dikelingi sejumlah besar plastida dan mitokondria berada pada ujung kalaza sel (kutub pikal). Embriogenesis pada Dikotil (Capsella bursa pastoris). Telur yang sudah difertilisasi disebut zigot . Zigot membelah asimetris membentuk sel. Terminal (apikal) yang kecil dan sel basal lebih besar. Sel terminal Selanjutnya berkembang menjadi embrio, sedangkan sel basal selanjutnya membelah melintang membentuk suspensor. Sel terminal membelah memanjang membentuk proembrio tetrad. Embriogenesis pada monokotil (Najas) Perkembangan embrio pada monokotil yang lengkap dapat dilihat pada Najas.
Zigot membelahan melintang yang asimetris membentuk sel apikal yang kecil dan sel. Basal yang besar. Sel basal membesar tanpa membelah membentuk haustorium sel tunggal. Seluruh embrio berasal dari sel apikal.

PEMBHASAN
A.Pengertian Embrio
Embrio adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari perkembangan. Tahap awal perkembangan manusia dan hewan diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa FERTILISASI. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio.
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi tahap yaitu :
1.Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina. Pada fase ini embrio tidak mengembang. Pembelahan hanya membagi sitoplasma satu sel besar yaitu zigot yang menjadi banyak sel yanglebih kecil yang disebut sebagai biastomer’ masing-masing dengan nukleusnya sendiri. Dengan demikian’ daerah sitoplasma yang berbeda yang ada pada sel telur yang belum membelah akan berakhir menjadiblastomer yang terpisah. Dan karena daerah itu bisa mengandung komponen sitoplasmik yang berbeda, partisi atau pembagian itu mempersiapkan peristiwa perkembanganberikutnya.
3 tahapan fase embrionik yaitu :
a.Morula
Morula adalah suatu bentukan sel seperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Dalam morulla terbentuk suatu rongga yang dipenuhi cairan atau blastosel dan menghasilkan tahapan perkembangan bola yang berlubang atau blustula.
b.Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
c.Gastrula
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Ketiga lapisan yang dihasilkan gratulasi adalah jaringan embrio yang disebut Ektoderm; membentuk lapisan luar grastula akan membentuk sistem syaraf dan lapisan bagian luar (epideemis) kulit kita, Endoderm; melpapisi saluran pencernaan embrio akan membentuk lapisan saluran pencernaan seperti hati dan pankreas, dan Mesoderm; mengisi sebgian ruangan di antara ektoderm dan endosderm akan membemtuk sebagian besar organ dan jaringan lain seperti ginjal, jantung, otot dan lapisan dalam kulit (dermis). Ketiga lapisan ini secara kolektif juga disebut lapisan germinal embrio.
Pembentukan Embrio
Istilah “embrio” hanya digunakan untuk merujuk kepada “eukariota” atau organisme multisel. Biasanya, ilmuan menggunakan istilah khusus untuk menyebut eukariota diploid, yang memiliki satu set lengkap dengan struktur genetik yang berasal dari dua donor atau induk. Struktur genetik ini diambil dari sel sperma haploid dan sel telur; sel haploid hanya berisi setengah set kromosom, yang berarti bahwa sel tidak dapat berkembang menjadi individu baru kecuali jika dikombinasikan dengan setengah set kromosom dari sel induk lainnya.
Pembentukan embrio dimulai pada saat pembuahan. Ketika telur dan sperma bertemu, mereka membentuk “zigot”. Zigot merupakan sel diploid tunggal, yang terbentuk dari penggabungan dua sel haploid. Setelah pembuahan, zigot mulai membelah dan berkembang, membentuk sel-sel dasar untuk menjadi organisme dewasa yang pada akhirnya akan lahir, menetas, atau tumbuh. Ketika pembelahan sel ini dimulai, zigot berubah menjadi embrio.
•Embrio pada Manusia
Status embrio pada manusia agak rumit. Pada saat pembuahan, sel telur manusia dan sel sperma menjadi zigot, yang mulai membelah dan tumbuh menjadi embrio. Ada banyak perdebatan mengenai definisi embrio manusia dalam hal “hidup”. Perdebatan ini menyebabkan perbedaan pendapat di berbagai belahan dunia, terutama ketika berbicara tentang aborsi. Sebagai embrio manusia dewasa, daging calon bakal bayi tersebut mulai berubah menjadi bentuk yang sudah mirip dengan bentuk manusia, atau lebih dikenal dengan istilah janin.
•Embrio pada Hewan
Embrio pada hewan tidak bisa bertahan hidup mandiri karena mereka tidak memiliki jaringan, struktur tubuh, dan organ yang dibutuhkan untuk melakukannya. Induk dari embrio harus memberi makan hingga mencapai viabilitas. Pada mamalia, hal ini dilakukan dengan menginkubasi embrio di dalam tubuh dan memberinya gizi dengan nutrisi yang didapatkan dari induknya. Hewan petelur memberi makanan embrio anaknya dengan makanan kaya nutrisi yang terbungkus dalam cangkang keras. Cangkang tersebut akan melindungi embrio sampai anaknya siap untuk dilahirkan. Cangkang dan makan ini kita ketahui dengan istilah telur.
•Embrio pada Tanaman
Perkembngan embrio pada tanaman tergantung pada cara tanaman tersebut berkembang biak. Tanaman yang memanfaatkan biji sebagai cara berkembang biaknya, maka biji tersebut nantinya yang akan berubah menjadi daun, akar, dan batang, yang membentuk embrio dari tanaman ini. Spesies tanaman lainnya menghasilkan embrio sebagai tanaman kecil yang tumbuh di sepanjang bagian tubuh yang lebih besar sebelum memisahkan off sendiri untuk terus tumbuh, atau lebih kita kenal sebagai tunas.
B.Zigot
Zigot adalah sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya dua sel kelamin (sel ovum dan sel sperma) yang telah masak.Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim perempuan. Lama kelamaan, Zigot ini akan berkembang menjadi janin dan embrio yang lalu akan dilahirkan menjadi bayi.
Pembentukan dan Fungsi suatu Zigot
Agar organisme baru untuk membentuk proses pembuahan harus terjadi. Ini berarti bahwa sperma dan sel telur harus bersatu. Sebuah sel sperma membawa setengah dari informasi genetik dari organisme ayah. Untuk alasan ini sel sperma dianggap haploid. Sel telur yang haploid juga karena membawa setengah dari informasi genetik dari organisme ibu. Ketika dua bagian menggabungkan mereka memberikan zigot satu set lengkap kromosom dan materi genetik lainnya dari organisme induk. Setelah zigot berisi satu set lengkap informasi genetik itu dianggap diploid.
Proses pembentukan biasanya terjadi selama reproduksi seksual. Sebuah hasil zigot ketika satu sel sperma mampu menembus sel telur. Selama masa ini biasanya ada ribuan sperma bersaing untuk masuk ke dalam telur sendirian. Setelah satu sperma menembus selubung telur, perubahan kimia di lapisan luar mencegah setiap sperma lain dari menerobos. Sperma yang masuk kemudian kehilangan ekornya, membengkak untuk membentuk inti, dan menyatukan dengan inti yang sama yang dibentuk oleh sel telur. Setelah inti sperma telah bersatu dengan inti sel telur, mereka menggabungkan informasi genetik mereka, memberikan zigot sel tunggal baru satu set lengkap kromosom.
Setelah beberapa jam zigot memulai proses pembagian internal. Ini awalnya terbagi menjadi dua sel, lalu empat sel, delapan sel, 16 sel, dan seterusnya. Ini adalah pembagian sel yang berkesinambungan yang memungkinkan sel zigot dipilih untuk membentuk individu yang multiseluler. Proses pembelahan sel dalam zigot ini disebut segmentasi. Ini mengubah zigot menjadi cluster jauh lebih besar dari sel yang disebut morula. Morula ini kemudian perlahan-lahan bergerak ke bawah tuba falopi menuju rahim. Hal ini biasanya memakan tiga hari morula tiba di rahim. Pada saat itu sampai ke rahim itu adalah bola berongga dari sel yang disebut blastokista. Ini bola sel kemudian ditanamkan pada lapisan rahim di mana ia dapat mulai tumbuh menjadi individu baru.
Tahap-Tahap pembelahan zigot
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Biasanya pertumbuhan dan perkembangan ini diawali dari proses fertilisasi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
C.Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Zigot selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan organogenesis.
Pembelahan (cleavage). Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghasilkan sel-sel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Dalam pertumbuhan selanjutnya, morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi.
•Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Morulasi yaitu proses terbentuknya morula.
•Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel. Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
•Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula. Gastrulasi. Dalam perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula. Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Jadi gastrulasi merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrionik. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh.
•Morfogenesis merupakan proses perubahan bentuk dan jenis jaringan menjadi berbagai macam bentuk dan jenis jaringan lain
•diferensiasi dan spesialisasi adalah proses perubahan dan pendewasaan jaringan embrional menjadi beragam jenis jaringan lain dengan fungsi yang berbeda. Kelak lapisan ektoderm akan membentuk epidermis, saraf, dan indera. Lapisan mesoderm akan membentuk dermis, sistem sirkulasi, sistem ekskresi, sistem respirasi, dan sistem reproduksi. Sedangkan lapisan endoderm akan membentuk sistem pencernaan.
•imbas embrionik adalah suatu gejala dimana proses diferensiasi dan spesialisasi yang dialami oleh suatu jaringan menyebabkan terjadinya pengaruh (imbas) terhadap jaringan lain, sehingga ikut mengalami proses yang sama
•Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan sebagainya. Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indera. Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah. Dan alat ekskresi. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan, dan alat-alat pernapasan. Organogenesis merupakan proses yang sangat kompleks. Pada mammalia, embrionya memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan alantois. Selaput embrio berfungsi melindungi embrio terhadap kekeringan, goncangan, membantu pernapasan, ekskresi, serta fungsi penting lainnya selama berada di dalam rahim induknya.
Pada hewan vivipar proses pertumbuhan zigot menjadi embrio akhirnya berkembang menjadi janin, dan berlangsung di dalam rahim (uterus) induk betina. Selama masa pertumbuhan janin tersebut disebut dengan masa gestasi (masa kehamilan). Pada manusia masa kehamilan sekitar 9 bulan. Jika usia kandungan sudah cukup maka janin akan dikeluarkan dari dalam uterus. Proses inilah yang disebut dengan kelahiran.

PENUTUP
A.Kesimpulan
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bereproduksi ( berkembang biak). Reproduksi bertujuan untuk melestarikan atau mempertahankan keberadaan atau eksistensi suatu sepesies tersebut. Ada dua cara perkembangbiakan secara umum yaitu vegetatif dan generatif. perkembangbiakan secara vegetatif umunya terjadi pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah. Sedangkan perkembangbiakan secara generatif umumnya terjadi pada hewan dan tumbuhan tingkat tinggi. Perkembangbiakan secara generatif melibatkan individu jantan dan individu betina. Individu jantan akan menghasilkan sel kelamin jantan atau sperma, sedangkan individu betina akan menghasilkan sel kelamin betina atau sel telur ( ovum). Sel sperma dan ovum dibentuk di dalam alat kelamin (gonad),
B.Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun agar dalam penulisan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi.semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya. Demikian penulis mengucapkan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

https://acehmillano.wordpress.com/2016/02/16/zigot-dan-embrio/
http://adamakalahlengkap.blogspot.co.id/2016/01/zigot-dan-embrio.html
Price,Sylvia A.2006.Patofisiologi edisi 6.jakarta:EGC
Raharjo,sentot budi. Biologi SMA XI.2006.jakarata:Erlangga
Yatim, Wildan. 1982. Reproduksi dan Embryologi. Tarsito : Bandung.
Soehadji. 1995. Pengembangan Bioteknologi peternakan. Keterkaitan penelitian, pengkkajian dan Aplikasi. Lokakarya Nasional I Bioteknologi Peternakan. Kerjasama Kantor menristek dengan Departemen pertanian. Bogor.
Supriatna, I. 1993. Metode-metode dasar pembekuan embrio mamalia. Mata kulia Inti Dalam Pelatihan Tugas teknisi. Dr. Bina prod. Peternakan. Balai pembibitan Ternak dan hijaun makanan, purwokerto.
Supriatna, I dan F.H. Pasarribu. 1992. In Vitro Fertilisasi, Transfer Embrio dan Pembekuan Embrio. Depdikbud, DIKTI dan PAU IPB Bogor.
Toelihere, M.R. 1981. Fisiologis Reproduksi pada Ternak. Angkasa. Bandung.

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

TENIS MEJA


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan sangat pesat, sehingga mendorong kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan dan orang lebih tahu akan arti pentingnya olahraga bagi kesehatan. Pada kenyataannya ada empat dasar tujuan manusia melakukan aktivitas olahraga. Pertama, mereka yang melakukan kegiatan olahraga untuk tujuan rekreasi. Kedua, mereka yang melakukan kegiatan olahraga untuk pendidikan. Ketiga, mereka yang melakukan kegiatan olahraga dengan tujuan untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani tertentu. Keempat, mereka yang melakukan kegiatan olahraga tertentu untuk mencapai prestasi yang optimal. Meskipun disamping keempat fungsi olahraga yang telah disebutkan masih terdapat bebrapa hal lain yang dapat bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari, misalnya untuk mendapat relasi baru, untuk mata pencaharian (profesi) dan sebagainya.

Kegiatan olahraga pada hakekatnya dapat dibedakan menjadi dua aktivitas utama jika ditinjau dari sasarannya, yaitu kegiatan prestasi dan non prestasi. Baik kegiatan prestasi maupun non prestasi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, memiliki kemauan yang kuat untuk berhasil dan dapat menggunakan metode atau teknik yang tepat maka akan mencapai hasil yang optimal.

Olahraga tenis meja di Indonesia merupakan bagian dari salah satu cabang olahraga permainan yang belum dapat mengimbangi prestasi dunia, baik di tingkat Asia maupun di tingkat Internasional. Oleh karena usaha untuk meningkatkan hasil belajar (keterampilan bermain) tenis meja adalah sangat penting baik di tingkat sekolah, club atau perkumpulan- perkumpulan tenis meja yang lainnya.

Melalui olahraga ini remaja banyak memperoleh manfaat khususnya dalam hal pertumbuhan fisik, mental dan sosial yang baik. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena di dalam permainan tenis meja terkandung nilai-nilai paedagogis, fisiologis, intelektual dan sosiologis. Melalui olahraga ini juga dapat mendidik siswa untuk rajin, tekun, ulet, disiplin, dan bertanggung jawab. Belajar dengan tekun dan rajin akan memperoleh hasil yang lebih baik. Dalam belajar ataupun pertandingan tanpa adanya disiplin yang dari siswa tidak akan mencapai kemenangan (Imam Sodikun, 1992:14).

Salah satu cara meningkatkan hasil belajar tenis meja dalam permainan tenis meja dalam permainan tenis meja adalah dengan cara memilih dan menggunakan metode yang tepat di dalam mengajar tenis meja. Dalam hal ini penulis memilih hasil belajar tenis meja dengan pemberian latihan pukulan menggunakan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat sebagai pilihan yang tepat untuk meningkatkan keterampilan bermain tenis meja, karena cara memukul bola akan menentukan teknik permainan kita, pukulan dan dan cara mengembangkan permainan itu sendiri (Peter Simpson, 1986:17).

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Sejarah Tenis Meja

Asal muasal tenis meja belum pernah ada sumber yang tepat, walaupun itu olahraga yang relatif muda, lebih muda dari tennis lapangan dan tidak jauh lebih tua dari bola basket. Paling awal dikenal dalam bentuk olahraga, dipanggil tenis indoor, telah dimainkan pada awal tahun 1880-an oleh para tentara Inggris di India dan Afrika Selatan, menggunakan papan dari kotak cerutu sebagai paddles dan gabus bulat dari botol anggur sebagai bola, dengan deretan buku menetapkan atas di bagian tengah meja untuk membentuk jarring atau net. Versi lain dikembangkan di Inggris pada 1890, berbagai cara yang dikenal sebagai ” whiff whaff ” dan “gossima,” dan Parker Brothers mulai manufaktur yang tenis indoor kit yang menyertakan portable bersih yang dapat diset up pada meja, bola kecil yang ditutup dengan kasa , dan miniatur paddles.

  1. Sejarah Tenis Meja Indonesia

Permainan tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi.Hanya golongan tertentu saja dari golongan pribumi yang boleh ikut latihan, antara lain keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai pertemuan tersebut.Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia).

Tahun 1960 PTMSI elah menjadi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA (Table Tennis Federation of Asia).Perkembangan tenis meja di Indonesia sejak berdirinya PPPSI hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesati. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang berdiri, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan, misalnya dalam arena : PORDA, PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA serta pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi pemerintah atau swasta atau karang taruna dll.Indonesia selalu di undang dalam kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.Selain kegiatan-kegiatan pertandingan tersebut, hal lain yang patut dicatat dalam perkembangan pertenismejaan nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada awal tahun 1983, yang diiselenggarakan setiap 3 bulan sekali serta Silataruna yang kegiatannya dimulai sejak 1986 setiap 6 bulan sekali.

  1. Tehnik Tenis Meja
  1. Menentukan Peralatan Tenis Meja
  2. Lakukanlah Pemanahasan dan Pelemasan
  3. Cara Memegang Bet dan Mengontrtol Bet
  4. Posisi Siap Pukulan Porhand dan Backhand
  5. Penepatan Kaki (bagaimana cara bergerak)
  6. Permainan Spin
  7. Dasar Pukulan (Chooping, pushing ; backspin, Bloking, Looping,Lobbing)
  8. Servis dan kemudian ketingkatan selanjutnya
  9. Tipe Permainan, Taktik Bermain dan Strategi

 

  1. Peralatan Tenis Meja

Saya hanya membahas peralatan bet dan yang digunakan untuk permainan dengan Tipe Shakehands Grip, pilih lah Bet dengan mempertimbangkan cara memegang, tipe permainan, harga dan yang terasa enak dipakai. Sering pemula berpikir menggunakan Bet yang dapat memukul bola dengan cepat kelihatan Keren dan Hebat. Pendapat ini adalah Salah. Bet dengan bahan tertentu memiliki kecepatan yang tinggi memang keren namun sangat sulit untuk di Kontrol terlebih bagi pemain pemula. Pilih lah yang sedang speed and control nya dan biasanya bet standar ittf tertera ukuran kecepatan dan control dan pilih lah sebagaimana diatas tadi.

  1. Pemanasan dan Pelemasan

Sebegitu pentingkah pemanasan dalam Permainan tennis meja..? jawabnya tentu sangat penting dan menentukan pada tingkatan tertentu. Pemanasan dilakukan agar dapat bermain dengan baik dan otot tida terasa sakit. Anda tidak akan bermain dengan baik bila otot masih dingin dan rapat. Ada 4 Bagian penting dalam pemanasan yang harus dilakukan :

  1. Pemasan Otot

Dengan berlari kecil atau dengan berjalan cepat agar darah mengalir ke dalam otot. Ini dapat menyiapkan otot untuk aktivitas dan memanaskannya agar otot siap untuk dilemaskan.

  1. Pelemasan

Sekarang otot sudah anda sudah agak panas, maka lemaskanlah otot yang akan paling sering digunakan. Lakukan pelemasan dengan perlahan-lahan dan santai. Tahanlah setiap bagian yang dilemaskan selama 6 hingga 8 detik. Untuk menghindari kecelakaan pada otot, jangan melompat lompat saat pelemasan dan jangan lemaskan otot yang masih dingin.

  1. Pemanasan dengan Gerakan Permainan

Lakukan gerakan rutin yang sama dengan setiap pukulan yang akan anda gunakan. Sekarang anda telah siap untuk bermain.

  1. Pendinginan

Setelah selesai berimain otot anda dalam keadaan panas dan fleksibel. Ini adalah saat yang tepat untuk melemaskan dan meingkatkan fleksibelitas otot anda.

  1. Peraturan Tenis Meja

Peraturan atau aturan di dalam olah raga Tenis Meja

  • Meja

Permukaan atas meja yang secara umum diistilahkan sebagai ” Playing surface” harus berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2,74 meter dan lebar 15,25 meter. Permukaan ini harus terletak horisontal pada ketinggian 760 mm di atas lantai.Permukaan atas meja dapat terbuat dari material apapun juga, asalkan kemungkinan pantulan bola setinggi 220 sampai 250 mm dengan menggunakan bola standar (sebaiknya yang jenis medium) dan dijatuhkan dari ketinggian 305 mm dari atas permukaan meja.Permukaan meja ini harus berwarna gelap, kalau mungkin hijau tua. Permukaan meja ini tidak boleh berkilat dan dibatasi dengan garis putih sebesar 20 mm di semua sisinya.

  1. Garis putih yang membatasi lebar permukaan meja sepanjang 1,525 meter akan diberi nama ” batas akhir” (endlines)
  1. Garis putih yang membatasi panjang permukaan meja sepanjang 2,74 meter akan diberi nama ” batas sisi” ( side lines).

Bagi permainan ganda, permukaan meja ini akan dibagi menjadi dua bagian dengan garis putih selebar 3 mm. Garis tengah ini pararel dengan batas sisi dan akan diberi nama ” batas tengah” ( centre line). Batas tengah yang sudah digambarkan secara permanen ini tak perlu dihapus apabila meja hendak dipakai untuk permainan tunggal.

  • Net
  1. Permukaan meja akan dibagi menjadi dua sisi dengan ukuran yang sama dengan perantaraan sebuah ” jaring” (net) yang pararel dengan batas akhir meja tersebut.
  2. Net ini akan ditegangkan oleh tali yang diikat pada kedua belah sisi pada sebuah tiang penyangga setinggi 152,5 mm, sedangkan batas sisi dari kedua tiang penyangga harus berjarak 152,5 mm dari batas sisi permukaan meja.
  3. Panjang net itu, beserta perpanjangnya di sisi kanan dan kiri harus berukuran : panjang 1.83 m sedangkan seluruh panjang tersebut, terhitung dari ujung atas net, harus berjarak 152,2 mm di atas permukaan meja.
  4. Bola harus berbentuk bulat, dengan diameter minimum 37,2 mm dan maksimum 28.2 mm.
  5. Berat bola minimum harus 240 gram dan maksimum 2.54 gram.
  6. Bola ini harus terbuat dari selulosa atau plastik lainnya yang sejenis dan harus berwarna putih atau king tanpa ada efek berkilat ( harus suram).
  7. Ukuran raket bebas, demikian juga bentuk dan beratnya.
  8. Blade” ( bagian raket yang bundar, dengan maka kita memukul bola) harus terbuat dari kayu seluruhnya, rata tebalnya , datar dan kaku.
  9. Bagian permukaan dari setiap sisi black tersebut, dipakai ataupun tidak dipakai untuk memukul bola, harus berwarna gelap suram setiap pinggiran atas hiasan dipinggir blade tidak berwarna putih atau berrefleksi.
  • Bola
  1. Bet atau raket
  1. Ukuran Meja Tenis Meja
  • Panjang = 274 cm
  • Lebar = 152,5 cm
  • Tebal garis sisi = 2 cm
  • Tinggi meja dari lantai lapangan = 76 cm
  • Luas = 4,1785 meter persegi
  1. H.    Tiang Net dan Jaring Net
  • Panjang Net = 183 cm
  • Lebar / Tinggi Net = 15,25 cm
  • Jarak Meja Ke Tiang = 15,25 cm
  • Luas Net = 0,279075 meter persegi

Di pinggir dan di tengah meja diberi garis. Umumnya warna dasar meja tenis meja adalah warna hijau dan untuk garis adalah putih. Tenis Meja = Table Tennis (internasional).

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Kegiatan olahraga pada hakekatnya dapat dibedakan menjadi dua aktivitas utama jika ditinjau dari sasarannya, yaitu kegiatan prestasi dan non prestasi. Baik kegiatan prestasi maupun non prestasi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, memiliki kemauan yang kuat untuk berhasil dan dapat menggunakan metode atau teknik yang tepat maka akan mencapai hasil yang optimal.

Olahraga tenis meja di Indonesia merupakan bagian dari salah satu cabang olahraga permainan yang belum dapat mengimbangi prestasi dunia, baik di tingkat Asia maupun di tingkat Internasional. Oleh karena usaha untuk meningkatkan hasil belajar (keterampilan bermain) tenis meja adalah sangat penting baik di tingkat sekolah, club atau perkumpulan- perkumpulan tenis meja yang lainnya.

Asal muasal tenis meja belum pernah ada sumber yang tepat, walaupun itu olahraga yang relatif muda, lebih muda dari tennis lapangan dan tidak jauh lebih tua dari bola basket.

Permainan tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi.Hanya golongan tertentu saja dari golongan pribumi yang boleh ikut latihan, antara lain keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai pertemuan tersebut.Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia).

DAFTAR PUSTAKA

http://tenismejakita.wordpress.com/tenis-meja/

http://www.scribd.com/search?query=makalah+tenis+meja

http://www.scribd.com/doc/34039031/SEJARAH-TENIS-MEJA

http://id.wikipedia.org/wiki/Tenis_meja

By Acehmillano Ganto Posted in MAKALAH

AKHLAK MURID TERHADAP GURU DAN AKHLAK GURU TERHADAP MURID


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang paling penting. jatuh bangunnya suatu masyarakat dan bangsa tergantung pada bagaimana ahlaknya. Jika akhlak masyarakat tersebut baik, maka baik pula lahir dan batinnya. Sebaliknya, apabila ahlaknya rusak, maka rusak pula lahir dan batinnya. Keberhasilan seseorang, masyarakat, dan bangsa disebabkan karena ahlaknya buruk.

Seorang muslim yang berahlak baik senantiasa mau bersikap adil. Yang dimaksud adil disini adalah memberikan setiap orang yang mempunyai hak akan haknya. Pengertian adil seperti itu tidak akan terwujud seperti yang diharapkan, jika tidak mengetahui hak dan kewajiban, hak dan kewajiban itu diberikan kepada orang yang memilikinya. Sebaliknya jika seorang yang berahlak buruk akan merampas hak orang lain dan tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Yang namanya akhlak itu terbagi kepada berbagai macam, akhlak terhadap diri sendiri, orang lain dan lain-lain. Termasuk di dalamnya akhlak terhadap guru kita yang mengajari kita ada beberapa aturan yang mesti dilakukan agar kita mendapat ilmu yang manfaat.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Akhlak Atau Perilaku
Perilaku atau Akhlak merupakan tingkah laku atau tanggapan seorang terhadap lingkungan, sifat-sifaat kejiawaan,akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seorang. secara etimologi akhlak berasal dari kata khalaqa yang berarti mencipta, membuat, atau menjadikan. Akhlak adalah kata yang berbentuk mufrad, jamaknya adalah khuluqun, yang berarti perangkai, tabiat, adat atau khalakun yang berarti kejadian, buatan, ciptaan. Jadi akhlak (perilaku) adalah perangkai tabiat atau sistim perilaku yang dibuat manusia, bisa baik atau buruk tergantung kepada tata nilai yang dipakai sebgai landasan, meskipun secara sosiologis di Indonesia kata akahlak sudah menjadi konotasi baik sehingga orang berakhlak berarti orang yang berperilaku baik. Jadi, Akhlak atau perilaku adalah hal ikhwal yang melekat jiwa, dari pada timbul perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa dipikirkan dan diteliti manusia. Baik kataakhlak atau khuluk kedua-duanya dapat dijumpai dalam Al-Qur’an sebagagai berikut :

Artinya : “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar Berbudi pekerti yang agung (Q.S Al-Qalam, 68 : 4)”
Sedangkan menurut pendekatan terminalogi, berikut ini beberapa pakar yang mengemukakan pengetian Akhlak atau perilaku sebagai berikut :
1.Ibnu Miskawih
Bahwa akhlak atau perilaku adalah keadaan jiwa seorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu.
2.Imam Al-Ghazali
Bahwa akhlak atau perilaku adalah suatu sikap yang mengakar yang darinya lahir sebagai perbuatan yang mudah dan gampang, tanpa perlu kepada pikiran dan pertimbangan. Jika sikap itu yang darinya lahir perbuatan yang baik atau terpuji, baik dari segi akal syara, maka ia disebut akhlak yang baik. Dan jika dia lahir darinya perbuatan tercel, maka sikap tersebut disebut akhlak buruk.
3.Ahmad Amin
Sementara orang mengetahui bahwa yang disebut akhlak atau perilaku yaitu kehendak yang dibiasakan. Artinya, kehendak itu bisa membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakn akahlak atau perilaku. Menurut kehendak ialah ketentuan dari beberapa keinginan manusia setelah imbang, sedang kebiasaan merupaka perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya, masing-masing dari kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan lebih besar, kekuatan inilah yang bernama akhlak.
Jika diperhatikan dengan seksama, tampak bahwa sleuruh defenisi aklak sebagai mana tersebut di atas tidak ada yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi, yaitu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang Nampak dalam perbuatan lahiriah yang dilakukan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran lagi yang tertanam sudah menjadi kebiasaan.
Jika dikaitkan dengan kata islami, maka akan berbentuk akhlak islami, secara sederhana akhlak islam diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran islam atau akhlak yang bersifat islami. Dengan demikian akhlak islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebenarnya berdasarkan pada ajaran islam. Dilihat dari segi sifatnya yang unifersal, maka akhlak islami juga bersifat unifersal.
Dari defenisi di atas dapat ditarik kesumpulan bahwa dalam menjabarkan akhlak atau perilaku unifersal de perlukan bantuan pikiran akal manusia dan kesempatan social, yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. Menghormati kedua orang tua misalnya, dalah akhlak yang bersifat mutlak dan universal di kalangan pelajar sebagai seorang yang terpelajar. Sedangkan bagaimana bentuk dan cara menghormati orang tua itu dapat dimanifestasikan oleh hasil pemikiran manusia.
Jadi, akhlak islam bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun peradaban manusia dan mengobati penyakit social pada zaman era globalisasi seperti ini. Serta tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebaikan. Dengan demikian akhlak islami lebih baik dari akhlak lainnya.

B.Akhlak Siswa Terhadap Guru
Siswa adalah orang yang belajar kepada guru, siswa pula yang menentukan kualitas ajar seorang guru. Jika siswanya kurang pintar setelah mendapat pendidikan, maka ada dua kemungkinan, yakni: siswanya kurang mencerna pelajaran yang ditransfer guru (atau sang guru tidak dapat memberikan metode terbaik pada saat pelajaran diberikan), atau sang siswa tidak mampu mengikuti pelajaran yang diberikan guru.
Dua kemungkinan di atas, sangatlah lumrah. Yang pasti sang guru tidak mau disalahkan alias guru beralasan bahwa siswa tersebut memang tidak mampu mengikuti pelajaran (siswanya ber-IQ rendah). Kalau mau jujur, guru pun harus dapat mengevaluasi metode yang digunakan dalam pendidikan, apakah sesuai dengan tingkat kecerdasan, tingkat usia, tingkat emosi dan sebagainya. Hal ini perlu dilakukan oleh seorang guru, agar ilmu yang ditransfer dapat diterima dengan baik. Selain itu seorang siswa pun harus mengakomodir segala yang diberitakan oleh guru dalam segala hal yang berhubungan dengan pendidikan, dengan tujuan agar siswanya itu menjadi orang yang berguna.
Seorang siswa wajib berbuat baik kepada guru dalam arti menghormati, memuliakan dengan ucapan dan perbuatan, sebagai balas jasa atas kebaikan yang diberikannya. Siswa berbuat baik dan berakhlak mulia atau bertingkah laku kepada guru dengan dasar pemikiran sebagai berikut:
1.Memuliakan dan menghormati guru termasuk satu perintah agama
Sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya”. (HR. Abul Hasan Al-Mawardi), “Muliakanlah guru-guru Al-Qur’an (agama), karena barang siapa yang memuliakan mereka berarti ia memuliakan aku”. (HR. Abul Hasan Al-Mawardi)
Penyair Mesir Ahmad Syauki Bey mengatakan :
“Berdiri dan hormatilah guru, dan berilah ia penghargaan, (karena) seorang guru itu hampir saja merupakan Tuhan”. (HR. Abul Hasan Al-Mawardi)
2.Guru adalah orang yang sangat mulia
Dalam sejarah nabi disebutkan, bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar rumah. Tiba-tiba beliau melihat ada dua majlis yang berbeda. Majlis yang pertama adalah orang-orang yang beribadah yang sedang berdoa kepada Allah dengan segala kecintaan kepadaNya, sedang majlis yang kedua ialah majlis pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari guru dan sejumlah murid-muridnya. Melihat dua macam majlis yang berbeda Nabi bersabda: “Adapun mereka dari majlis ibadah mereka sedang berdoa kepada Allah. Jika Allah mau, Allah menerima doa mereka, dan jika Allah mau, Allah menolak doa mereka. Tetapi mereka yang termasuk dalam majlis pengajaran manusia. Sesungguhnya aku diutus Tuhan adalah untuk menjadi guru. (HR. Ahmad)
3.Guru adalah orang yang sangat besar jasanya dalam memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan mental kepada siswa
Bekal ini jika diamalkan jauh lebih berharga dari pada harta benda. Orang yang ingin sukses di dunia dan akhirat harus dengan ilmu. Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang menghendaki dunia, wajib ia mempunyai ilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat, wajib mempunyai ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki dunia dan akhirat kedua-duanya, wajib juga mempunyai ilmu. (HR. Ahmad)
4.Dilihat dari segi usia, maka pada umumnya guru lebih tua dari pada muridnya, sedangkan orang muda wajib menghormati orang yang lebih tua
Sabda Rasulullah SAW: “Bukan dari umatku, orang yang tidak sayang kepada yang lebih muda dan tidak menghargai kehormatan yang lebih tua.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
5.Cara Berakhlak Terhadap Guru
Banyak cara yang dapat dilakukan seorang siswa dalam rangka berakhlak terhadap seorang guru, di antaranya adalah sebagai berikut:
6.Menghormati dan memuliakannya serta mengagungkannya menurut cara yang wajar dan dilakukan karana Allah.
7.Berupaya menyenangkan hatinya dengan cara yang baik.
8.Tidak merepotkan guru dengan banyak pertanyaan.
9.Dengan meletihkan guru dengan berbagai pertanyaan dan beban lainnya.
10.Jangan berjalan dihadapannya.
11.Jangan duduk ditempat duduknya.
12.Jangan mulai berbicara kecuali setelah mendapat izin darinya.
13.Jangan membukakan rahasia guru.
14.Jangan melawan dan menipu guru.
15.Meminta ma’af jika berkata keliru dihadapan guru.
16.Memuliakan keluarganya.
17.Memuliakan sahabat karib guru.
Adapun kode etik terhadap guru meliputi :
Ibn jama’ah menyusun kode etik yaitu:
•Murid harus mengikuti guru yang dikenal baik akhlak, tinggi ilmu dan keahlian, berwibawa, santun dan penyayang. Ia tidak mengikuti guru yang tinggi ilmunya tetapi tidak saleh, tidak waras, atau tercela akhlaknya.
•Murid harus mengikuti dan mematuhi guru. Menurut ibn jama’ah rasa hina dan kecil di depan guru merupakan pangkal keberhasilan dan kemuliaan. Ia memberikan umpama lain, yaitu penuntut ilmu ibarat orang lari dari kebodohan seperti lari dari singa ganas. Ia percaya kepada orang penunjuk jalan lari.
•Murid harus mengagungkan guru dan meyakini kesempurnaan ilmunya. Orang yang berhasil hingga menjadi ilmuwan besar, sama sekali tidak boleh berhenti menghormati guru.
•Murid harus mengingat hak guru atas dirinya sepanjang hayat dan setelah wafa. Ia menghormati sepanjang hidup guru, meski wafat. Murid tetap mengamalkan dan mengembangkan ajaran guru.
•Murid bersikap sabar terhadap perlakuan kasar atau akhlak buruk guru. Hendaknya berusaha untuk memaafkan perlakuan kasar, turut memohon ampun dan bertaubat untuk guru.
•Murid harus menunjukkan rasa berterima kasih terhadap ajaran guru. Melalui itulah ia mengetahui apa yang harus dilakukan dan dihindari. Ia memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Meskipun guru menyampaikan informasi yang sudah di ketahui murid, ia harus menunjukan rasa ingin tahu tinggi terhadap informasi.
•Murid tidak mendatangi guru tanpa izin lebih dahulu, baik guru sedang sendiri maupun bersama orang lain. Jika telah meminta izin dan tidak memperoleh. Ia tidak boleh mengulangi minta izin. Jika ragu apakah guru mendengar suaranya, ia bisa mengulanginya paling banyak tiga kali.
•Harus duduk sopan didepan guru. Missalnya, duduk bersila dengan tawadu’, tenang, diam, posisi duduk sedapat mungkin berhadapan dengan guru, atentif terhadap perkataan guru sehingga tidak membuat guru mengulangi perkataan. Tidak di benarkan berpaling atau menoleh tanpa keperluan jelas, terutama saat guru berbicara kepadanya.
•Bekomunikasi dengan guru secara santun dan lemah- lembut. Ketika guru keliru baik khilaf atau karena tidak tahu, sementara murid mengetahui, ia harus menjaga perasaan agar tidak terlihat perubahan wajahnya. Hendaknya menunggu sampai guru menyadari kekeliruan. Bila setelah menunggu tidak ada indikasi guru menyadari kekeliruan, murid mengingatkan secara halus.
•Jika guru mengungkapkan satu soal, atau kisah atau sepenggal sair yang sudah dihafal murid, ia harus tetap mendengarkan dengan antusias, seolah-olah belum pernah mendengar.
•Murid tidak boleh menjawab pertanyaan guru meskipun mengetahui, kecuali guru memberi isyaratia memberi jawaban.
•Murid harus mengamalkan tayamun (mengutamakan yang kanan). Ketika memberi sesuatu kepada guru. Harus menjaga sikap wajar, tidak terlalu dekat hingga jaraknya terkesan mengganggu guru. Tidak pula terlalu jauh hingga harus merentangkan tangan secara berlebihan yang mengesankan kurang serius.
C.Akhlak Guru terhadap murid
Dalam paradigma Jawa, pendidik diidentikkan dengan guru, yang mempunyai makna “Digugu dan ditiru” artinya mereka yang selalu dicontoh dan dipanuti.
Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah seorang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Dalam bahasa Arab disebut mu’allim dan dalam bahasa Inggris disebut Teacher. Itu semua memiliki arti yang sederhana yakni “A Person Occupation is Teaching Other” artinya guru ialah seorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.•
Menurut Ngalim Purwanto bahwa guru ialah orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau kepandaian kepada seseorang atau sekelompok orang.•
Ahmad Tafsir mengemukakan pendapat bahwa guru ialah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psikomotorik.•
Sedangkan menurut Hadari Nawawi bahwa pengertian guru dapat dilihat dari dua sisal. Pertama secara sempit, guru adalah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas, yakni orang yang kerjanya mengajar dan memberikan pelajaran di kelas. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing.•
Pengertian-pengertian diatas menurut Muhibbin Syah masih bersifat umum, dan oleh karenanya dapat mengundang bermacam-macam interpretasi dan bahkan juga konotasi (arti lain). Pertama adalah kata “seorang (A Person) bisa mengacu pada siapa saja asal pekerjaan sehari-harinya (profesinya) mengajar. Dalam hal ini berarti bukan hanya dia yang sehari-harinya mengajar disekolah yang dapat disebut guru, melainkan juga dia-dia yang lainnya yang berprofesi (berposisi) sebsagai Kyai di pesantren, pendeta di gereja, instruktur di balai pendidikan dan pelatihan, kedua adalah kata “mengajar” dapat pula ditafsirkan bermacam-macam misalnya:
•Menularkan (menyampaikan) pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitif)
•Melaih keterampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik)
•Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (afektif)
Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil sebuah konklusi bahwa yang dimaksud guru adalah seorang atau mereka yang pekerjaannya khusus menyampaikan (mengajarkan) materi pelajaran kepada siswa disekolah.
Guru harus menunjukkan karateristik utamanya, yaitu Mampu melaksanakan suatu pekerjaan secara rasional dan memiliki visi dan misi yang jelas.Menguasai perangkat pengetahuan (teori, konsep, data, informasi, prinsip.dan sebagainya ) .
Menguasai perangkat keterampilan (strategi, taktik, metode, teknik, prosedur, sarana, dan sebagainya) tentang cara bagaimana dan dengan apa harus melakukan tugas kewajiban pekerjaan sesuai profesinya.Memahami persyaratan ambang (basic standard) tentang kelayakan normatif minimal, kondisi proses yang dapat diterima dari apa yang dilakukannya. Bagi semua guru/pendidik mari kita tingkatkan profesionalisme kita, karena kita adalah ujung tombak sekaligus bertanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa dan menghasilkan anak didik yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mempunyai kepercayaan yang sangat tinggi terhadap guru/pendidiknya.
Guru yang baik memiliki tanggungjawab untuk selalu menjunjung tinggi profesinya. Guru dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya serta harus peka terhadap perubanan-pe-rubahan yang terjadi. Dunia ilmu pengetahuan selalu memunculkan hal-hal baru. Guru sebagai pendidik seyogianya lebih dulu mengetahui semua informasi atau bahan ajar dibandingan dengan siswa/anak didik maupun masyarakat.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Akhlak adalah budi pekerti yang menjadikan seseorang mempunyai jati diri, akhlak itu terbagi kepada 2 bagian : pertama, akhlak yang mulia dan kedua, akhlak yang tercela.
Akhlak yang tercela akan menyebabkan jati diri seseorang menjadi jahat di mata orang lain, apalagi terhadap guru yang member ilmu untuk kita. Selanjutnya, akhlak yang mulia itu akan memberikan suatu gambaran seseorang akan menjadi baik di kala masa tuanya nanti, sebab dengan akhlak yang mulia akan menjadikan seseorang dihormati dan disegani oleh orang banyak.
Apalagi akhlak mulia terhadap guru, dimana posisi guru disini adalah orang yang paling utama kita hormati, meskipun guru itu lebih muda daripada kita. Karena ilmu itu bukan dari sebab tuanya seseorang tapi dari pengetahuannya tentang suatu masalah yang kemudian dia berikan penjelasan kepada kita, dan akhirnya kita yang tidak tahu akan menjadi tahu.
B.Saran
Saran saya adalah “Hormatilah semua komponen di dunia ini sebab barangsiapa menghormati seseorang maka dia akan dihormati juga tanpa terkecuali.”

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemah,departemen Agama Republik Indonesia, (Jakarta : CV Toha Putra)
H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, (PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2,
http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/04/akhlak-anak-terhadap-orang-tua-dan.html
Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta : Reality Publisher)
Mohammad Mansur, Aqidah Ahlak II, (Jakarta : Ditjen Binbaga Islam Departemen Agama Islam, 1998)